Papua Damai, Tokoh Adat Ingatkan Warga Jangan Terpengaruh Provokasi

- Penulis

Jumat, 5 September 2025 - 11:39 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Papua – Sejumlah tokoh adat dan masyarakat di Papua Barat Daya mengimbau warga agar tidak mudah terprovokasi isu maupun ajakan yang berpotensi mengganggu keamanan. Seruan ini disampaikan menyusul pemindahan empat tahanan kasus makar dari Sorong ke Makassar.

Tokoh adat Aitinyo Raya, Kabupaten Maybrat, yang juga anggota Majelis Rakyat Papua (MRP) Papua Barat Daya, Demak Siji, menegaskan pentingnya menahan diri serta tidak terlibat dalam aksi anarkis.

“Saya pesan kepada seluruh orang Maybrat, baik di Kabupaten Maybrat maupun di Sorong, agar jangan ikut mencampuri demo-demo. Banyak yang jadi korban bahkan ditahan, dan itu merugikan kita sendiri,” ujarnya.

Baca Juga :  Ketua Dewan Adat Suku Damal Kritik Pidato Ketua Sinode GKI di Tanah Papua

Demak mengingatkan agar masyarakat mengutamakan masa depan generasi muda.

“Mari kita pikirkan masa depan anak-anak kita agar tetap aman, sehat, dan bisa bekerja untuk hidup yang lebih baik dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia,” tambahnya.

Senada, Kepala Suku Binasket Kabupaten Sorong, Moses Kaliele, mengimbau masyarakat tetap tenang dan tidak terprovokasi pihak-pihak tertentu.

“Saya mengimbau kepada seluruh masyarakat Kabupaten Sorong untuk tidak terprovokasi oleh pihak-pihak yang sengaja menciptakan keributan,” tegasnya.

Moses juga mengajak seluruh elemen masyarakat bersatu menjaga kedamaian.

“Saya berharap tokoh masyarakat, tokoh agama, dan tokoh pemuda bersama-sama menjaga wilayah kita agar tetap aman dan kondusif,” ujarnya.

Baca Juga :  FKUB Jayapura Imbau Warga Hargai Putusan MK dan Jaga Papua Tetap Damai

Hal serupa disampaikan Moses Parebabo, Tokoh Masyarakat Biak Karon sekaligus Kepala Kampung Ruaf, Kabupaten Tambrauw.

“Saya mengajak masyarakat Biak Karon di Kabupaten Tambrauw agar tidak terpengaruh isu-isu negatif. Mari kita ciptakan Tambrauw yang aman dan kondusif demi kepentingan bersama,” katanya.

Para tokoh Papua Barat Daya sepakat bahwa keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) merupakan tanggung jawab bersama. Karena itu, dibutuhkan kerja sama antara masyarakat, pemerintah daerah, serta aparat keamanan untuk memastikan kedamaian tetap terjaga di Papua.(rd)

Berita Terkait

Ismail Asso Serahkan Bukti Dugaan Korupsi Dana Otsus dan APBD Papua Pegunungan ke Bareskrim Polri
Demi OAP, Ismail Asso Desak Agus Kinilik Hubi Lepas Jabatan Ketua MRP Papua Pegunungan
Ismail Asso Tokoh Papua Pegunungan Laporkan Kelemahan Tata Kelola ke KPK, Minta Audit Dana Otsus Rp12 Triliun
Ramses Wally Resmi Bergabung dengan Golkar Papua, Siap Jalankan Penugasan Partai
Hari Ke-8 Pasca Ledakan Biak, Tim Gabungan Temukan 11 Serpihan Tubuh dan Lanjutkan Pencarian Korban
Tim Gabungan Sampaikan Perkembangan Penanganan Ledakan Diduga Bom Peninggalan Perang Dunia II di Biak Numfor
Polres Jayapura Lakukan Pengamanan dan Sterilisasi Lokasi Penemuan Benda Diduga Bom di Distrik Waibu
Yanni Dorong PPIR Siapkan Generasi Pemimpin Papua Menuju 2029
Berita ini 2 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 22:19 WIB

Ismail Asso Serahkan Bukti Dugaan Korupsi Dana Otsus dan APBD Papua Pegunungan ke Bareskrim Polri

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 22:18 WIB

Demi OAP, Ismail Asso Desak Agus Kinilik Hubi Lepas Jabatan Ketua MRP Papua Pegunungan

Jumat, 7 Agustus 2026 - 13:35 WIB

Ismail Asso Tokoh Papua Pegunungan Laporkan Kelemahan Tata Kelola ke KPK, Minta Audit Dana Otsus Rp12 Triliun

Senin, 8 Juni 2026 - 21:45 WIB

Ramses Wally Resmi Bergabung dengan Golkar Papua, Siap Jalankan Penugasan Partai

Senin, 8 Juni 2026 - 04:40 WIB

Hari Ke-8 Pasca Ledakan Biak, Tim Gabungan Temukan 11 Serpihan Tubuh dan Lanjutkan Pencarian Korban

Berita Terbaru