Tim Gabungan Sterilkan Lokasi Ledakan Biak, Puluhan Potongan Tubuh Kembali Ditemukan

- Penulis

Sabtu, 6 Juni 2026 - 15:55 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Papua – Tim gabungan yang terdiri dari TNI, Polri, Basarnas, serta instansi terkait terus melakukan upaya pencarian, identifikasi korban, dan sterilisasi lokasi pasca-ledakan yang diduga berasal dari bom peninggalan Perang Dunia II di kawasan Kompleks Ikan, Kabupaten Biak Numfor.

Memasuki hari keenam (H+6) pasca kejadian pada (31/05/2026), tim gabungan berhasil menyelesaikan proses sterilisasi area Ring Satu hingga mencapai 100 persen atau dinyatakan aman dari potensi ancaman lanjutan. Sebelumnya, area tersebut baru mencapai tingkat sterilisasi sekitar 75 persen.

Kapolres Biak Numfor, AKBP Ari Trestiawan, S.H., S.I.K., mengatakan bahwa meskipun Ring Satu telah dinyatakan steril, proses pencarian korban yang masih belum ditemukan serta penyelidikan penyebab ledakan akan terus dilakukan secara maksimal.

“Kami bersama seluruh unsur TNI, Basarnas, dan instansi terkait terus berupaya semaksimal mungkin dalam proses pencarian korban yang masih belum ditemukan. Area Ring Satu saat ini telah dinyatakan steril 100 persen, namun masyarakat tetap tidak diperkenankan memasuki lokasi demi keselamatan dan kelancaran proses pencarian serta penyelidikan yang masih berlangsung,” ucap Kapolres saat melakukan press release pada Jumat, (05/06/2026).

Pada hari ini, Tim Basarnas bersama tim gabungan kembali menemukan 17 potongan bagian tubuh di sekitar lokasi kejadian. Temuan tersebut selanjutnya akan diserahkan kepada Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Papua untuk dilakukan proses identifikasi.

Baca Juga :  Satgas Saber Cek Harga Bahan Pokok di Pasar Kobakma

Selain potongan tubuh, petugas juga menemukan sejumlah barang yang diduga milik korban, antara lain satu kartu keluarga atas nama Luther Raubabah, satu unit proyektor merek Sony, satu telepon genggam Samsung, satu bor listrik, satu tas, satu dompet, satu mixer, serta satu batang besi sepanjang kurang lebih 40 sentimeter.

Sementara itu, Tim DVI Polda Papua telah melakukan pemeriksaan terhadap 34 potongan jaringan tubuh yang ditemukan selama proses pencarian. Dari jumlah tersebut, enam sampel DNA postmortem berhasil diambil untuk selanjutnya dikirim ke Laboratorium DNA Bareskrim Polri guna mendukung proses identifikasi korban secara ilmiah.

Di sisi lain, Tim Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) juga menemukan 21 serpihan yang diduga merupakan bagian logam, satu mata gergaji, satu gagang gergaji besi, serta satu mata gerinda. Seluruh barang tersebut ditemukan dalam radius sekitar 50 meter dari titik yang diduga menjadi pusat ledakan.

Dalam rangka mengungkap penyebab kejadian, tim penyidik juga telah mengamankan sejumlah barang bukti dari lokasi, di antaranya tiga unit perahu, dua unit kompresor yang masing-masing terpasang selang sepanjang 150 meter dan 200 meter beserta regulator, tiga mesin tempel berkapasitas 15 PK, satu mesin tempel 40 PK, dua kantong jaring, satu pasang fins (kaki katak), satu masker selam, serta satu set sabuk pemberat penyelaman.

Baca Juga :  Program si-ipar operasi rasaka cartenz 2025 polres pegunungan bintang hadir tanamkan rasa kepercayaan diri dan semangat belajar kepada anak-anak di kota oksibil kab. pegunungan bintang

AKBP Ari menegaskan bahwa seluruh temuan di lokasi akan menjadi bagian penting dalam proses penyelidikan untuk mengungkap secara jelas kronologi dan penyebab ledakan.

“Kami memastikan seluruh barang bukti yang ditemukan akan diperiksa secara mendalam oleh tim penyidik dan laboratorium forensik. Fokus kami saat ini adalah menemukan korban yang masih belum ditemukan, mengidentifikasi seluruh korban secara akurat, serta mengungkap secara tuntas penyebab peristiwa ini,” tegasnya.

Hingga saat ini, seluruh korban luka telah dinyatakan menjalani rawat jalan dan mendapatkan pendampingan melalui posko yang telah disiapkan oleh pemerintah daerah bersama unsur terkait.

Sementara itu, Kasi Ops Basarnas Kabupaten Biak Numfor, Andarias Alik S. E, mengatakan operasi pencarian dan pertolongan (SAR) dijadwalkan memasuki tahap akhir. Namun demikian, apabila terdapat pertimbangan dari pemerintah daerah maupun pihak keluarga korban, operasi pencarian masih dapat diperpanjang sesuai kebutuhan di lapangan.

Tim gabungan menegaskan komitmennya untuk terus bekerja secara maksimal hingga seluruh proses pencarian, identifikasi korban, dan penyelidikan dapat diselesaikan dengan baik.(WD)

Berita Terkait

DPR Papua Dukung Pemekaran Papua Utara untuk Perkuat Pelayanan Masyarakat
Jokowi Nilai Pergantian Kapolri Sudah Waktunya, Sebut Suyudi Sosok yang Baik
Tanah Jawara Banten dan Dua Kapolri: Dari Kapolda, Menembus Puncak Polri
RESHUFFLE BESAR! Prabowo Rombak Kabinet Merah Putih, Suyudi Jadi Kapolri, Listyo Sigit Geser ke KSP
Usai Disetujui Aklamasi DPR, Suyudi: Mari Bergandengan Tangan Berikan Pelayanan Terbaik
Aklamasi Komisi III, Suyudi Ario Seto Melangkah Jadi Kapolri: Bawa Doktrin “Polisi Bersama Masyarakat”
Ismail Asso Bongkar Borok Pemerintahan Papua Pegunungan: Dugaan Hampir Semua Pejabat SK PJS, Monarki dan KKN
Ustadz Ismail Asso Tokoh Muslim Papua Desak Kejagung Usut Tuntas Dana Puluhan Miliar Kantor Gubernur Papua Pegunungan tengah Belum Dibangun
Berita ini 8 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 6 Oktober 2026 - 18:06 WIB

DPR Papua Dukung Pemekaran Papua Utara untuk Perkuat Pelayanan Masyarakat

Selasa, 6 Oktober 2026 - 18:05 WIB

Jokowi Nilai Pergantian Kapolri Sudah Waktunya, Sebut Suyudi Sosok yang Baik

Selasa, 6 Oktober 2026 - 18:04 WIB

Tanah Jawara Banten dan Dua Kapolri: Dari Kapolda, Menembus Puncak Polri

Selasa, 6 Oktober 2026 - 18:02 WIB

RESHUFFLE BESAR! Prabowo Rombak Kabinet Merah Putih, Suyudi Jadi Kapolri, Listyo Sigit Geser ke KSP

Selasa, 6 Oktober 2026 - 18:01 WIB

Usai Disetujui Aklamasi DPR, Suyudi: Mari Bergandengan Tangan Berikan Pelayanan Terbaik

Berita Terbaru