Fredy Numberi Tegaskan Tidak Ada Negara yang Memerdekakan Papua, Termasuk Belanda

- Penulis

Kamis, 20 November 2025 - 12:45 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Papua – Mantan Menteri Kelautan dan Perikanan sekaligus tokoh nasional asal Papua, Fredy Numberi, kembali menyuarakan pandangannya mengenai status politik Papua dalam sebuah tayangan video yang beredar di YouTube serta pemberitaan media online. Ia menegaskan bahwa banyak kesalahpahaman publik tentang simbol-simbol Papua mulai dari bendera hingga lagu yang sering dianggap sebagai simbol kenegaraan.

Dalam penjelasannya, Fredy menyatakan bahwa selama ini banyak orang mengira bendera Papua adalah bendera negara.

“Saya sekali-kali katakan, bukan bendera negara itu,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa Belanda sendiri menyebutnya sebagai land flag, yaitu bendera budaya atau bendera tanah. Hal serupa berlaku untuk lagu yang sering dianggap “lagu kebangsaan”. Menurut Fredy, Belanda menyebutnya Volkslied, yang berarti lagu rakyat, bukan lagu negara merdeka.

Baca Juga :  Program si-ipar operasi rasaka cartenz 2025 polres pegunungan bintang hadir tanamkan rasa kepercayaan diri dan semangat belajar kepada anak-anak di kota oksibil kab. pegunungan bintang

Fredy juga menepis anggapan bahwa Belanda pernah benar-benar berniat memerdekakan Papua.

“Mana ada Belanda mau bikin Papua merdeka itu. Itu mimpi itu,” tegasnya dalam video tersebut.

Menurutnya, Belanda justru memiliki kepentingan geopolitik ketika menjadikan Papua sebagai wilayah administratif.

“Dia jadikan Papua sebagai provinsi di tengah lautan, karena dia ingin bercokol di Asia. Dia ingin punya foothold di Asia sini,” ujarnya.

Ia menilai, strategi kolonial itu digunakan untuk menciptakan perpecahan. “Makanya dia pakai Papua sebagai sarana untuk bisa mengadu domba kita,” sambungnya.

Karena itu, Fredy menekankan pentingnya memahami sejarah Indonesia secara menyeluruh agar tidak mudah terprovokasi oleh pihak luar. “Kalau enggak, kita mudah diadu domba sama orang,” katanya.

Baca Juga :  Polantas Menyapa Melalui Patroli Udara Bersama RRI PRO 1 Kota Jayapura

Selain meluruskan persepsi publik soal simbol-simbol budaya Papua, Fredy Numberi juga mengajak masyarakat untuk melihat persoalan Papua dengan kacamata yang lebih jernih. Ia menilai bahwa narasi tentang kemerdekaan sering kali kabur karena tidak didukung pemahaman sejarah kolonial, hukum internasional, dan proses politik yang pernah berlangsung.

Tokoh senior itu kembali mendorong agar energi masyarakat dan pemerintah difokuskan pada pembangunan, dialog, serta peningkatan kesejahteraan masyarakat Papua, bukan pada klaim historis yang tidak sesuai konteks.(rd)

Berita Terkait

DPR Papua Dukung Pemekaran Papua Utara untuk Perkuat Pelayanan Masyarakat
Jokowi Nilai Pergantian Kapolri Sudah Waktunya, Sebut Suyudi Sosok yang Baik
Tanah Jawara Banten dan Dua Kapolri: Dari Kapolda, Menembus Puncak Polri
RESHUFFLE BESAR! Prabowo Rombak Kabinet Merah Putih, Suyudi Jadi Kapolri, Listyo Sigit Geser ke KSP
Usai Disetujui Aklamasi DPR, Suyudi: Mari Bergandengan Tangan Berikan Pelayanan Terbaik
Aklamasi Komisi III, Suyudi Ario Seto Melangkah Jadi Kapolri: Bawa Doktrin “Polisi Bersama Masyarakat”
Ismail Asso Bongkar Borok Pemerintahan Papua Pegunungan: Dugaan Hampir Semua Pejabat SK PJS, Monarki dan KKN
Ustadz Ismail Asso Tokoh Muslim Papua Desak Kejagung Usut Tuntas Dana Puluhan Miliar Kantor Gubernur Papua Pegunungan tengah Belum Dibangun
Berita ini 5 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 6 Oktober 2026 - 18:06 WIB

DPR Papua Dukung Pemekaran Papua Utara untuk Perkuat Pelayanan Masyarakat

Selasa, 6 Oktober 2026 - 18:05 WIB

Jokowi Nilai Pergantian Kapolri Sudah Waktunya, Sebut Suyudi Sosok yang Baik

Selasa, 6 Oktober 2026 - 18:04 WIB

Tanah Jawara Banten dan Dua Kapolri: Dari Kapolda, Menembus Puncak Polri

Selasa, 6 Oktober 2026 - 18:02 WIB

RESHUFFLE BESAR! Prabowo Rombak Kabinet Merah Putih, Suyudi Jadi Kapolri, Listyo Sigit Geser ke KSP

Selasa, 6 Oktober 2026 - 18:01 WIB

Aklamasi Komisi III, Suyudi Ario Seto Melangkah Jadi Kapolri: Bawa Doktrin “Polisi Bersama Masyarakat”

Berita Terbaru