Yakonias Wabrar Tekankan Pendekatan Persuasif, Soroti Peran Paulus Waterpauw untuk Papua

- Penulis

Jumat, 13 Februari 2026 - 20:38 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Papua – Ketua Dewan Adat Papua Wilayah Tabi, Yakonias Wabrar, menegaskan bahwa penanganan konflik dan aksi kekerasan bersenjata di Tanah Papua perlu ditempuh melalui pendekatan persuasif dan pelayanan kemasyarakatan, bukan pendekatan militeristik.

Pernyataan tersebut disampaikan Yakonias menanggapi meningkatnya eskalasi kekerasan di sejumlah wilayah. Ia menilai, pengerahan aparat keamanan dalam jumlah besar justru berpotensi memperkeruh situasi sosial di tengah masyarakat.

“Orang Papua ini butuh pendekatan pelayanan yang persuasif, bukan pendekatan militerisme. Kalau tentara terus didorong masuk, itu yang justru membuat gejolak,” ujarnya.

Menurut Yakonias, kehadiran Komite Eksekutif Papua (KEP) dapat menjadi jembatan komunikasi antara pemerintah pusat dan masyarakat adat di Papua.

Ia menilai, efektivitas program sebelumnya belum optimal sehingga diperlukan penguatan koordinasi melalui wadah baru yang lebih adaptif di lapangan.

Baca Juga :  Satgas Si-Ipar Ops Rasaka Cartenz Berikan Pembinaan kepada Pelajar SMP Negeri 4 Yogobak

Dalam keterangannya, Yakonias secara khusus menyoroti figur Paulus Waterpauw yang dinilainya memahami kondisi sosial dan budaya masyarakat Papua. “Potensi besar itu ada di pribadi Paulus Waterpauw. Dia tahu betul bagaimana melayani orang Papua. Dia jenderal yang berdarah-darah, bukan jenderal karena belas kasihan,” tegasnya.

Ia juga meminta pemerintah pusat memberikan dukungan dan kepercayaan penuh kepada Komite Eksekutif Papua yang dipimpin Paulus Waterpauw. Menurutnya, fasilitasi yang memadai diperlukan agar upaya komunikasi dan pendekatan sosial dapat berjalan efektif.

Yakonias turut menyoroti persoalan informasi yang tidak akurat mengenai kondisi di lapangan. Ia menilai, sejumlah pihak kerap menyampaikan laporan yang tidak mencerminkan situasi nyata masyarakat, sehingga kebijakan yang diambil kerap tidak tepat sasaran.

Baca Juga :  Satreskrim Polres Supiori Cek Stok dan Harga Minyak Goreng, Pasokan Masih Tercukupi

“Banyak yang hanya cari muka ke Jakarta. Laporan tidak akurat, akhirnya penembakan dan kekacauan tetap terjadi,” katanya.

Lebih lanjut, Yakonias memaparkan bahwa akar persoalan di Papua, menurut pandangannya, mencakup penolakan terhadap pendekatan militer, penolakan terhadap eksploitasi sumber daya alam, serta adanya kegelisahan terkait masa depan masyarakat Papua dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia.

“Orang Papua ini perlu diajak bicara dengan cara yang baik. Dan yang tahu bagaimana berbicara dengan orang Papua itu hanya Pak Paulus Waterpauw,” pungkasnya.(rd)

Berita Terkait

Ramses Wally Resmi Bergabung dengan Golkar Papua, Siap Jalankan Penugasan Partai
Hari Ke-8 Pasca Ledakan Biak, Tim Gabungan Temukan 11 Serpihan Tubuh dan Lanjutkan Pencarian Korban
Tim Gabungan Sampaikan Perkembangan Penanganan Ledakan Diduga Bom Peninggalan Perang Dunia II di Biak Numfor
Polres Jayapura Lakukan Pengamanan dan Sterilisasi Lokasi Penemuan Benda Diduga Bom di Distrik Waibu
Yanni Dorong PPIR Siapkan Generasi Pemimpin Papua Menuju 2029
Tim Gabungan Sterilkan Lokasi Ledakan Biak, Puluhan Potongan Tubuh Kembali Ditemukan
Komitmen Perangi Narkoba Sat Resnarkoba Polresta Musnahkan Barang Bukti Narkotika
Pulihkan Keceriaan Anak-Anak Pengungsi, Polwan Polres Biak Numfor Gelar Trauma Healing
Berita ini 5 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 8 Juni 2026 - 21:45 WIB

Ramses Wally Resmi Bergabung dengan Golkar Papua, Siap Jalankan Penugasan Partai

Minggu, 7 Juni 2026 - 04:39 WIB

Tim Gabungan Sampaikan Perkembangan Penanganan Ledakan Diduga Bom Peninggalan Perang Dunia II di Biak Numfor

Minggu, 7 Juni 2026 - 04:38 WIB

Polres Jayapura Lakukan Pengamanan dan Sterilisasi Lokasi Penemuan Benda Diduga Bom di Distrik Waibu

Minggu, 7 Juni 2026 - 04:37 WIB

Yanni Dorong PPIR Siapkan Generasi Pemimpin Papua Menuju 2029

Sabtu, 6 Juni 2026 - 15:55 WIB

Tim Gabungan Sterilkan Lokasi Ledakan Biak, Puluhan Potongan Tubuh Kembali Ditemukan

Berita Terbaru