Ulama di Banten Apresiasi Polisi yang Berantas Aksi Premanisme di Wilayahnya

- Penulis

Sabtu, 10 Mei 2025 - 14:01 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta – Ulama kharismatik asal Banten, KH Ahmad Muhtadi Dimyati atau Abuya Muhtadi, mengapresiasi langkah Polda Banten dalam memberantas aksi premanisme di Provinsi Banten.

Abuya mendukung polisi untuk memberikan penindakan tegas kepada preman-preman yang telah meresahkan warga.

“Saya memberikan apresiasi dan dukungan kepada Kapolda Banten dan Polres Pandeglang atas tindakannya memberantas premanisme,” tutur Abuya, Sabtu (10/5/2025).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Abuya mengatakan aksi premanisme telah banyak merugikan masyarakat. Ulama senior Banten ini mendukung operasi kepolisian dalam memberantas premanisme dilakukan di seluruh Indonesia.

Baca Juga :  Usai Panen Raya, Petani Jagung di Bengkayang Harap Terus Bersinergi dengan Polri

“Buang premanisme, itu bukan aliran Banten. Khusus Banten bahkan semua se-Indonesia buang, semoga kita bisa bertindak. Saya insyaAllah akan turun kaki,” ujar Abuya.

Ulama Banten lainnya, Ustaz Cepi Syafarudin, juga mengapresiasi tindakan Polda Banten yang telah menangkap ratusan preman. Ia mengatakan langkah ini membuat kondisi di Banten dan sekitarnya menjadi kondusif.

“Banyak terima kasih kepada polri khususnya kepada Polda Banten dan Polresta Serang Kota yang telah melaksanakan Operasi Pekat Maung 2025 yang salah satunya menangani premanisme sehingga alhamdulilah kondisi Serang Kota dan Banten aman,” tuturnya.

Baca Juga :  Dukung Penginjilan ke Lembah Baliem, Kapolda Papua Salurkan Bantuan Alkitab kepada Klasis GKI Port Numbay

Polda Banten melaksanakan operasi pemberantasan premanisme dan berhasil mengamankan 492 orang. Operasi ini dilakukan seluruh jajaran hingga ke polsek-polsek.

“Polda Banten dan jajaran telah berhasil melakukan pengamanan dan penanganan aksi premanisme sebanyak 492 orang yang terdiri dari 63 pelaku telah ditetapkan sebagai tersangka sementara 429 orang dalam pembinaan yang sejalan dengan program Bapak Kapolda Banten yaitu Polisi Peduli Pengangguran atau Poliran,” terang Wakapolda Banten Brigjen Hengki.(rd)

Berita Terkait

Ketua Adat Lapago Jayapura Minta KKB Hentikan Kekerasan terhadap Warga Sipil
Ali Kabiay: Pengibaran Bintang Kejora di Inggris Sudah Tidak Relevan. Inggris Tetap Akui Kedaulatan Indonesia dari Aceh hingga Papua
Dialog Interaktif Polisi Menyapa, Polda Papua dan BMKG Ajak Masyarakat Waspada Cuaca Ekstrem
Kunjungan Prabowo ke London Tinggalkan Kesan Mendalam bagi Mahasiswa Papua
Ketua GEMARINDO: Program Presiden Prabowo Jawab Persoalan Papua
Ciptakan Calon Komcad Yang Berkualitas, Kodim 1310/Bitung Kawal Pemeriksaan Psikologi Online Seleksi KKRI TA. 2026
Atlet Nasional dan Personel Polda Papua, Evan Soumilena Dukung Turnamen Sepak Bola Antar Satker dengan Bantuan Bola
Arah Baru Pembangunan Papua Dibahas di Bappenas
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 22 Januari 2026 - 19:25 WIB

Ketua Adat Lapago Jayapura Minta KKB Hentikan Kekerasan terhadap Warga Sipil

Kamis, 22 Januari 2026 - 19:24 WIB

Ali Kabiay: Pengibaran Bintang Kejora di Inggris Sudah Tidak Relevan. Inggris Tetap Akui Kedaulatan Indonesia dari Aceh hingga Papua

Kamis, 22 Januari 2026 - 13:52 WIB

Dialog Interaktif Polisi Menyapa, Polda Papua dan BMKG Ajak Masyarakat Waspada Cuaca Ekstrem

Rabu, 21 Januari 2026 - 21:00 WIB

Kunjungan Prabowo ke London Tinggalkan Kesan Mendalam bagi Mahasiswa Papua

Rabu, 21 Januari 2026 - 20:59 WIB

Ketua GEMARINDO: Program Presiden Prabowo Jawab Persoalan Papua

Berita Terbaru