Tokoh Adat Tabi Hironimus Taime Serukan Penghentian Konflik Bersenjata dan Ajak Generasi Muda Bangun Papua

- Penulis

Senin, 16 Februari 2026 - 19:47 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Papua – Tokoh Adat Tabi dari Jayapura, Hironimus Taime, menyampaikan seruan terbuka kepada generasi muda Papua yang masih memilih jalur bersenjata dengan alasan perjuangan kemerdekaan.

Ia menegaskan bahwa konflik yang terus berlangsung hanya memperpanjang penderitaan masyarakat dan menghambat pembangunan di Tanah Papua.

Dalam keterangannya, Taime menyebut bahwa perdebatan mengenai status politik Papua kerap mengabaikan dampak kemanusiaan yang dirasakan langsung oleh rakyat kecil.

Menurutnya, suara tembakan yang masih terdengar di sejumlah wilayah telah menciptakan rasa takut, trauma, dan ketidakpastian, terutama bagi anak-anak dan perempuan di kampung-kampung.

“Adik-adik Papua yang bergerak dengan alasan berjuang untuk Papua Merdeka, banyak yang tidak paham, atau paham tapi paksa diri,” ujar Taime.

Ia menekankan bahwa secara hukum internasional, status Papua telah diputuskan melalui mekanisme Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), termasuk melalui Penentuan Pendapat Rakyat (Pepera) yang kemudian disahkan lewat Resolusi 2504 Majelis Umum PBB. Namun, bagi Taime, persoalan utama bukan lagi sekadar dokumen atau resolusi, melainkan nyawa yang terus menjadi korban.

Baca Juga :  Pelaksanaan CAT TPK dan TKK Seleksi SBP Polda Papua Berjalan Sukses

“Hitung saja sudah berapa nyawa melayang?” tegasnya.

Taime juga mengkritik pola gerakan bersenjata yang dinilainya masih menggunakan pendekatan konvensional dan berisiko tinggi terhadap keselamatan pelaku maupun masyarakat sekitar.

“Gerakan bersenjata itu modelnya konvensional. Yang penting pegang senjata dan perang menembak atau ditembak. Itu sama dengan taruh nyawa di ujung senjata itu sendiri,” katanya.

Ia mengajak generasi muda Papua untuk melihat kembali sejarah kebangsaan Indonesia, termasuk keterlibatan orang asli Papua dalam Kongres Pemuda II yang melahirkan Sumpah Pemuda.

Menurutnya, fakta sejarah tersebut menunjukkan bahwa Papua turut ambil bagian dalam perjalanan menuju kemerdekaan Indonesia.

Menanggapi kritik terhadap Pepera yang tidak menggunakan sistem one man one vote, Taime menyatakan bahwa mekanisme perwakilan saat itu selaras dengan struktur adat Papua, di mana kepala suku mewakili komunitasnya dalam pengambilan keputusan.

Baca Juga :  PP Polri Daerah Papua Sampaikan Apresiasi Kepada Kapolda Papua dalam Upacara Pencucian Pataka Hari Bhayangkara ke-79

Di luar isu politik, Taime menekankan pentingnya fokus pada pembangunan kebutuhan dasar masyarakat, seperti rumah layak huni, infrastruktur jalan dan jembatan, fasilitas pendidikan, layanan kesehatan, listrik, serta akses air bersih. Ia menilai pembangunan yang merata dan dikelola secara jujur akan jauh lebih bermanfaat dibanding konflik berkepanjangan.

Selain itu, Taime juga menyoroti pentingnya pengelolaan investasi di Papua agar memberi manfaat nyata bagi masyarakat adat, termasuk melalui lembaga seperti Yayasan Pemberdayaan Masyarakat Amungme dan Kamoro (YPMAK). Ia mengingatkan agar pengelolaan dana dilakukan secara transparan dan bertanggung jawab.

“Jujur urus uang itu untuk tolong masyarakat,” ujarnya.

Menutup pernyataannya, Hironimus Taime mengajak seluruh elemen masyarakat Papua untuk mengedepankan rekonsiliasi dan menjaga kedamaian.

“Lebih baik sadar dan rekonsiliasi supaya jaga Papua tetap aman dan damai. Tuhan sayang ketong semua, mari baku sayang,” pungkasnya.(rd)

Berita Terkait

Wagub Papua Pegunungan Ajak Warga Hentikan Perang Suku dan Jaga Kedamaian
Tokoh Masyarakat Papua Ajak Suporter Persipura Jaga Ketertiban dan Sportivitas di Stadion Lukas Enembe
Tokoh Adat Pegunungan Bintang Serukan Masyarakat Jaga Situasi Tetap Kondusif
Melalui Dialog Interaktif, Polda Papua Ajak Media Jaga Ruang Informasi yang Sehat
Negara Hadir untuk Keadilan Fiskal, Papua Pegunungan Didorong Lebih Sejahtera
Tokoh Pemuda Nilai Pendekatan Humanis Satgas Damai Cartenz Perkuat Keamanan Papua
Wakapolda Papua Hadiri WPFD 2026, Tegaskan Komitmen Polri Jaga Kebebasan Pers yang Kondusif
Papua Tuan Rumah World Press Freedom Day 2026, Dorong Pers Berkualitas untuk Perdamaian
Berita ini 4 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 9 Mei 2026 - 20:25 WIB

Wagub Papua Pegunungan Ajak Warga Hentikan Perang Suku dan Jaga Kedamaian

Jumat, 8 Mei 2026 - 21:45 WIB

Tokoh Masyarakat Papua Ajak Suporter Persipura Jaga Ketertiban dan Sportivitas di Stadion Lukas Enembe

Kamis, 7 Mei 2026 - 21:15 WIB

Tokoh Adat Pegunungan Bintang Serukan Masyarakat Jaga Situasi Tetap Kondusif

Kamis, 7 Mei 2026 - 13:21 WIB

Melalui Dialog Interaktif, Polda Papua Ajak Media Jaga Ruang Informasi yang Sehat

Rabu, 6 Mei 2026 - 21:54 WIB

Negara Hadir untuk Keadilan Fiskal, Papua Pegunungan Didorong Lebih Sejahtera

Berita Terbaru