Ismail Asso Tokoh Papua Pegunungan Laporkan Kelemahan Tata Kelola ke KPK, Minta Audit Dana Otsus Rp12 Triliun

- Penulis

Jumat, 7 Agustus 2026 - 13:35 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta – Sejumlah tokoh masyarakat Provinsi Papua Pegunungan mendatangi Gedung KPK, Jakarta, Jumat 7 Agustus 2026. Melaporkan kelemahan tata kelola pemerintahan dan meminta KPK membentuk tim gabungan untuk mengaudit penggunaan Dana Otonomi Khusus di 5 Provinsi Papua.

Wawancara di lokasi, 3 orang perwakilan tampak memberikan keterangan kepada wartawan di depan Gedung Merah Putih KPK.

Salah satu perwakilan, Ustad Ismail Asso mengatakan pihaknya ingin membantu proses pelaksanaan pemerintahan di Provinsi Papua Pegunungan yang dinilai masih lemah dari sisi sumber daya manusia.

“Kami ingin membantu beliau proses pelaksanaan pemerintahan tata kelola Provinsi Papua Pegunungan yang sangat lemah dengan sumber daya manusia. Ketika daerah otonomi baru itu berjalan banyak terjadi kepincangan proses pelayanan publik, birokrasi tidak berjalan secara maksimal,” ujar ustad ismail asso dalam keterangannya.

Baca Juga :  Warga 14 Kampung Usulkan Perda Keamanan, Pemkot Jayapura Siapkan Kajian

Temukan Kelemahan Fungsi Pemerintahan
Ismail asso menyoroti sejumlah kelemahan, mulai dari Majelis Rakyat Papua yang tidak berfungsi, belum adanya DPA, hingga banyak SKPD/OPD yang masih diisi Pelaksana Tugas. Ia juga menyebut belum efektifnya koordinasi antara Gubernur dan Wakil Gubernur Papua Pegunungan.

“Kami ingin melaporkan terutama kepada Presiden Republik Indonesia agar supaya kami dibantu. Provinsi yang baru sehingga kita sama-sama membantu Gubernur yang saat ini melaksanakan tugas,” lanjutnya.

Ismaya Asso Minta KPK Bentuk Tim Gabungan Audit Otsus
Poin utama laporan mereka adalah permintaan audit menyeluruh terhadap Dana Otonomi Khusus yang angkanya naik dari Rp10 triliun menjadi Rp12 triliun.

“Kami laporkan secara resmi ke KPK agar KPK turun. Tidak hanya Provinsi Papua Pegunungan, tapi keseluruhan 5 Provinsi Papua perlu dilakukan audit,” tegasnya.

Baca Juga :  Polres Biak Libatkan Puluhan Personel Amankan Ibadah Jumat Agung dan Paskah

Ustad Ismail Asso desak dan meminta KPK membentuk tim independen gabungan bersama PPATK, BPK, dan Kabareskrim Mabes Polri untuk mengaudit penggunaan dana tersebut hingga ke tingkat bawah.

Ia juga menyinggung temuan BPK di Papua Pegunungan terkait adanya uang senilai Rp2 miliar yang diduga sebagai suap yang dilakukan oknum di DPRP Papua Pegunungan.

“Terjadinya raja-raja kecil yang kemudian menguasai uang otonomi khusus. Sasarannya bukan lagi pemberdayaan pembangunan masyarakat, tetapi uang,” ungkapnya.

Ustad Ismail Asso mengajak seluruh tokoh agama dan media untuk sama-sama mengawal jalannya pemerintahan agar pelayanan publik tidak mengecewakan masyarakat Papua.

“Kita membantu teman-teman MRP, membantu teman-teman DPRP agar supaya proses pelaksanaan pemerintahan itu baik dan sesuai,” tutupnya.(red)

Berita Terkait

DPR Papua Dukung Pemekaran Papua Utara untuk Perkuat Pelayanan Masyarakat
Jokowi Nilai Pergantian Kapolri Sudah Waktunya, Sebut Suyudi Sosok yang Baik
Tanah Jawara Banten dan Dua Kapolri: Dari Kapolda, Menembus Puncak Polri
RESHUFFLE BESAR! Prabowo Rombak Kabinet Merah Putih, Suyudi Jadi Kapolri, Listyo Sigit Geser ke KSP
Usai Disetujui Aklamasi DPR, Suyudi: Mari Bergandengan Tangan Berikan Pelayanan Terbaik
Aklamasi Komisi III, Suyudi Ario Seto Melangkah Jadi Kapolri: Bawa Doktrin “Polisi Bersama Masyarakat”
Ismail Asso Bongkar Borok Pemerintahan Papua Pegunungan: Dugaan Hampir Semua Pejabat SK PJS, Monarki dan KKN
Ustadz Ismail Asso Tokoh Muslim Papua Desak Kejagung Usut Tuntas Dana Puluhan Miliar Kantor Gubernur Papua Pegunungan tengah Belum Dibangun
Berita ini 1 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 6 Oktober 2026 - 18:06 WIB

DPR Papua Dukung Pemekaran Papua Utara untuk Perkuat Pelayanan Masyarakat

Selasa, 6 Oktober 2026 - 18:05 WIB

Jokowi Nilai Pergantian Kapolri Sudah Waktunya, Sebut Suyudi Sosok yang Baik

Selasa, 6 Oktober 2026 - 18:04 WIB

Tanah Jawara Banten dan Dua Kapolri: Dari Kapolda, Menembus Puncak Polri

Selasa, 6 Oktober 2026 - 18:02 WIB

RESHUFFLE BESAR! Prabowo Rombak Kabinet Merah Putih, Suyudi Jadi Kapolri, Listyo Sigit Geser ke KSP

Selasa, 6 Oktober 2026 - 18:01 WIB

Usai Disetujui Aklamasi DPR, Suyudi: Mari Bergandengan Tangan Berikan Pelayanan Terbaik

Berita Terbaru