Harga Bahan Pokok di Oksibil Naik Akibat Biaya Angkut Udara

- Penulis

Rabu, 8 April 2026 - 19:21 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Papua – Harga sejumlah kebutuhan pokok di Distrik Oksibil, Kabupaten Pegunungan Bintang, mengalami kenaikan akibat tingginya biaya distribusi menggunakan transportasi udara.

Berdasarkan laporan Satgasda Provinsi Papua dan Satgasda Kabupaten Keerom, terdapat dua kios atau outlet pengendali inflasi yang beroperasi di Jalan Kabiding, Distrik Oksibil, Kabupaten Pegunungan Bintang.

Kenaikan harga terjadi pada sejumlah komoditas pangan utama, seperti beras, minyak goreng, gula, daging, telur, bawang, dan cabai. Seluruh komoditas tersebut mengalami kenaikan harga karena pasokan harus didatangkan melalui jalur udara.

Baca Juga :  Doa dan Penghormatan Terakhir Iringi Pemakaman Ayahanda Kapolda Papua Tengah

Untuk komoditas beras premium, harga jual tercatat sebesar Rp40.000 per kilogram. Sementara minyak goreng merek Minyakita dijual Rp45.000 per liter dan gula kiloan mencapai Rp40.000 per kilogram.

Harga daging ayam potong dijual Rp60.000 per kilogram, sedangkan daging sapi segar mencapai Rp190.000 per kilogram. Selain itu, telur ayam lokal dijual Rp120.000 per rak.

Kenaikan juga terjadi pada komoditas bumbu dapur. Bawang merah dijual Rp110.000 per kilogram dan bawang putih Rp100.000 per kilogram. Sementara itu, cabai rawit dijual Rp150.000 per kilogram dan cabai keriting Rp130.000 per kilogram.

Baca Juga :  Polres Biak Libatkan Puluhan Personel Amankan Ibadah Jumat Agung dan Paskah

Penanggung jawab kios pengendali inflasi tersebut adalah Kamaruddin dengan Nomor Induk Berusaha (NIB) 198302202009091001.

Pemerintah daerah diharapkan terus melakukan pemantauan terhadap ketersediaan dan stabilitas harga bahan pokok di wilayah Oksibil agar kenaikan harga tidak semakin membebani masyarakat, khususnya pasca Lebaran ketika kebutuhan pangan masih cukup tinggi.(rd)

Berita Terkait

Transparan dan Akuntabel, Seleksi Bintara Polri 2026 di Papua: 97 Peserta Ikuti CAT Psikologi Hari Terakhir
Satlantas Mamberamo Tengah Edukasi Pengendara, Pelanggaran Masih Ditemukan
Tokoh Agama Papua Ajak Masyarakat Jaga Persatuan dan Tolak Provokasi Jelang 1 Mei
Ketua LMA Lanny Jaya Serukan Kedamaian dan Persatuan
Tokoh Adat dan Pemkot Jayapura Imbau Warga Hindari Anarkisme, Wali Kota Tekankan Pentingnya Jaga Kondusifitas
Tokoh Pemuda Papua Ajak Generasi Muda Pahami Sejarah dan Bangun Masa Depan
Dialog Polisi Menyapa di LPP RRI Jayapura Soroti Ancaman Radikalisme Anak di Era Digital
Polsek Jagebob Salurkan Bantuan Pupuk dan Dampingi Pemupukan Jagung di Kampung Mimi Baru 
Berita ini 3 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 1 Mei 2026 - 08:15 WIB

Transparan dan Akuntabel, Seleksi Bintara Polri 2026 di Papua: 97 Peserta Ikuti CAT Psikologi Hari Terakhir

Jumat, 1 Mei 2026 - 08:14 WIB

Satlantas Mamberamo Tengah Edukasi Pengendara, Pelanggaran Masih Ditemukan

Kamis, 30 April 2026 - 21:55 WIB

Tokoh Agama Papua Ajak Masyarakat Jaga Persatuan dan Tolak Provokasi Jelang 1 Mei

Kamis, 30 April 2026 - 21:39 WIB

Ketua LMA Lanny Jaya Serukan Kedamaian dan Persatuan

Kamis, 30 April 2026 - 21:38 WIB

Tokoh Adat dan Pemkot Jayapura Imbau Warga Hindari Anarkisme, Wali Kota Tekankan Pentingnya Jaga Kondusifitas

Berita Terbaru

Daerah

Ketua LMA Lanny Jaya Serukan Kedamaian dan Persatuan

Kamis, 30 Apr 2026 - 21:39 WIB