Perkembangan Penanganan Longsor di Yalimo, Jalur Trans-Papua Jayapura–Wamena Masih Terputus

- Penulis

Senin, 9 Februari 2026 - 15:35 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Papua – Kepolisian Daerah Papua menyampaikan perkembangan situasi pasca terputusnya akses jalur darat Jalan Trans-Papua yang menghubungkan Jayapura dan Wamena akibat bencana tanah longsor yang terjadi pada Minggu, 8 Februari 2026 di wilayah Kabupaten Yalimo.

Peristiwa ini dipicu oleh tingginya intensitas curah hujan yang mengguyur kawasan tersebut sejak Sabtu, 7 Februari 2026 pukul 17.00 WIT hingga Minggu, 8 Februari 2026 pukul 06.30 WIT, sehingga menyebabkan kondisi tanah labil dan memicu longsor di sejumlah titik ruas jalan yang saat ini tengah dalam proses pengerjaan peningkatan oleh PT Hutama Karya.

Berdasarkan laporan di lapangan, terdapat enam titik longsor yang mengakibatkan jalur Trans-Papua tidak dapat dilalui kendaraan dari kedua arah. Titik tersebut berada di Jalan Tanjakan Area Camp Pemilu yang mengalami putus total, Jalan Tanjakan Yahuli yang juga terputus, ruas Jalan Area Camp 90 dan Camp 80 yang tertimbun material longsor, Jembatan Kali Kil yang hanyut terbawa arus, serta ruas jalan di Area Kampung Wara yang tertimbun longsoran tanah.

Akibat kejadian ini, arus transportasi darat Jayapura–Wamena lumpuh total. Beberapa kendaraan dilaporkan tertimbun material longsor, puluhan kendaraan lainnya terjebak di sepanjang ruas jalan, serta satu unit truk roda enam berwarna kuning dilaporkan hanyut di Kali Kil.

Baca Juga :  Ciptakan Rasa Aman Ibadah Natal, Kodim 1310/Bitung Terjunkan Personelnya

Kendaraan tersebut diketahui dikemudikan oleh Saudara Udin yang saat kejadian sedang memarkirkan kendaraannya di bahu jalan. Saat longsor terjadi, material tanah menyeret kendaraan hingga jatuh ke sungai. Beruntung, pengemudi bersama rekan sopir lainnya berhasil menyelamatkan diri ke tempat aman.

Kabid Humas Polda Papua, Kombes Pol. Cahyo Sukarnito, S.I.K., M.K.P., menyampaikan bahwa hingga saat ini tidak terdapat korban jiwa dalam peristiwa tersebut, sementara kerugian materil masih dalam proses pendataan.

“Berdasarkan laporan dari jajaran Polres Yalimo, tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Namun kerugian materil masih kami lakukan pendataan karena beberapa kendaraan masih tertimbun material longsor dan ada yang terjebak di sepanjang ruas jalan tersebut,” ujar Kombes Pol. Cahyo.

Sejak Minggu siang, Polres Yalimo telah melakukan koordinasi intensif dengan pihak PT Hutama Karya. Perusahaan telah menginstruksikan para subkontraktor di sejumlah titik untuk segera menurunkan alat berat guna melakukan evakuasi kendaraan yang terjebak serta pembersihan material longsor di keenam lokasi terdampak.

Dalam perkembangan situasi pada Senin, 9 Februari 2026, proses evakuasi dan pembersihan material longsor masih terus berlangsung dengan mengutamakan faktor keselamatan personel di lapangan, mengingat kondisi tanah yang masih labil serta potensi longsor susulan akibat cuaca yang masih fluktuatif.

Baca Juga :  DGP-STTWPJ Gelar Festival Literasi dan Resiliensi Papua

Kepolisian bersama pihak perusahaan juga telah memberikan imbauan tegas kepada para pengguna jalan Trans-Papua dari arah Jayapura maupun Wamena agar untuk sementara waktu tidak mendekati zona longsoran demi keselamatan, sekaligus agar tidak menghambat proses evakuasi alat berat yang sedang bekerja di lokasi.

“Kami mengimbau masyarakat untuk menunda perjalanan melalui jalur ini dan tidak mendekat ke titik longsor. Kondisi tanah masih labil dan curah hujan di wilayah tersebut masih cukup tinggi, sehingga berpotensi terjadi longsor susulan. Informasi pembukaan akses jalan akan kami sampaikan setelah dinyatakan aman untuk dilalui,” tegas Kombes Pol. Cahyo Sukarnito.

Saat ini personel Sat Lantas Polres Yalimo tetap bersiaga di titik-titik aman untuk memberikan arahan kepada para pengguna jalan, serta melakukan pengawasan di sekitar lokasi longsor guna memastikan tidak ada masyarakat yang mencoba melintas di area berbahaya.

Polda Papua bersama instansi terkait terus berupaya maksimal agar akses jalan dapat segera dipulihkan, sekaligus memastikan keselamatan masyarakat dan kelancaran proses penanganan di lokasi terdampak bencana.(rd)

Berita Terkait

Ismail Asso Serahkan Bukti Dugaan Korupsi Dana Otsus dan APBD Papua Pegunungan ke Bareskrim Polri
Demi OAP, Ismail Asso Desak Agus Kinilik Hubi Lepas Jabatan Ketua MRP Papua Pegunungan
Ismail Asso Tokoh Papua Pegunungan Laporkan Kelemahan Tata Kelola ke KPK, Minta Audit Dana Otsus Rp12 Triliun
Ramses Wally Resmi Bergabung dengan Golkar Papua, Siap Jalankan Penugasan Partai
Hari Ke-8 Pasca Ledakan Biak, Tim Gabungan Temukan 11 Serpihan Tubuh dan Lanjutkan Pencarian Korban
Tim Gabungan Sampaikan Perkembangan Penanganan Ledakan Diduga Bom Peninggalan Perang Dunia II di Biak Numfor
Polres Jayapura Lakukan Pengamanan dan Sterilisasi Lokasi Penemuan Benda Diduga Bom di Distrik Waibu
Yanni Dorong PPIR Siapkan Generasi Pemimpin Papua Menuju 2029
Berita ini 4 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 22:19 WIB

Ismail Asso Serahkan Bukti Dugaan Korupsi Dana Otsus dan APBD Papua Pegunungan ke Bareskrim Polri

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 22:18 WIB

Demi OAP, Ismail Asso Desak Agus Kinilik Hubi Lepas Jabatan Ketua MRP Papua Pegunungan

Jumat, 7 Agustus 2026 - 13:35 WIB

Ismail Asso Tokoh Papua Pegunungan Laporkan Kelemahan Tata Kelola ke KPK, Minta Audit Dana Otsus Rp12 Triliun

Senin, 8 Juni 2026 - 21:45 WIB

Ramses Wally Resmi Bergabung dengan Golkar Papua, Siap Jalankan Penugasan Partai

Senin, 8 Juni 2026 - 04:40 WIB

Hari Ke-8 Pasca Ledakan Biak, Tim Gabungan Temukan 11 Serpihan Tubuh dan Lanjutkan Pencarian Korban

Berita Terbaru