Satgasda Pangan Papua Pantau Harga Komoditas di Oksibil, Sejumlah Bahan Pokok Naik Akibat Ongkos Angkut Udara

- Penulis

Senin, 30 Maret 2026 - 18:25 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Papua — Satuan Tugas Daerah (Satgasda) Pangan Provinsi Papua melakukan pemantauan terhadap kios, outlet, dan toko pangan pengendali inflasi di Distrik Oksibil, Kabupaten Pegunungan Bintang.

Berdasarkan laporan, terdapat empat kios atau outlet pangan yang dipantau di Jalan PKT, Distrik Oksibil. Pemantauan dilakukan untuk mengetahui perkembangan harga dan ketersediaan bahan pokok di wilayah tersebut.

Hasil pengecekan menunjukkan bahwa sejumlah komoditas mengalami kenaikan harga. Kondisi tersebut dipengaruhi oleh tingginya biaya distribusi melalui transportasi udara.

Untuk komoditas beras, harga beras premium tercatat sebesar Rp40.000 per kilogram. Sementara itu, minyak goreng bersubsidi Minyakita dijual Rp45.000 per liter.

Baca Juga :  Pj Gubernur Papua Serukan Persatuan Lewat Ibadah Lintas Agama

Pada komoditas gula, gula kiloan dijual Rp40.000 per kilogram. Untuk komoditas daging, ayam potong dipasarkan dengan harga Rp60.000 per kilogram, sedangkan daging sapi segar mencapai Rp185.000 per kilogram.

Selain itu, telur ayam lokal dijual Rp115.000 per rak. Harga bawang merah tercatat sebesar Rp120.000 per kilogram dan bawang putih Rp100.000 per kilogram. Sementara itu, cabai keriting dijual Rp120.000 per kilogram.

Baca Juga :  "Percaya Proses, Tolak Provokasi"

Penanggung jawab kios pangan, Kamaruddin, menyampaikan bahwa kenaikan harga terjadi karena sebagian besar bahan pokok didatangkan dari luar daerah dengan biaya angkut yang tinggi melalui jalur udara.

Satgasda Pangan Papua menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya pengendalian inflasi dan pemantauan harga pangan di wilayah Pegunungan Bintang.

Meskipun harga sejumlah komoditas mengalami kenaikan, secara umum stok bahan pokok di Distrik Oksibil masih tersedia dan mencukupi kebutuhan masyarakat.(rd)

Berita Terkait

Transparan dan Akuntabel, Seleksi Bintara Polri 2026 di Papua: 97 Peserta Ikuti CAT Psikologi Hari Terakhir
Satlantas Mamberamo Tengah Edukasi Pengendara, Pelanggaran Masih Ditemukan
Tokoh Agama Papua Ajak Masyarakat Jaga Persatuan dan Tolak Provokasi Jelang 1 Mei
Ketua LMA Lanny Jaya Serukan Kedamaian dan Persatuan
Tokoh Adat dan Pemkot Jayapura Imbau Warga Hindari Anarkisme, Wali Kota Tekankan Pentingnya Jaga Kondusifitas
Tokoh Pemuda Papua Ajak Generasi Muda Pahami Sejarah dan Bangun Masa Depan
Dialog Polisi Menyapa di LPP RRI Jayapura Soroti Ancaman Radikalisme Anak di Era Digital
Polsek Jagebob Salurkan Bantuan Pupuk dan Dampingi Pemupukan Jagung di Kampung Mimi Baru 
Berita ini 2 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 1 Mei 2026 - 08:15 WIB

Transparan dan Akuntabel, Seleksi Bintara Polri 2026 di Papua: 97 Peserta Ikuti CAT Psikologi Hari Terakhir

Jumat, 1 Mei 2026 - 08:14 WIB

Satlantas Mamberamo Tengah Edukasi Pengendara, Pelanggaran Masih Ditemukan

Kamis, 30 April 2026 - 21:55 WIB

Tokoh Agama Papua Ajak Masyarakat Jaga Persatuan dan Tolak Provokasi Jelang 1 Mei

Kamis, 30 April 2026 - 21:39 WIB

Ketua LMA Lanny Jaya Serukan Kedamaian dan Persatuan

Kamis, 30 April 2026 - 21:38 WIB

Tokoh Adat dan Pemkot Jayapura Imbau Warga Hindari Anarkisme, Wali Kota Tekankan Pentingnya Jaga Kondusifitas

Berita Terbaru

Daerah

Ketua LMA Lanny Jaya Serukan Kedamaian dan Persatuan

Kamis, 30 Apr 2026 - 21:39 WIB