Papua: Masyarakat Adat Desak MK Sahkan Hasil PSU Pilgub

- Penulis

Jumat, 5 September 2025 - 11:38 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Papua – Perwakilan masyarakat adat dari tujuh wilayah di Tanah Papua yang berdomisili di Provinsi Papua mendesak Mahkamah Konstitusi (MK) segera memutuskan hasil Pemungutan Suara Ulang (PSU) Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Papua.

Desakan itu disampaikan dalam aksi bertajuk “Rakyat Bersuara” di Jayapura, Rabu (3/9/2025). Pernyataan sikap dibacakan oleh Ondofolo Ismail Isak Mebri dari Kampung Yoka, Sentani, yang juga menjabat sebagai Dewan Presidium Masyarakat Adat Tabi, mewakili tokoh adat, kepala suku, tokoh agama, tokoh perempuan, dan tokoh pemuda.

Ada empat poin utama yang disuarakan masyarakat adat.

PSU Sudah Selesai dan Jurdil

Menurut Mebri, PSU Pilgub Papua telah berlangsung aman, tertib, jujur, dan adil. Proses itu menghasilkan pasangan terpilih Komjen Pol (Purn.) Mathius D. Fakhiri, S.IK., M.H., dan Aryoko Rumaropen, S.P., M.Eng.

Baca Juga :  Milenial Papua Bergerak: Dukung POLRI, Lawan Stigma, Jaga Kedamaian

“Kami mengakui bahwa proses hukum di MK adalah hak setiap warga negara, namun kami menilai ini hanya membuang waktu, energi, dan membosankan. Kami mendesak MK segera mengesahkan hasil PSU tanpa perlu PSU ketiga kalinya,” tegas Mebri.

Rakyat Butuh Pembangunan, Bukan PSU Lagi
Masyarakat menilai anggaran negara seharusnya difokuskan untuk pembangunan dan kesejahteraan rakyat, bukan untuk mengulang PSU.

“Hampir dua tahun kami hidup tanpa gubernur definitif. Anggaran habis untuk PSU, sementara rakyat Papua mengalami kesulitan pelayanan kesehatan, pendidikan, dan ekonomi yang kian terpuruk. Papua seperti dalam keadaan gelap,” ujar Mebri.

Baca Juga :  JDP Ingatkan Bahaya “Perang Opini”, Serukan Rekonsiliasi Pasca PSU Papua

Rakyat Jadi Korban Politik

Dalam pernyataan poin ketiga, masyarakat adat menilai rakyat telah menjadi korban tarik-menarik kepentingan elite politik.

“Uang rakyat habis untuk urusan politik penuh rekayasa dan retorika. Rakyat sudah muak. Karena itu, kami mendesak MK segera menetapkan hasil PSU demi menyelamatkan rakyat Papua dari kesulitan berkepanjangan,” kata Mebri.

Seruan Kompromi Politik

Selain mendesak MK, masyarakat adat juga menyerukan agar dua pasangan calon yang masih bersengketa di MK mengambil jalur kompromi politik.

“Rakyat Papua butuh kepastian, bukan konflik politik yang berkepanjangan. Demi masa depan lima tahun ke depan, kami berharap kedua pasangan bisa kompromi dan menghentikan sengketa,” ungkapnya.(rd)

Berita Terkait

DPR Papua Dukung Pemekaran Papua Utara untuk Perkuat Pelayanan Masyarakat
Jokowi Nilai Pergantian Kapolri Sudah Waktunya, Sebut Suyudi Sosok yang Baik
Tanah Jawara Banten dan Dua Kapolri: Dari Kapolda, Menembus Puncak Polri
RESHUFFLE BESAR! Prabowo Rombak Kabinet Merah Putih, Suyudi Jadi Kapolri, Listyo Sigit Geser ke KSP
Usai Disetujui Aklamasi DPR, Suyudi: Mari Bergandengan Tangan Berikan Pelayanan Terbaik
Aklamasi Komisi III, Suyudi Ario Seto Melangkah Jadi Kapolri: Bawa Doktrin “Polisi Bersama Masyarakat”
Ismail Asso Bongkar Borok Pemerintahan Papua Pegunungan: Dugaan Hampir Semua Pejabat SK PJS, Monarki dan KKN
Ustadz Ismail Asso Tokoh Muslim Papua Desak Kejagung Usut Tuntas Dana Puluhan Miliar Kantor Gubernur Papua Pegunungan tengah Belum Dibangun
Berita ini 2 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 6 Oktober 2026 - 18:06 WIB

DPR Papua Dukung Pemekaran Papua Utara untuk Perkuat Pelayanan Masyarakat

Selasa, 6 Oktober 2026 - 18:05 WIB

Jokowi Nilai Pergantian Kapolri Sudah Waktunya, Sebut Suyudi Sosok yang Baik

Selasa, 6 Oktober 2026 - 18:04 WIB

Tanah Jawara Banten dan Dua Kapolri: Dari Kapolda, Menembus Puncak Polri

Selasa, 6 Oktober 2026 - 18:02 WIB

RESHUFFLE BESAR! Prabowo Rombak Kabinet Merah Putih, Suyudi Jadi Kapolri, Listyo Sigit Geser ke KSP

Selasa, 6 Oktober 2026 - 18:01 WIB

Aklamasi Komisi III, Suyudi Ario Seto Melangkah Jadi Kapolri: Bawa Doktrin “Polisi Bersama Masyarakat”

Berita Terbaru