BMP RI Sebut Narasi Provokasi Sebby Sambom Tidak Berdasar dan Merugikan Masyarakat Papua

- Penulis

Sabtu, 21 Februari 2026 - 18:29 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Papua – Barisan Muda Papua Republik Indonesia (BMP RI) menilai berbagai pernyataan yang disampaikan juru bicara Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat–Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM), Sebby Sambom, melalui sejumlah platform media sosial sebagai bentuk provokasi yang tidak berdasar serta berpotensi mengganggu stabilitas keamanan dan persatuan masyarakat di Tanah Papua.

Sekretaris Jenderal DPP BMP RI, Ali Kabiay, mengingatkan masyarakat agar tidak terpengaruh oleh narasi yang dinilai bertentangan dengan kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Ia menegaskan bahwa rekam jejak Sebby Sambom menunjukkan konsistensi dalam menyebarkan informasi yang bersifat provokatif dan tidak memberikan dampak positif bagi kesejahteraan masyarakat Papua.

Ali menjelaskan bahwa setelah menjalani proses hukum dalam kasus makar pada 2008 dan bebas bersyarat pada 2011, Sebby Sambom diketahui berada di Papua Nugini dan tetap aktif menyuarakan ideologi separatis melalui media sosial. Menurutnya, aktivitas tersebut justru memperkeruh situasi dan menghambat upaya pembangunan di Papua.

Baca Juga :  Ditlantas Polda Papua Siarkan Patroli Udara Lewat Program “Polantas Menyapa” Bersama RRI

Ia juga menyoroti berbagai pernyataan yang berisi ajakan kekerasan, mulai dari pembakaran fasilitas pendidikan hingga penyerangan terhadap warga sipil, guru, dan tenaga kerja.

Pernyataan seperti itu, kata Ali, bukan merupakan bentuk perjuangan, melainkan tindakan yang bertentangan dengan nilai kemanusiaan serta merugikan masyarakat luas.

Selain itu, Ali mengecam keras adanya ungkapan bernuansa rasis yang kerap disampaikan. Ia menegaskan bahwa paham tersebut bertentangan dengan ajaran agama dan nilai luhur Bhinneka Tunggal Ika.

“Kita semua adalah ciptaan Tuhan tanpa membedakan warna kulit maupun latar belakang. Setiap seruan kebencian tidak manusiawi dan harus dilawan dengan kebenaran,” ujarnya.

Baca Juga :  Cegah peredaran Narkoba, Satuan ResNarkoba Polres Merauke laksanakan Razia dan Pemeriksaan Urine di THR

Terkait ancaman perang yang sering muncul dalam video propaganda, Ali menilai hal tersebut tidak memiliki dasar yang jelas. Ia membandingkan profesionalisme TNI-Polri yang bekerja berdasarkan undang-undang dengan kelompok bersenjata yang tidak memiliki legitimasi hukum maupun perangkat kenegaraan yang jelas.

Menurutnya, isu kemerdekaan Papua juga tidak lagi menjadi fokus utama komunitas internasional yang kini lebih menitikberatkan pada kerja sama ekonomi dan pembangunan berkelanjutan.

Ali menegaskan bahwa masyarakat Papua saat ini lebih membutuhkan langkah nyata untuk mendorong kemajuan ekonomi dan kesejahteraan, bukan narasi yang memicu konflik.

Ia pun mengajak seluruh elemen masyarakat untuk tetap menjaga persatuan, tidak mudah terprovokasi, serta bersama-sama membangun daerah demi masa depan yang lebih baik.(rd)

Berita Terkait

Ramses Wally Resmi Bergabung dengan Golkar Papua, Siap Jalankan Penugasan Partai
Hari Ke-8 Pasca Ledakan Biak, Tim Gabungan Temukan 11 Serpihan Tubuh dan Lanjutkan Pencarian Korban
Tim Gabungan Sampaikan Perkembangan Penanganan Ledakan Diduga Bom Peninggalan Perang Dunia II di Biak Numfor
Polres Jayapura Lakukan Pengamanan dan Sterilisasi Lokasi Penemuan Benda Diduga Bom di Distrik Waibu
Yanni Dorong PPIR Siapkan Generasi Pemimpin Papua Menuju 2029
Tim Gabungan Sterilkan Lokasi Ledakan Biak, Puluhan Potongan Tubuh Kembali Ditemukan
Komitmen Perangi Narkoba Sat Resnarkoba Polresta Musnahkan Barang Bukti Narkotika
Pulihkan Keceriaan Anak-Anak Pengungsi, Polwan Polres Biak Numfor Gelar Trauma Healing
Berita ini 3 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 8 Juni 2026 - 21:45 WIB

Ramses Wally Resmi Bergabung dengan Golkar Papua, Siap Jalankan Penugasan Partai

Minggu, 7 Juni 2026 - 04:39 WIB

Tim Gabungan Sampaikan Perkembangan Penanganan Ledakan Diduga Bom Peninggalan Perang Dunia II di Biak Numfor

Minggu, 7 Juni 2026 - 04:38 WIB

Polres Jayapura Lakukan Pengamanan dan Sterilisasi Lokasi Penemuan Benda Diduga Bom di Distrik Waibu

Minggu, 7 Juni 2026 - 04:37 WIB

Yanni Dorong PPIR Siapkan Generasi Pemimpin Papua Menuju 2029

Sabtu, 6 Juni 2026 - 15:55 WIB

Tim Gabungan Sterilkan Lokasi Ledakan Biak, Puluhan Potongan Tubuh Kembali Ditemukan

Berita Terbaru