Wamendagri Dorong Penyelesaian Konflik Papua Pegunungan Libatkan Tokoh Gereja dan Adat

- Penulis

Minggu, 24 Mei 2026 - 22:07 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Papua – Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) RI Ribka Haluk menegaskan bahwa setiap persoalan yang terjadi di wilayah Papua Pegunungan sebaiknya diselesaikan secara baik dengan melibatkan tokoh gereja, tokoh adat, serta elemen masyarakat setempat guna menjaga stabilitas keamanan dan memperkuat perdamaian di tengah masyarakat.

Hal tersebut disampaikan Ribka Haluk saat menghadiri prosesi perdamaian konflik suku yang berlangsung di Mapolres Jayawijaya, Papua Pegunungan.

Dalam kesempatan itu, ia mengajak seluruh masyarakat untuk mengedepankan musyawarah dan penyelesaian secara berjenjang mulai dari lingkungan keluarga hingga tingkat kampung dan kelurahan.

Menurut Ribka, penyelesaian masalah tidak harus selalu dibawa ke ranah pemerintahan apabila masih dapat diselesaikan melalui pendekatan adat dan keagamaan yang selama ini menjadi bagian penting dalam kehidupan masyarakat Papua Pegunungan.

Baca Juga :  Pemuda Adat Tabi: Warga Harus Jadi Garda Terdepan Perdamaian di Papua

“Kalau ada masalah supaya diselesaikan dengan baik-baik, tidak perlu dibawa ke pemerintah tetapi penyelesaiannya dapat melibatkan tokoh gereja dan adat,” ujar Ribka Haluk.

Ia menjelaskan bahwa masyarakat Papua Pegunungan telah hidup berdampingan dengan nilai-nilai keagamaan dan adat yang kuat sehingga setiap perselisihan diharapkan dapat diselesaikan secara damai tanpa menimbulkan konflik berkepanjangan maupun perang suku.

Ribka juga mengingatkan pentingnya peran tokoh agama, tokoh adat, dan tokoh intelektual dalam menjaga persatuan serta membangun suasana kondusif di Papua Pegunungan.

Baca Juga :  Satgasda Pangan Papua Pantau Harga Komoditas di Oksibil, Sejumlah Bahan Pokok Naik Akibat Ongkos Angkut Udara

Menurutnya, seluruh elemen masyarakat harus bersatu untuk mendukung pembangunan daerah dan menciptakan kehidupan sosial yang aman dan harmonis.

Selain itu, pemerintah pusat melalui Kementerian Dalam Negeri memastikan akan terus hadir dalam membantu penyelesaian konflik sosial di Papua Pegunungan melalui koordinasi lintas sektor bersama pemerintah daerah, aparat keamanan, tokoh adat, dan tokoh agama.

Wamendagri berharap proses rekonsiliasi yang sedang berjalan dapat memperkuat perdamaian di Wamena dan wilayah Papua Pegunungan secara umum sehingga aktivitas masyarakat dapat kembali berjalan normal dan kondusif.(RED)

Berita Terkait

Ramses Wally Resmi Bergabung dengan Golkar Papua, Siap Jalankan Penugasan Partai
Hari Ke-8 Pasca Ledakan Biak, Tim Gabungan Temukan 11 Serpihan Tubuh dan Lanjutkan Pencarian Korban
Tim Gabungan Sampaikan Perkembangan Penanganan Ledakan Diduga Bom Peninggalan Perang Dunia II di Biak Numfor
Polres Jayapura Lakukan Pengamanan dan Sterilisasi Lokasi Penemuan Benda Diduga Bom di Distrik Waibu
Yanni Dorong PPIR Siapkan Generasi Pemimpin Papua Menuju 2029
Tim Gabungan Sterilkan Lokasi Ledakan Biak, Puluhan Potongan Tubuh Kembali Ditemukan
Komitmen Perangi Narkoba Sat Resnarkoba Polresta Musnahkan Barang Bukti Narkotika
Pulihkan Keceriaan Anak-Anak Pengungsi, Polwan Polres Biak Numfor Gelar Trauma Healing
Berita ini 5 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 8 Juni 2026 - 21:45 WIB

Ramses Wally Resmi Bergabung dengan Golkar Papua, Siap Jalankan Penugasan Partai

Senin, 8 Juni 2026 - 04:40 WIB

Hari Ke-8 Pasca Ledakan Biak, Tim Gabungan Temukan 11 Serpihan Tubuh dan Lanjutkan Pencarian Korban

Minggu, 7 Juni 2026 - 04:39 WIB

Tim Gabungan Sampaikan Perkembangan Penanganan Ledakan Diduga Bom Peninggalan Perang Dunia II di Biak Numfor

Minggu, 7 Juni 2026 - 04:38 WIB

Polres Jayapura Lakukan Pengamanan dan Sterilisasi Lokasi Penemuan Benda Diduga Bom di Distrik Waibu

Minggu, 7 Juni 2026 - 04:37 WIB

Yanni Dorong PPIR Siapkan Generasi Pemimpin Papua Menuju 2029

Berita Terbaru