Papua – Gubernur Papua, Matius D Fakhiri menegaskan komitmennya dalam meningkatkan layanan pendidikan inklusif bagi anak-anak berkebutuhan khusus di Papua, khususnya di Kabupaten Biak Numfor.
Komitmen tersebut disampaikan saat meninjau langsung aktivitas belajar mengajar di Sekolah Luar Biasa (SLB) Seireri, Biak, Sabtu.
Dalam kunjungan tersebut, Gubernur melihat secara langsung kondisi sekolah, fasilitas pendidikan, serta proses pembelajaran yang berlangsung bagi para siswa berkebutuhan khusus.
Ia menegaskan bahwa setiap anak di Papua memiliki hak yang sama untuk memperoleh pendidikan yang layak tanpa adanya perbedaan perlakuan.
“Anak-anak berkebutuhan khusus juga harus mendapatkan perhatian yang sama. Tidak boleh ada perbedaan perlakuan. Mereka harus diberi ruang, fasilitas, dan pendidikan yang layak agar bisa berkembang seperti anak-anak lainnya,” ujar Fakhiri.
Menurutnya, keberadaan sekolah luar biasa memiliki peran penting dalam mendukung tumbuh kembang anak-anak berkebutuhan khusus. Karena itu, Pemerintah Provinsi Papua berkomitmen meningkatkan sarana dan prasarana pendidikan, termasuk kualitas pendampingan bagi siswa maupun orang tua.
Fakhiri mengatakan peningkatan fasilitas pendidikan bagi sekolah luar biasa akan menjadi perhatian dalam anggaran perubahan tahun ini. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan proses belajar mengajar dapat berjalan lebih optimal dan menjangkau seluruh anak berkebutuhan khusus di Papua.
“Kami akan upayakan pemerataan layanan pendidikan bagi anak-anak berkebutuhan khusus agar mereka memperoleh hak pendidikan yang setara. Fasilitas yang masih kurang akan kami perbaiki secara bertahap,” katanya.
Selain fasilitas, Gubernur Papua juga memberikan perhatian terhadap tenaga pendidik di sekolah luar biasa yang dinilai memiliki tanggung jawab besar dan kemampuan khusus dalam mendidik para siswa. Pemerintah diharapkan terus memperkuat kapasitas guru agar mampu memberikan pelayanan pendidikan yang adaptif dan berkualitas.
Upaya tersebut dinilai sejalan dengan semangat penguatan pendidikan inklusif yang kini menjadi perhatian di berbagai wilayah Papua, guna memastikan seluruh anak memperoleh akses pendidikan bermutu tanpa terkecuali.
Gubernur berharap melalui penguatan pendidikan inklusif, seluruh anak Papua dapat memiliki kesempatan yang sama untuk belajar, berkembang, serta meraih masa depan yang lebih baik.
“Kita ingin semua anak Papua memiliki kesempatan yang sama untuk belajar dan berkembang,” tutupnya.(RED)































