Warga Dogiyai Tegas Menolak KKB: Papua Butuh Damai, Bukan Kekerasan

- Penulis

Selasa, 7 Oktober 2025 - 17:10 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Papua – Gelombang penolakan terhadap Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) kembali menggema dari tanah Papua. Kali ini datang dari Kabupaten Dogiyai, di mana masyarakat bersama tokoh agama, adat, pemuda, dan kaum perempuan menyuarakan sikap tegas: Papua harus bebas dari aksi teror bersenjata.

Masyarakat menilai keberadaan KKB tidak pernah membawa harapan, melainkan derita. Alih-alih memperjuangkan rakyat, KKB justru menebar ketakutan, pemerasan, hingga membuat warga hidup dalam bayang-bayang ancaman.

“Sudah cukup. Kami tidak mau lagi ada KKB di tanah ini. Mereka bukan pembawa damai, melainkan sumber penderitaan bagi rakyat Papua,” tegas Bapa Katekis Germanus Goo, tokoh agama Katolik yang memimpin gerakan moral penolakan KKB, Senin (6/10/2025).

Baca Juga :  Tokoh Papua Imbau Masyarakat Jaga Kondusivitas Jelang Natal dan Tahun Baru

Sebagai wujud nyata, masyarakat Dogiyai menggagas sebuah petisi damai yang berisi penolakan terhadap keberadaan KKB. Petisi ini mendapat dukungan luas dari seluruh lapisan: tokoh adat, aparat kampung, kaum muda, hingga para ibu-ibu yang sehari-hari hidup di bawah ancaman kelompok bersenjata.

Tokoh masyarakat Yonas Tebai mengungkapkan penderitaan yang dialami warga akibat ulah KKB. “Kami lelah hidup dalam ketakutan. Mereka sering datang memaksa uang dan bahan makanan. Katanya berjuang untuk Papua, tapi faktanya yang mereka lakukan menyengsarakan orang Papua sendiri,” ujarnya dengan lantang.

Baca Juga :  Apel Gelar Pasukan Operasi “Aitumieri Kuri 2025”, Polres Teluk Wondama Siap Amankan Perayaan Satu Abad Nubuatan Dominee I.S. Kijne

Petisi tersebut akan segera diserahkan kepada pemerintah daerah dan aparat keamanan sebagai bentuk dukungan nyata terhadap upaya menciptakan stabilitas dan perdamaian di wilayah Papua Tengah.

Gerakan masyarakat Dogiyai ini menegaskan bahwa Papua tidak membutuhkan senjata dan kekerasan. Suara rakyat yang bersatu jauh lebih kuat sebagai benteng moral melawan kelompok KKB dan teror bersenjata.

Papua tidak butuh perang. Papua butuh damai, cinta, dan masa depan yang sejahtera bagi Papua.(rd)

Berita Terkait

DPR Papua Dukung Pemekaran Papua Utara untuk Perkuat Pelayanan Masyarakat
Jokowi Nilai Pergantian Kapolri Sudah Waktunya, Sebut Suyudi Sosok yang Baik
Tanah Jawara Banten dan Dua Kapolri: Dari Kapolda, Menembus Puncak Polri
RESHUFFLE BESAR! Prabowo Rombak Kabinet Merah Putih, Suyudi Jadi Kapolri, Listyo Sigit Geser ke KSP
Usai Disetujui Aklamasi DPR, Suyudi: Mari Bergandengan Tangan Berikan Pelayanan Terbaik
Aklamasi Komisi III, Suyudi Ario Seto Melangkah Jadi Kapolri: Bawa Doktrin “Polisi Bersama Masyarakat”
Ismail Asso Bongkar Borok Pemerintahan Papua Pegunungan: Dugaan Hampir Semua Pejabat SK PJS, Monarki dan KKN
Ustadz Ismail Asso Tokoh Muslim Papua Desak Kejagung Usut Tuntas Dana Puluhan Miliar Kantor Gubernur Papua Pegunungan tengah Belum Dibangun
Berita ini 5 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 6 Oktober 2026 - 18:06 WIB

DPR Papua Dukung Pemekaran Papua Utara untuk Perkuat Pelayanan Masyarakat

Selasa, 6 Oktober 2026 - 18:05 WIB

Jokowi Nilai Pergantian Kapolri Sudah Waktunya, Sebut Suyudi Sosok yang Baik

Selasa, 6 Oktober 2026 - 18:04 WIB

Tanah Jawara Banten dan Dua Kapolri: Dari Kapolda, Menembus Puncak Polri

Selasa, 6 Oktober 2026 - 18:02 WIB

RESHUFFLE BESAR! Prabowo Rombak Kabinet Merah Putih, Suyudi Jadi Kapolri, Listyo Sigit Geser ke KSP

Selasa, 6 Oktober 2026 - 18:01 WIB

Aklamasi Komisi III, Suyudi Ario Seto Melangkah Jadi Kapolri: Bawa Doktrin “Polisi Bersama Masyarakat”

Berita Terbaru