Jaga Stabilitas Keamanan Daerah, Warga Tolikara Diminta Bentengi diri Dari Provokasi KNPB

- Penulis

Jumat, 13 Maret 2026 - 17:10 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jayapura – Stabilitas keamanan di wilayah pegunungan Papua menjadi prasyarat mutlak bagi terciptanya pembangunan ekonomi yang merata dan berkelanjutan.

Kesadaran kolektif masyarakat adat untuk menyaring informasi dan menolak segala bentuk provokasi menjadi benteng pertahanan utama dalam menjaga keharmonisan sosial di tingkat akar rumput.

Sebab itu, Tokoh masyarakat adat Kabupaten Tolikara, Karmin Yikwa, menyampaikan sikap tegas terhadap keberadaan dan aktivitas Komite Nasional Papua Barat (KNPB).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Karmin menilai berbagai aksi KNPB kerap menimbulkan keresahan serta berpotensi memicu ketegangan di tengah masyarakat.

“Aspirasi yang dibawa KNPB tidak mencerminkan keinginan seluruh masyarakat adat Papua, khususnya di wilayah Tolikara. Masyarakat adat lebih menginginkan situasi yang aman dan kondusif agar roda pembangunan dapat berjalan tanpa gangguan,” ungkap Karmin melalui keterangan tertulisnya, Kamis (12/3/2026).

Baca Juga :  Satgas Preventif Sikat Cartenz 2025 Lakukan Pengecekan Dan Patroli Di Wilayah Rawan Pungli

Karmin menekankan bahwa setiap warga memiliki tanggung jawab moral untuk menjaga tanah Papua tetap aman dari berbagai bentuk provokasi.

Menurutnya, ketegangan yang diciptakan oleh kelompok tertentu hanya akan menghambat kemajuan daerah dan merusak tatanan kehidupan yang sudah tenang.

Ia mengingatkan pentingnya menjaga nilai kearifan lokal serta persaudaraan yang menjadi dasar kehidupan masyarakat Papua selama lintas generasi.

“Stabilitas keamanan merupakan aset paling berharga untuk menjamin kesejahteraan masa depan anak cucu di Tolikara,” tegas Karmin.

Baca Juga :  Tingkatkan Kesadaran Pengendara, Polres Keerom Gelar Imbauan Tertib Berlalulintas

Generasi muda Papua diharapkan tidak mudah terpengaruh oleh ajakan atau propaganda dari kelompok yang memiliki agenda tersendiri.

Karmin mengajak kaum muda untuk lebih fokus pada jalur pendidikan dan dialog sebagai cara bermartabat dalam membangun daerah.

Ia melihat bahwa kerja sama dengan berbagai pihak merupakan kunci utama untuk menciptakan kehidupan yang lebih baik dan inklusif.

Masa depan Papua harus dirancang melalui kolaborasi yang sehat, bukan melalui tindakan-tindakan yang memicu konflik horizontal.

“Masyarakat adat menginginkan situasi yang aman, damai, serta kondusif agar pembangunan dapat berjalan dengan baik dan kesejahteraan masyarakat dapat terus meningkat,” ujar Karmin.(rd)

Berita Terkait

Tokoh Muda Nabire Sebut Pernyataan Aibon Kogoya Keliru dan Provokatif Bagi Masyarakat OAP
Kepala Suku Moni di Paniai Ajak Masyarakat Jaga Keamanan Jelang Perayaan Paskah
Aktivitas Warga Kembali Normal, Kepala Suku Yalimek Apresiasi Stabilitas Keamanan di Yahukimo
Tokoh Masyarakat Ilaga Imbau Warga Tidak Terprovokasi Pasca Insiden di Tembagapura
Tokoh Masyarakat Tembagapura Ajak Warga Tetap Tenang Pasca Insiden di Kali Kabur
Tokoh Intelektual Puncak Jaya Ajak Masyarakat Jaga Persatuan Pasca Konflik Pilkada
Tokoh Gereja Pegunungan Bintang Ajak Jemaat Jaga Kedamaian di Oksibil
Rafael Victor Tibul Serukan Pemuda Papua Bersatu Jaga Kondusivitas Kota Jayapura
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 13 Maret 2026 - 17:11 WIB

Tokoh Muda Nabire Sebut Pernyataan Aibon Kogoya Keliru dan Provokatif Bagi Masyarakat OAP

Jumat, 13 Maret 2026 - 17:10 WIB

Jaga Stabilitas Keamanan Daerah, Warga Tolikara Diminta Bentengi diri Dari Provokasi KNPB

Selasa, 10 Maret 2026 - 15:22 WIB

Kepala Suku Moni di Paniai Ajak Masyarakat Jaga Keamanan Jelang Perayaan Paskah

Senin, 9 Maret 2026 - 19:29 WIB

Aktivitas Warga Kembali Normal, Kepala Suku Yalimek Apresiasi Stabilitas Keamanan di Yahukimo

Senin, 9 Maret 2026 - 14:19 WIB

Tokoh Masyarakat Ilaga Imbau Warga Tidak Terprovokasi Pasca Insiden di Tembagapura

Berita Terbaru