Jhon Kogoya Serukan Masyarakat Nabire Bijak Sikapi Isu Jelang HUT RI ke-81

- Penulis

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 19:59 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Nabire – Menjelang peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Ketua Lembaga Masyarakat Adat (LMA) Provinsi Papua Tengah, Jhon Kogoya, mengajak seluruh masyarakat di Kabupaten Nabire untuk bersama-sama menjaga keamanan dan tidak mudah terpengaruh oleh isu-isu negatif.

Jhon Kogoya mengatakan, menjelang perayaan HUT Kemerdekaan RI, masyarakat di Papua Tengah, khususnya Nabire, perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai informasi yang beredar. Hal tersebut menyusul adanya isu mengenai larangan mengikuti kegiatan peringatan HUT RI yang disebut berasal dari kelompok-kelompok yang berseberangan.

Ia meminta masyarakat tidak langsung mempercayai maupun menyebarkan informasi yang belum diketahui kebenarannya karena dapat memicu keresahan dan mengganggu situasi keamanan yang selama ini telah terjaga.

“Saya mengajak seluruh masyarakat untuk tetap tenang. Jangan mudah percaya dengan informasi yang belum jelas sumber dan kebenarannya. Kita harus bisa memilah informasi dan tidak memberikan kesempatan kepada pihak-pihak tertentu untuk memecah persatuan masyarakat,” kata Jhon.

Baca Juga :  Ayub Kobogau Ajak Masyarakat Paniai Jaga Kamtibmas dan Tidak Mudah Terprovokasi

Sebagai Ketua LMA sekaligus tokoh masyarakat, Jhon menegaskan bahwa kedamaian merupakan kepentingan bersama. Menurutnya, perbedaan pandangan tidak seharusnya menjadi alasan bagi masyarakat untuk saling bermusuhan ataupun melakukan tindakan yang dapat merugikan diri sendiri dan orang lain.

“Kami para tokoh adat dan tokoh masyarakat sangat menginginkan Tanah Papua tetap aman dan damai. Karena itu, mari kita tinggalkan segala bentuk provokasi dan bersama-sama menjaga situasi tetap kondusif, khususnya menjelang HUT Kemerdekaan RI,” ujarnya.

Lebih lanjut, Jhon menyampaikan bahwa pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat harus menjadi perhatian bersama. Salah satu sektor yang menurutnya perlu mendapat perhatian serius adalah pendidikan.

Ia menilai masih terdapat anak-anak Papua yang harus berhenti sekolah karena keterbatasan ekonomi keluarga. Kondisi tersebut, kata Jhon, perlu menjadi perhatian pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan agar generasi muda Papua tidak kehilangan kesempatan untuk memperoleh pendidikan yang layak.

Baca Juga :  Dewan Adat Sentani, Yakob Fiobetauw serukan bahwa 1 Mei Jangan Dijadikan untuk Mengganggu Kamtibmas

“Pendidikan merupakan salah satu kunci untuk membangun masa depan Papua. Anak-anak kita harus mendapatkan kesempatan yang sama untuk bersekolah dan meraih cita-cita. Jangan sampai keterbatasan ekonomi membuat mereka kehilangan masa depan,” tuturnya.

Jhon menambahkan, pihaknya akan terus membangun komunikasi dan bekerja sama dengan pemerintah daerah dalam mendorong program-program yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat, terutama dalam bidang pendidikan dan kesejahteraan.

Ia berharap momentum HUT ke-81 Kemerdekaan RI dapat dimaknai sebagai kesempatan untuk memperkuat persatuan dan kepedulian antarsesama.

“Mari kita rayakan kemerdekaan dengan menjaga kedamaian. Jangan terprovokasi oleh isu apa pun yang dapat mengganggu keamanan. Kita semua memiliki tanggung jawab untuk menciptakan Nabire dan Tanah Papua yang aman, damai serta sejahtera,” pungkas Jhon Kogoya.(rd)

Berita Terkait

Jaga Persatuan, Tokoh Adat Saireri Ajak Masyarakat Hindari Tindakan Provokatif
Kepala Suku Besar Puncak Kecam Aksi Kriminal dan Imbau Warga Waspadai Musim Kemarau
Pemuda Intelektual Puncak Jaya Ajak Warga Tak Terprovokasi Situasi di Luar Daerah
Tokoh Adat Kamoro Imbau Masyarakat Mimika Tak Mudah Terprovokasi Isu
Kepala Suku Damal Ajak Semua Pihak Jaga Kamtibmas dan Redam Konflik
Tokoh Masyarakat Oksibil Dorong Persatuan untuk Wujudkan Pegunungan Bintang yang Aman
“kantor Komnas Ham Perwakilan Papua Diduga Menjadi Sasaran Lemparan Bom Molotov”
Sikapi Rencana Aksi Demo, Benhur Yaboisembut Serukan Kedamaian di Tanah Papua
Berita ini 5 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 17 September 2026 - 13:23 WIB

Jaga Persatuan, Tokoh Adat Saireri Ajak Masyarakat Hindari Tindakan Provokatif

Senin, 14 September 2026 - 09:17 WIB

Kepala Suku Besar Puncak Kecam Aksi Kriminal dan Imbau Warga Waspadai Musim Kemarau

Sabtu, 12 September 2026 - 22:33 WIB

Pemuda Intelektual Puncak Jaya Ajak Warga Tak Terprovokasi Situasi di Luar Daerah

Jumat, 11 September 2026 - 15:59 WIB

Tokoh Adat Kamoro Imbau Masyarakat Mimika Tak Mudah Terprovokasi Isu

Jumat, 11 September 2026 - 13:23 WIB

Kepala Suku Damal Ajak Semua Pihak Jaga Kamtibmas dan Redam Konflik

Berita Terbaru