Tokoh Muslim Papua Soroti Isu Kolonialisme dalam Film Dokumenter “Pesta Babi”

- Penulis

Kamis, 4 Juni 2026 - 17:08 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Papua – Tokoh Muslim Papua, Thaha Alhamid, menyoroti berbagai isu yang diangkat dalam film dokumenter Pesta Babi: Kolonialisme di Zaman Kita yang membahas dinamika sosial, ekonomi, dan pembangunan di Tanah Papua.

Menurutnya, film tersebut menggambarkan sejumlah persoalan yang selama ini dirasakan oleh sebagian masyarakat Papua, khususnya yang berkaitan dengan pengelolaan sumber daya alam, pembangunan, serta dampaknya terhadap kehidupan masyarakat adat.

Dalam keterangannya, Thaha Alhamid menilai bahwa substansi yang disampaikan dalam film tersebut bukanlah hal baru bagi masyarakat Papua.

Ia menyebut berbagai persoalan yang ditampilkan merupakan realitas yang telah berlangsung dalam kurun waktu yang cukup panjang dan masih menjadi perhatian berbagai kalangan hingga saat ini.

Film dokumenter tersebut mengangkat beragam perspektif mengenai hubungan antara pembangunan, investasi, dan kondisi sosial masyarakat Papua.

Melalui sejumlah narasi dan testimoni yang ditampilkan, film ini berupaya memberikan gambaran mengenai tantangan yang dihadapi masyarakat lokal di tengah berbagai perubahan yang terjadi di Papua.

Baca Juga :  Jamin Keamanan Umat Kristiani, Polres Sarmi Turunkan Personel Amankan Ibadah Natal

Thaha Alhamid mengatakan bahwa pembangunan di Papua seharusnya tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan ekonomi semata, tetapi juga mampu menjamin perlindungan hak-hak masyarakat adat serta memberikan manfaat yang adil dan merata bagi masyarakat setempat.

“Papua membutuhkan pembangunan yang berpihak kepada masyarakat dan menghormati hak-hak masyarakat adat. Berbagai persoalan yang disampaikan dalam film ini hendaknya menjadi bahan refleksi bersama agar pembangunan yang dilakukan benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat Papua secara luas,” ujar Thaha Alhamid.

Ia menambahkan bahwa dialog yang konstruktif antara pemerintah, masyarakat adat, tokoh agama, akademisi, dan seluruh pemangku kepentingan perlu terus diperkuat guna mencari solusi terhadap berbagai persoalan yang masih berkembang di Papua.

Baca Juga :  Satgas Pangan Polda Papua Pantau Harga Bahan Pokok Jelang Ramadhan, Ditreskrimsus Pastikan Stok Aman dan Harga Stabil

“Perbedaan pandangan merupakan hal yang wajar dalam masyarakat demokratis. Yang terpenting adalah bagaimana seluruh pihak dapat membangun komunikasi yang baik, saling mendengar, dan bersama-sama mencari solusi demi terciptanya Papua yang aman, damai, dan sejahtera,” tambahnya.

Munculnya film dokumenter tersebut telah menarik perhatian publik karena mengangkat isu-isu yang berkaitan dengan pembangunan, keadilan sosial, dan pengelolaan sumber daya alam di Papua. Berbagai tanggapan yang muncul menunjukkan bahwa tema-tema tersebut masih menjadi bagian penting dalam diskursus publik mengenai masa depan Papua.

Melalui pendekatan dialogis dan penyampaian informasi yang berimbang, diharapkan berbagai pandangan yang berkembang dapat menjadi sarana untuk memperkuat pemahaman bersama serta mendukung terciptanya stabilitas sosial dan pembangunan yang inklusif, berkeadilan, dan berkelanjutan di Tanah Papua.(FR)

Berita Terkait

DPR Papua Dukung Pemekaran Papua Utara untuk Perkuat Pelayanan Masyarakat
Jokowi Nilai Pergantian Kapolri Sudah Waktunya, Sebut Suyudi Sosok yang Baik
Tanah Jawara Banten dan Dua Kapolri: Dari Kapolda, Menembus Puncak Polri
RESHUFFLE BESAR! Prabowo Rombak Kabinet Merah Putih, Suyudi Jadi Kapolri, Listyo Sigit Geser ke KSP
Usai Disetujui Aklamasi DPR, Suyudi: Mari Bergandengan Tangan Berikan Pelayanan Terbaik
Aklamasi Komisi III, Suyudi Ario Seto Melangkah Jadi Kapolri: Bawa Doktrin “Polisi Bersama Masyarakat”
Ismail Asso Bongkar Borok Pemerintahan Papua Pegunungan: Dugaan Hampir Semua Pejabat SK PJS, Monarki dan KKN
Ustadz Ismail Asso Tokoh Muslim Papua Desak Kejagung Usut Tuntas Dana Puluhan Miliar Kantor Gubernur Papua Pegunungan tengah Belum Dibangun
Berita ini 8 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 6 Oktober 2026 - 18:06 WIB

DPR Papua Dukung Pemekaran Papua Utara untuk Perkuat Pelayanan Masyarakat

Selasa, 6 Oktober 2026 - 18:05 WIB

Jokowi Nilai Pergantian Kapolri Sudah Waktunya, Sebut Suyudi Sosok yang Baik

Selasa, 6 Oktober 2026 - 18:04 WIB

Tanah Jawara Banten dan Dua Kapolri: Dari Kapolda, Menembus Puncak Polri

Selasa, 6 Oktober 2026 - 18:02 WIB

RESHUFFLE BESAR! Prabowo Rombak Kabinet Merah Putih, Suyudi Jadi Kapolri, Listyo Sigit Geser ke KSP

Selasa, 6 Oktober 2026 - 18:01 WIB

Usai Disetujui Aklamasi DPR, Suyudi: Mari Bergandengan Tangan Berikan Pelayanan Terbaik

Berita Terbaru