Polres Jayapura Lakukan Pengamanan dan Sterilisasi Lokasi Penemuan Benda Diduga Bom di Distrik Waibu

- Penulis

Minggu, 7 Juni 2026 - 04:38 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Papua – Personel Polres Jayapura bergerak cepat menindaklanjuti laporan masyarakat terkait penemuan sebuah benda yang diduga menyerupai bom beserta dua buah proyektil di Kompleks Wawung, depan Perumahan Doyo Grand, Distrik Waibu, Kabupaten Jayapura, Sabtu (6/6/2026).

Penemuan tersebut pertama kali dilaporkan oleh seorang warga yang mengaku menemukan benda tersebut sekitar satu minggu lalu di sekitar aliran kali yang berada tidak jauh dari tempat tinggalnya. Benda tersebut diduga terbawa arus banjir yang sebelumnya terjadi di kawasan tersebut.

Menurut keterangan warga, saat menemukan benda tersebut, ia juga melihat dua buah proyektil yang menyerupai peluru berada di sekitar lokasi. Demi menghindari kemungkinan benda tersebut ditemukan dan dimainkan oleh anak-anak yang sering beraktivitas di sekitar kali, benda tersebut kemudian dipindahkan sejauh kurang lebih 15 meter ke depan rumahnya untuk diamankan sementara.

Menerima laporan dari masyarakat pada pukul 11.19 WIT, personel piket Polres Jayapura segera merespons dengan mendatangi lokasi kejadian yang dipimpin oleh Piket Samapta Regu I Polres Jayapura, IPDA Rahmat, S.H. Setibanya di lokasi, petugas mendapati benda yang diduga menyerupai bom berada di depan rumah warga yang melaporkan penemuan tersebut.

Baca Juga :  Seleksi SIPSS 2026, Polda Papua Laksanakan Uji Kesamaptaan Jasmani

Sebagai langkah awal pengamanan, personel langsung melakukan sterilisasi lokasi dan memasang garis polisi (police line) guna mencegah masyarakat mendekati area penemuan.

Kapolres Jayapura AKBP Dionisius V. D. P. Helan, S.I.K., M.H., M.Tr.Mil., mengapresiasi kesadaran masyarakat yang segera melaporkan penemuan benda mencurigakan kepada pihak kepolisian.

“Kami mengimbau masyarakat agar tidak menyentuh, memindahkan, ataupun mencoba membuka benda yang dicurigai sebagai bahan peledak atau benda berbahaya lainnya. Langkah yang paling tepat adalah segera melaporkannya kepada aparat keamanan agar dapat ditangani sesuai prosedur. Keselamatan masyarakat merupakan prioritas utama kami,” tegas Kapolres.

Lebih lanjut, Kapolres menjelaskan bahwa tindakan cepat personel di lapangan merupakan bagian dari upaya preventif untuk mengantisipasi potensi risiko yang dapat membahayakan masyarakat maupun lingkungan sekitar.

“Kami telah melakukan pengamanan dan sterilisasi lokasi untuk memastikan situasi tetap aman dan terkendali. Kami juga mengimbau masyarakat untuk tidak mendekati lokasi dan mengikuti arahan petugas demi keselamatan bersama,” tambahnya.

Baca Juga :  Lambert Pekikir: Jangan Ada Intimidasi, Biarkan Demokrasi Berjalan di Keerom

Sementara itu, Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol. Cahyo Sukarnito, S.I.K., M.K.P., mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh informasi yang belum dapat dipastikan kebenarannya.

Ia juga mengingatkan bahwa tidak menutup kemungkinan masih terdapat benda lain yang serupa di sekitar lokasi mengingat benda tersebut diduga terbawa arus banjir dan belum diketahui asal-usulnya.

“Apabila masyarakat menemukan benda yang mencurigakan, baik yang menyerupai bahan peledak, amunisi, maupun benda berbahaya lainnya, segera laporkan kepada pihak kepolisian. Jangan menyentuh, memindahkan, atau mencoba membongkarnya karena dapat membahayakan keselamatan diri sendiri maupun orang lain,” tambahnya.

Saat ini, Polres Jayapura bersama Unit Jibom Detasemen Gegana Sat Brimob Polda Papua terus melakukan pengamanan dan pemantauan di sekitar lokasi penemuan guna memastikan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat tetap aman serta kondusif.

Kepolisian berkomitmen untuk menangani setiap potensi ancaman secara profesional, cepat, dan sesuai standar operasional yang berlaku demi memberikan rasa aman kepada masyarakat.(red)

Berita Terkait

Ismail Asso Serahkan Bukti Dugaan Korupsi Dana Otsus dan APBD Papua Pegunungan ke Bareskrim Polri
Demi OAP, Ismail Asso Desak Agus Kinilik Hubi Lepas Jabatan Ketua MRP Papua Pegunungan
Ismail Asso Tokoh Papua Pegunungan Laporkan Kelemahan Tata Kelola ke KPK, Minta Audit Dana Otsus Rp12 Triliun
Ramses Wally Resmi Bergabung dengan Golkar Papua, Siap Jalankan Penugasan Partai
Hari Ke-8 Pasca Ledakan Biak, Tim Gabungan Temukan 11 Serpihan Tubuh dan Lanjutkan Pencarian Korban
Tim Gabungan Sampaikan Perkembangan Penanganan Ledakan Diduga Bom Peninggalan Perang Dunia II di Biak Numfor
Yanni Dorong PPIR Siapkan Generasi Pemimpin Papua Menuju 2029
Tim Gabungan Sterilkan Lokasi Ledakan Biak, Puluhan Potongan Tubuh Kembali Ditemukan
Berita ini 5 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 22:19 WIB

Ismail Asso Serahkan Bukti Dugaan Korupsi Dana Otsus dan APBD Papua Pegunungan ke Bareskrim Polri

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 22:18 WIB

Demi OAP, Ismail Asso Desak Agus Kinilik Hubi Lepas Jabatan Ketua MRP Papua Pegunungan

Jumat, 7 Agustus 2026 - 13:35 WIB

Ismail Asso Tokoh Papua Pegunungan Laporkan Kelemahan Tata Kelola ke KPK, Minta Audit Dana Otsus Rp12 Triliun

Senin, 8 Juni 2026 - 21:45 WIB

Ramses Wally Resmi Bergabung dengan Golkar Papua, Siap Jalankan Penugasan Partai

Senin, 8 Juni 2026 - 04:40 WIB

Hari Ke-8 Pasca Ledakan Biak, Tim Gabungan Temukan 11 Serpihan Tubuh dan Lanjutkan Pencarian Korban

Berita Terbaru