Tewas Akibat Miras, Tokoh Adat Port Numbay Serukan Perang Terhadap Alkohol

- Penulis

Senin, 6 Oktober 2025 - 17:16 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Papua – Tragedi kembali terjadi di Tanah Papua akibat konsumsi minuman keras (miras). Seorang pria bernama Martinus (41) meninggal dunia di kawasan Pasar Sentral Hamadi, Jayapura, usai pesta miras yang berujung pada penganiayaan oleh teman perempuannya sendiri. Kejadian ini menjadi alarm keras akan bahaya miras bagi masa depan generasi Papua, khususnya di Kota Jayapura.

Peristiwa memilukan ini terjadi pada Sabtu (4/10) sekitar pukul 04.30 WIT, ketika korban bersama pelaku berinisial MT, serta seorang lainnya, diketahui mengonsumsi miras di sekitar los pasar. Pertengkaran akibat permintaan uang berubah menjadi perkelahian yang berujung maut. Korban ditikam menggunakan pisau dapur dan meninggal akibat luka parah di lengan kiri.

Menanggapi peristiwa ini, tokoh adat wilayah Port Numbay, yang juga anggota DPR Papua, dr. Alberth Merauje, menyampaikan keprihatinannya yang mendalam. Ia menegaskan bahwa miras adalah salah satu penyebab utama kehancuran moral dan sosial masyarakat Papua, terutama di kalangan generasi muda yang seharusnya menjadi harapan masa depan

Baca Juga :  Theo Hesegem : Penyampaian Aspirasi Harus Dilakukan Sesuai Aturan Yang Berlaku

“Kami sangat prihatin. Kejadian di Pasar Hamadi ini bukan yang pertama. Ini hanya salah satu dari sekian banyak kasus yang menunjukkan bahwa miras sudah menggerogoti tatanan hidup orang Papua, khususnya generasi muda Port Numbay. Kalau ini dibiarkan, kita bukan hanya kehilangan nyawa, tapi juga kehilangan masa depan,” tegas dr. Alberth Merauje.

Ia juga menyerukan agar seluruh elemen pemerintah, gereja, tokoh adat, dan masyarakat sipil bersatu untuk memberantas peredaran miras, baik yang legal maupun ilegal. Menurutnya, perlawanan terhadap miras bukan hanya tugas kepolisian, tapi menjadi tanggung jawab bersama sebagai anak adat dan pemilik negeri.

“Kita harus jujur melihat bahwa minuman keras bukan bagian dari budaya kita. Ini barang masuk dari luar yang telah merusak nilai hidup orang Port Numbay dan Papua secara umum. Saatnya kita berdiri sebagai satu suara untuk menghentikan ini,” ujar dr. Alberth yang juga aktif dalam kampanye penyelamatan generasi muda Papua melalui edukasi dan pendekatan adat.

Baca Juga :  DGP-STTWPJ Gelar Festival Literasi dan Resiliensi Papua

Pihak kepolisian mengakui bahwa konsumsi miras masih menjadi pemicu utama tindak kriminal di Jayapura. Meskipun operasi rutin dan edukasi telah dilakukan, miras masih mudah diakses oleh siapa saja, termasuk remaja.

Saatnya Papua Berkata Tegas: Stop Miras, Selamatkan Generasi

Peristiwa di Pasar Hamadi ini seharusnya menjadi peringatan keras bagi semua pihak. Satu nyawa hilang karena miras hari ini bisa berarti seribu mimpi yang gagal esok hari. Pemerintah daerah, tokoh adat, gereja, sekolah, dan keluarga harus bergandeng tangan dalam gerakan penyelamatan generasi Papua dari bahaya miras.(rd)

Berita Terkait

Transparan dan Akuntabel, Seleksi Bintara Polri 2026 di Papua: 97 Peserta Ikuti CAT Psikologi Hari Terakhir
Satlantas Mamberamo Tengah Edukasi Pengendara, Pelanggaran Masih Ditemukan
Tokoh Agama Papua Ajak Masyarakat Jaga Persatuan dan Tolak Provokasi Jelang 1 Mei
Ketua LMA Lanny Jaya Serukan Kedamaian dan Persatuan
Tokoh Adat dan Pemkot Jayapura Imbau Warga Hindari Anarkisme, Wali Kota Tekankan Pentingnya Jaga Kondusifitas
Tokoh Pemuda Papua Ajak Generasi Muda Pahami Sejarah dan Bangun Masa Depan
Dialog Polisi Menyapa di LPP RRI Jayapura Soroti Ancaman Radikalisme Anak di Era Digital
Polsek Jagebob Salurkan Bantuan Pupuk dan Dampingi Pemupukan Jagung di Kampung Mimi Baru 
Berita ini 1 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 1 Mei 2026 - 08:15 WIB

Transparan dan Akuntabel, Seleksi Bintara Polri 2026 di Papua: 97 Peserta Ikuti CAT Psikologi Hari Terakhir

Jumat, 1 Mei 2026 - 08:14 WIB

Satlantas Mamberamo Tengah Edukasi Pengendara, Pelanggaran Masih Ditemukan

Kamis, 30 April 2026 - 21:39 WIB

Ketua LMA Lanny Jaya Serukan Kedamaian dan Persatuan

Kamis, 30 April 2026 - 21:38 WIB

Tokoh Adat dan Pemkot Jayapura Imbau Warga Hindari Anarkisme, Wali Kota Tekankan Pentingnya Jaga Kondusifitas

Kamis, 30 April 2026 - 21:30 WIB

Tokoh Pemuda Papua Ajak Generasi Muda Pahami Sejarah dan Bangun Masa Depan

Berita Terbaru