YLBH Papua Tengah: Pendekatan Keamanan Saja Tak Cukup Redam Konflik Papua

- Penulis

Kamis, 12 Februari 2026 - 19:36 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Papua – Yayasan Lembaga Bantuan Hukum (YLBH) Papua Tengah menyampaikan duka cita mendalam atas insiden penembakan yang terjadi di dua wilayah berbeda di Tanah Papua, yakni di Mile 50, Distrik Tembagapura, Kabupaten Mimika, Papua Tengah, serta penembakan pesawat di Bandara Korowai, Kabupaten Boven Digoel, Papua Selatan.

Dua peristiwa tersebut dinilai kembali menambah daftar panjang kekerasan bersenjata di Papua yang tidak hanya berdampak pada aparat TNI-Polri dan kelompok bersenjata, tetapi juga warga sipil yang tidak terlibat langsung dalam konflik.

Direktur YLBH Papua Tengah, Yoseph Temorubun, menilai bahwa kejadian di dua lokasi itu merupakan tindakan tidak manusiawi yang berdampak serius terhadap stabilitas keamanan di Papua. Ia menyebut situasi tersebut menunjukkan bahwa konflik bersenjata di Papua belum mendapatkan penyelesaian yang komprehensif dan berkeadilan.

Menurut Yoseph, pemerintah pusat dinilai belum menunjukkan langkah konkret dalam membangun dialog terbuka dan bermartabat antara Jakarta dan Papua. Ia menilai pendekatan yang ditempuh selama ini lebih banyak bertumpu pada aspek keamanan dibandingkan upaya penyelesaian melalui jalur damai.

Baca Juga :  Perkuat Ketahanan Pangan, Bhabinkamtibmas Briptu Sabri Dampingi Warga Macuan Saat Panen Jagung

“Jika dilihat, pemerintah pusat terkesan membiarkan konflik bersenjata di Tanah Papua tanpa ada itikad baik untuk menyelesaikan masalah. Tanah Papua seolah dijadikan lahan yang terus berada dalam bayang-bayang konflik, sementara korban terus berjatuhan baik dari TNI-Polri, TPN OPM maupun warga sipil,” ujar Yoseph.

Ia juga menyoroti bahwa sejumlah konflik di daerah lain di Indonesia dapat diselesaikan melalui pendekatan dialog dan rekonsiliasi. Yoseph mencontohkan penyelesaian konflik Aceh melalui MoU Helsinki pada 2005, konflik Maluku melalui Piagam Malino II pada 2002, konflik Poso melalui Deklarasi Malino pada 2001, serta konflik etnis di Kalimantan yang ditempuh melalui rekonsiliasi adat.

Baca Juga :  Sambut HKGB ke-73, Bhayangkari Cabang Tolikara Gelar Bakti Sosial untuk Anak Disabilitas

Yoseph mempertanyakan mengapa pendekatan serupa belum diterapkan secara serius untuk menyelesaikan konflik di Papua. Menurutnya, mobilisasi aparat keamanan yang terus dilakukan belum mampu meredam eskalasi kekerasan secara menyeluruh.

Ia menilai slogan “Papua Tanah Damai” belum sepenuhnya tercermin dalam realitas di lapangan, di mana masyarakat sipil masih hidup dalam rasa waswas akibat insiden kekerasan yang terus berulang.

YLBH Papua Tengah pun mendesak seluruh pihak untuk menahan diri dan mengedepankan penyelesaian konflik melalui dialog damai yang melibatkan seluruh pemangku kepentingan. Yoseph menegaskan bahwa pendekatan keamanan semata tidak cukup untuk menghentikan siklus kekerasan di Papua.

“Diperlukan komitmen politik, kemauan berdialog, serta langkah konkret untuk menghadirkan keadilan dan rasa aman bagi seluruh masyarakat Papua,” tegasnya.(rd)

Berita Terkait

DPR Papua Dukung Pemekaran Papua Utara untuk Perkuat Pelayanan Masyarakat
Jokowi Nilai Pergantian Kapolri Sudah Waktunya, Sebut Suyudi Sosok yang Baik
Tanah Jawara Banten dan Dua Kapolri: Dari Kapolda, Menembus Puncak Polri
RESHUFFLE BESAR! Prabowo Rombak Kabinet Merah Putih, Suyudi Jadi Kapolri, Listyo Sigit Geser ke KSP
Usai Disetujui Aklamasi DPR, Suyudi: Mari Bergandengan Tangan Berikan Pelayanan Terbaik
Aklamasi Komisi III, Suyudi Ario Seto Melangkah Jadi Kapolri: Bawa Doktrin “Polisi Bersama Masyarakat”
Ismail Asso Bongkar Borok Pemerintahan Papua Pegunungan: Dugaan Hampir Semua Pejabat SK PJS, Monarki dan KKN
Ustadz Ismail Asso Tokoh Muslim Papua Desak Kejagung Usut Tuntas Dana Puluhan Miliar Kantor Gubernur Papua Pegunungan tengah Belum Dibangun
Berita ini 3 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 6 Oktober 2026 - 18:06 WIB

DPR Papua Dukung Pemekaran Papua Utara untuk Perkuat Pelayanan Masyarakat

Selasa, 6 Oktober 2026 - 18:05 WIB

Jokowi Nilai Pergantian Kapolri Sudah Waktunya, Sebut Suyudi Sosok yang Baik

Selasa, 6 Oktober 2026 - 18:04 WIB

Tanah Jawara Banten dan Dua Kapolri: Dari Kapolda, Menembus Puncak Polri

Selasa, 6 Oktober 2026 - 18:02 WIB

RESHUFFLE BESAR! Prabowo Rombak Kabinet Merah Putih, Suyudi Jadi Kapolri, Listyo Sigit Geser ke KSP

Selasa, 6 Oktober 2026 - 18:01 WIB

Aklamasi Komisi III, Suyudi Ario Seto Melangkah Jadi Kapolri: Bawa Doktrin “Polisi Bersama Masyarakat”

Berita Terbaru