Tokoh Pemuda Kiwirok Ajak Warga Bersatu Tolak Provokasi Kelompok Tak Bertanggung Jawab

- Penulis

Sabtu, 24 Januari 2026 - 14:01 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kiwirok – Tokoh Pemuda Distrik Kiwirok, Niko Taplo, mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk terus mendukung aparat keamanan dalam menjaga situasi kamtibmas agar tetap aman dan kondusif di wilayah Kabupaten Pegunungan Bintang.

Ajakan tersebut disampaikan Niko Taplo yang juga menjabat sebagai Kepala Kampung Wantem, Distrik Kiwirok, pada Sabtu (24/01). Ia menegaskan bahwa kondisi keamanan di Distrik Kiwirok saat ini masih aman pasca beberapa kejadian yang sempat terjadi beberapa waktu lalu.

“Puji Tuhan, sampai hari ini situasi keamanan di Distrik Kiwirok dapat dikatakan aman. Aktivitas masyarakat berjalan normal dan tidak ada lagi informasi terkait warga yang mengungsi akibat kejadian – kejadian sebelumnya,” ujar Niko Taplo.

Baca Juga :  Apel Serah Terima Digelar, Polda Papua Pastikan Kesiapsiagaan Hari ke-13 Operasi Lilin Cartenz-2025

Menurutnya, kondisi tersebut menjadi bukti nyata bahwa masyarakat Kiwirok tidak terpengaruh oleh ancaman maupun hasutan dari pihak-pihak tertentu, termasuk upaya provokasi yang menyasar kalangan pemuda oleh kelompok yang mengatasnamakan mahasiswa namun bertindak tidak bertanggung jawab.

“Ini membuktikan bahwa masyarakat, khususnya para pemuda, tidak takut dan tidak terhasut oleh ajakan-ajakan yang ingin menciptakan kekacauan. Kita ingin hidup damai dan membangun daerah kita sendiri,” tegasnya.

Niko Taplo juga mengecam keras segala bentuk aksi provokatif yang dilakukan oleh kelompok-kelompok tidak bertanggung jawab yang dinilai berpotensi merusak kedamaian dan persatuan masyarakat di Kabupaten Pegunungan Bintang.

“Saya mengecam keras aksi-aksi tersebut. Saya meminta kepada seluruh masyarakat agar tidak mudah terprovokasi oleh ajakan-ajakan yang ingin menghancurkan kedamaian di Kabupaten Pegunungan Bintang,” katanya.

Baca Juga :  KKB Aske Mabel Tembak Dua Tukang Senso di Yalimo, Satgas Damai Cartenz-2025 Pukul Mundur KKB dan Berhasil Evakuasi Jenazah Korban

Lebih lanjut, Niko Taplo menyampaikan dukungan penuh terhadap tugas-tugas aparat keamanan yang selama ini telah berupaya menjaga stabilitas keamanan di wilayah Kiwirok dan sekitarnya. Ia secara khusus menyoroti keberadaan Pos TNI Yonif 753/VT di Kampung Okyop, Distrik Kiwirok Timur, yang dinilai memberikan rasa aman bagi masyarakat.

“Kami mendukung penuh aparat keamanan, terlebih dengan adanya Pos TNI 753/VT di Kampung Okyop. Kehadiran aparat sangat membantu menciptakan rasa aman sehingga masyarakat dapat beraktivitas dengan tenang,” tutup Niko Taplo.(rd)

Berita Terkait

Hindari Provokasi, Max Ohee Minta Masyarakat Papua Jaga Kedamaian
Tokoh Kamoro di Mimika Imbau Warga Tidak Terlibat Aksi 7 April
Tokoh Gereja Imbau Masyarakat Papua Tidak Terlibat Aksi Demo Tanpa Izin
Tokoh Pemuda Papua Ajak Sampaikan Aspirasi Secara Damai dan Jaga Kamtibmas
Hari ke-3 Operasi Ketupat Cartenz 2026, Polda Papua Gelar Patroli Sore di Sejumlah Titik di Kota Jayapura
Tokoh Muda Nabire Sebut Pernyataan Aibon Kogoya Keliru dan Provokatif Bagi Masyarakat OAP
Jaga Stabilitas Keamanan Daerah, Warga Tolikara Diminta Bentengi diri Dari Provokasi KNPB
Kepala Suku Moni di Paniai Ajak Masyarakat Jaga Keamanan Jelang Perayaan Paskah
Berita ini 4 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 10 April 2026 - 04:14 WIB

Hindari Provokasi, Max Ohee Minta Masyarakat Papua Jaga Kedamaian

Senin, 6 April 2026 - 21:39 WIB

Tokoh Kamoro di Mimika Imbau Warga Tidak Terlibat Aksi 7 April

Senin, 6 April 2026 - 14:37 WIB

Tokoh Gereja Imbau Masyarakat Papua Tidak Terlibat Aksi Demo Tanpa Izin

Senin, 6 April 2026 - 14:36 WIB

Tokoh Pemuda Papua Ajak Sampaikan Aspirasi Secara Damai dan Jaga Kamtibmas

Senin, 16 Maret 2026 - 05:43 WIB

Hari ke-3 Operasi Ketupat Cartenz 2026, Polda Papua Gelar Patroli Sore di Sejumlah Titik di Kota Jayapura

Berita Terbaru

Nusantara

Harga Bahan Pokok di Oksibil Naik akibat Biaya Angkut Udara

Kamis, 9 Apr 2026 - 20:49 WIB