Tokoh Adat Papua Tolak Keras Aksi Separatis, Imbau Jaga Stabilitas Keamanan

- Penulis

Sabtu, 29 November 2025 - 18:54 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Papua – Sejumlah tokoh adat Papua, masyarakat Sentani, pemuda, dan perwakilan komunitas menyatakan penolakan keras terhadap aksi separatis di Tanah Papua, khususnya di Kecamatan Sentani, Jayapura. Pernyataan ini disampaikan menjelang peringatan Hari Ulang Tahun Operasi Papua Merdeka pada Senin, 1 Desember 2025.

Penolakan tersebut disampaikan dalam diskusi publik dan deklarasi yang digelar Aliansi Sentani Bersatu Sejahtera (ASBS) Papua. Diskusi berfokus pada penolakan aktivitas separatis serta dukungan terhadap kebijakan pemerintah demi kemajuan Tanah Papua.

“Saat ini masyarakat Papua membutuhkan ketenangan untuk bekerja, berusaha, dan membangun. Kami menolak segala bentuk ajakan yang memecah belah dan mendukung program pemerintah yang bertujuan membawa kesejahteraan bagi rakyat Papua,” kata Ketua ASBS, Jhon Maurits Suebu, dalam paparannya, Sabtu, 29 November 2025.

Acara yang digelar di Kafe Howe, Jalan Ifar Besar, Kecamatan Sentani, Kabupaten Jayapura ini juga menghadirkan tokoh adat Papua Syos Sokay dan Pendeta Helen Monim. Dalam diskusi tersebut, para tokoh adat menegaskan pentingnya menjaga stabilitas keamanan di Sentani dan wilayah Papua secara umum.

Menjelang momen sensitif peringatan 1 Desember, yang kerap dimanfaatkan kelompok tertentu untuk menyebarkan narasi separatis, para tokoh adat menekankan bahwa pembangunan hanya dapat tercapai melalui sinergi antara masyarakat adat, pemerintah daerah, dan aparat keamanan. Mereka mengajak masyarakat untuk tidak terpengaruh isu provokatif dan tetap menjaga persatuan.

Baca Juga :  Satgas Si-Ipar ORC Berikan Materi Dasar kepada Anak-Anak di Papua

“Dengan demikian kami berharap kegiatan yang berhubungan dengan hal-hal negatif tidak dilakukan. Kami harap masyarakat tetap menjaga situasi, demikian pula pihak yang berwajib agar kita dapat bekerja sama mengantisipasi gangguan keamanan dan menjaga ketenteraman bersama,” ujar Syos Sokay.

Acara ditutup dengan pembacaan Deklarasi Aliansi Sentani Bersatu Sejahtera yang berisi komitmen bersama, yaitu menolak aktivitas separatis di Tanah Papua, menjaga situasi yang aman dan damai, serta mendukung kebijakan pemerintah yang dinilai membawa dampak positif bagi pembangunan Papua.

Dengan terselenggaranya kegiatan ini, warga Sentani diharapkan semakin solid dalam menjaga kedamaian dan berpartisipasi aktif dalam pembangunan daerah.(rd)

Berita Terkait

Jelang Natal, Niko Maury Tekankan Pentingnya Menjaga Kedamaian di Papua
Solidaritas di Papua Selatan: Pastor Joseph Serukan Menjaga Persatuan NKRI
Kapolres Nabire Jelaskan Isi Undangan Apel Gabungan: Bagian dari Kalender Kamtibmas
Tokoh Agama Asmat Imbau Warga Jaga Kamtibmas dan Persatuan Menjelang Natal
Frids Semuel: 1 Desember adalah Hari AIDS Sedunia
Satgas Si-Ipar Operasi Rasaka Cartenz 2025 Gelar “Kelas Ceria” di Yalimo, Dorong Peningkatan Pendidikan Anak Papua
Warga Jayawijaya Diimbau Tidak Terpengaruh Aksi 1 Desember
Polda Papua Gelar Rapat Koordinasi Bahas Penegakan Hukum dan Perlindungan Hak Masyarakat Adat dalam Pemanfaatan Kawasan Hutan
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 30 November 2025 - 18:58 WIB

Jelang Natal, Niko Maury Tekankan Pentingnya Menjaga Kedamaian di Papua

Minggu, 30 November 2025 - 18:57 WIB

Solidaritas di Papua Selatan: Pastor Joseph Serukan Menjaga Persatuan NKRI

Minggu, 30 November 2025 - 18:56 WIB

Kapolres Nabire Jelaskan Isi Undangan Apel Gabungan: Bagian dari Kalender Kamtibmas

Minggu, 30 November 2025 - 18:55 WIB

Frids Semuel: 1 Desember adalah Hari AIDS Sedunia

Minggu, 30 November 2025 - 09:59 WIB

Satgas Si-Ipar Operasi Rasaka Cartenz 2025 Gelar “Kelas Ceria” di Yalimo, Dorong Peningkatan Pendidikan Anak Papua

Berita Terbaru