Bukan Polisi, Tapi Angin! Gas Air Mata di Abepura Terbawa Alam, Bukan Kesengajaan Aparat

- Penulis

Jumat, 17 Oktober 2025 - 08:46 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Papua – Seorang perempuan Papua bernama Mace Hermina Oyai diduga memanfaatkan aksi unjuk rasa anarkis di kawasan Abepura, Kota Jayapura, untuk membuat konten media sosial demi keuntungan pribadi. (Rabu/15/10/2025)

Informasi yang dihimpun menyebutkan, Hermina Oyai menyusup ke tengah massa pendemo pada Rabu (15/10/2025) dengan tujuan merekam aktivitas aksi yang berujung ricuh. Setelah aksi berakhir, ia kemudian berpindah ke area sekolah yang berada cukup jauh dari lokasi kejadian dan kembali membuat konten video.

Dalam rekaman tersebut, ia menuding aparat kepolisian sebagai penyebab sejumlah anak sekolah terkena dampak gas air mata yang digunakan untuk membubarkan massa anarkis.

Baca Juga :  Jelang Hut Polwan Ke - 77, Polwan Polres Merauke dan Polwan Brimob Gelar Patroli Kasih

Padahal, menurut keterangan di lapangan, gas air mata terbawa oleh hembusan angin dan kondisi hujan, sehingga mengenai area di sekitar lokasi kejadian. Situasi ini bersifat tidak disengaja dan di luar kendali aparat.

Pertanyaannya, apakah pantas menyalahkan polisi yang menjalankan tugas, sementara arah angin ditentukan oleh alam dan bukan oleh manusia?

Sikap seperti yang ditunjukkan Mace Hermina Oyai justru memperkeruh keadaan. Alih-alih membantu menciptakan ketenangan, kontennya justru memancing emosi publik dan menggiring opini negatif terhadap aparat.

Baca Juga :  Pendeta Telius Wonda Serukan Perdamaian di Puncak Jaya: “Papua Cinta Damai”

Tindakan tersebut dinilai sebagai bentuk provokasi digital yang berpotensi memecah belah masyarakat dan mencoreng upaya aparat menjaga keamanan di Papua.

Pihak berwenang diimbau untuk menindak tegas oknum pembuat konten provokatif yang memanfaatkan situasi sensitif demi popularitas dan keuntungan pribadi.
Hukum harus ditegakkan, dan kebenaran tidak boleh dikalahkan oleh sensasi di media sosial.(rd)

Berita Terkait

Ramses Wally Resmi Bergabung dengan Golkar Papua, Siap Jalankan Penugasan Partai
Hari Ke-8 Pasca Ledakan Biak, Tim Gabungan Temukan 11 Serpihan Tubuh dan Lanjutkan Pencarian Korban
Tim Gabungan Sampaikan Perkembangan Penanganan Ledakan Diduga Bom Peninggalan Perang Dunia II di Biak Numfor
Polres Jayapura Lakukan Pengamanan dan Sterilisasi Lokasi Penemuan Benda Diduga Bom di Distrik Waibu
Yanni Dorong PPIR Siapkan Generasi Pemimpin Papua Menuju 2029
Tim Gabungan Sterilkan Lokasi Ledakan Biak, Puluhan Potongan Tubuh Kembali Ditemukan
Komitmen Perangi Narkoba Sat Resnarkoba Polresta Musnahkan Barang Bukti Narkotika
Pulihkan Keceriaan Anak-Anak Pengungsi, Polwan Polres Biak Numfor Gelar Trauma Healing
Berita ini 2 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 8 Juni 2026 - 21:45 WIB

Ramses Wally Resmi Bergabung dengan Golkar Papua, Siap Jalankan Penugasan Partai

Minggu, 7 Juni 2026 - 04:39 WIB

Tim Gabungan Sampaikan Perkembangan Penanganan Ledakan Diduga Bom Peninggalan Perang Dunia II di Biak Numfor

Minggu, 7 Juni 2026 - 04:38 WIB

Polres Jayapura Lakukan Pengamanan dan Sterilisasi Lokasi Penemuan Benda Diduga Bom di Distrik Waibu

Minggu, 7 Juni 2026 - 04:37 WIB

Yanni Dorong PPIR Siapkan Generasi Pemimpin Papua Menuju 2029

Sabtu, 6 Juni 2026 - 15:55 WIB

Tim Gabungan Sterilkan Lokasi Ledakan Biak, Puluhan Potongan Tubuh Kembali Ditemukan

Berita Terbaru