Asal-Usul Bendera Bintang Kejora Berawal dari Klub Sepak Bola Jayapura, Ulah Kolonial Belanda Terungkap

- Penulis

Sabtu, 18 Oktober 2025 - 20:25 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Papua – Fakta baru mengenai asal-usul Bendera Bintang Kejora kembali mencuat ke publik. Simbol yang selama ini dikaitkan dengan gerakan separatis di Papua ternyata memiliki kisah sejarah yang jauh berbeda dari yang selama ini diyakini banyak orang.

Menurut kesaksian Herman Yoku, tokoh masyarakat yang pernah terlibat dalam Organisasi Papua Merdeka (OPM) atau yang dikenal dengan Organisasi Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB), sebelum kembali setia kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia, Bendera Bintang Kejora sejatinya berasal dari bendera sebuah klub sepak bola di wilayah Nafri, Kota Jayapura.

“Bendera itu dulunya punya gambar bola di tengah. Tapi saat masa kolonial, Belanda mencopot gambar bola itu dan menggantinya dengan lambang bintang,” ungkap Herman kutipan artikel (31/8/2024).

Herman menjelaskan, perubahan desain tersebut dilakukan oleh pihak kolonial Belanda pada masa kekuasaan mereka di Papua. Tujuannya, untuk menciptakan simbol baru yang bisa dijadikan alat pengaruh terhadap masyarakat lokal.

Baca Juga :  KPU Papua bersiap hadapi sengketa hasil PSU pilgub di MK

Dalam versi ini, Belanda memanfaatkan bendera klub sepak bola lokal untuk menyelipkan pesan politik terselubung dengan mengganti unsur olahraga menjadi simbol bintang, yang kemudian dijadikan panji politik pada masa transisi kolonial.

Laporan serupa juga muncul dalam artikel lama Tribun Aceh (23/2/2020), yang menyebutkan bahwa Bintang Kejora merupakan bekas panji klub sepak bola yang dibawa Belanda ke tanah Papua. Dalam tulisan itu, beberapa saksi sejarah menyebut warna dan corak bendera tersebut sangat mirip dengan atribut olahraga era kolonial di wilayah Hollandia (kini Jayapura).

“Bendera itu bukan simbol asli perjuangan Papua. Itu buatan Belanda, dan awalnya hanyalah bendera klub sepak bola,” ujar sumber dalam laporan tersebut.

Menanggapi kontroversi ini, Herman Yoku berharap masyarakat Papua tidak mudah terprovokasi oleh simbol atau narasi lama yang belum tentu benar. Ia menilai penting bagi generasi muda Papua untuk memahami sejarah secara utuh, agar tidak dimanfaatkan oleh pihak luar yang ingin memecah belah.

Baca Juga :  Gubernur Papua Terima Aspirasi Forum Adat Tabi-Saireri Soal Pembakaran Mahkota Cenderawasih

“Kita harus jujur terhadap sejarah. Jangan sampai simbol yang dibuat oleh penjajah justru kita banggakan sebagai milik kita,” tegasnya.

Kisah Bendera Bintang Kejora ternyata tak sesederhana yang terlihat. Dari manipulasi Belanda hingga transformasi dari simbol olahraga menjadi panji politik, semuanya menunjukkan bagaimana sejarah bisa berbelok arah ketika diwarnai kepentingan kekuasaan.

Dan bagi generasi Papua hari ini mungkin ini saatnya menengok masa lalu dengan pikiran jernih, bukan sekadar semangat panas. Karena kadang, yang tampak sebagai “lambang perjuangan”, justru bisa saja lahir dari lapangan bola.(rd)

Berita Terkait

DPR Papua Dukung Pemekaran Papua Utara untuk Perkuat Pelayanan Masyarakat
Jokowi Nilai Pergantian Kapolri Sudah Waktunya, Sebut Suyudi Sosok yang Baik
Tanah Jawara Banten dan Dua Kapolri: Dari Kapolda, Menembus Puncak Polri
RESHUFFLE BESAR! Prabowo Rombak Kabinet Merah Putih, Suyudi Jadi Kapolri, Listyo Sigit Geser ke KSP
Usai Disetujui Aklamasi DPR, Suyudi: Mari Bergandengan Tangan Berikan Pelayanan Terbaik
Aklamasi Komisi III, Suyudi Ario Seto Melangkah Jadi Kapolri: Bawa Doktrin “Polisi Bersama Masyarakat”
Ismail Asso Bongkar Borok Pemerintahan Papua Pegunungan: Dugaan Hampir Semua Pejabat SK PJS, Monarki dan KKN
Ustadz Ismail Asso Tokoh Muslim Papua Desak Kejagung Usut Tuntas Dana Puluhan Miliar Kantor Gubernur Papua Pegunungan tengah Belum Dibangun
Berita ini 33 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 6 Oktober 2026 - 18:06 WIB

DPR Papua Dukung Pemekaran Papua Utara untuk Perkuat Pelayanan Masyarakat

Selasa, 6 Oktober 2026 - 18:05 WIB

Jokowi Nilai Pergantian Kapolri Sudah Waktunya, Sebut Suyudi Sosok yang Baik

Selasa, 6 Oktober 2026 - 18:04 WIB

Tanah Jawara Banten dan Dua Kapolri: Dari Kapolda, Menembus Puncak Polri

Selasa, 6 Oktober 2026 - 18:02 WIB

RESHUFFLE BESAR! Prabowo Rombak Kabinet Merah Putih, Suyudi Jadi Kapolri, Listyo Sigit Geser ke KSP

Selasa, 6 Oktober 2026 - 18:01 WIB

Aklamasi Komisi III, Suyudi Ario Seto Melangkah Jadi Kapolri: Bawa Doktrin “Polisi Bersama Masyarakat”

Berita Terbaru