Perdamaian Adat Akhiri Konflik Kwamki Narama, Bupati Mimika Tegaskan Tidak Boleh Ada Lagi Perang

- Penulis

Senin, 12 Januari 2026 - 19:50 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Papua — Konflik berkepanjangan di Distrik Kwamki Narama, Kabupaten Mimika, Papua Tengah, akhirnya berakhir melalui prosesi perdamaian adat setelah hampir empat bulan memicu ketegangan sosial antar kelompok. Pertikaian antara kelompok Dang dan Newegalen resmi dihentikan lewat prosesi patah panah dan tukar babi yang digelar di Kampung Amole, Senin (12/1/2026).

Prosesi adat tersebut menjadi simbol penyelesaian konflik sekaligus pemulihan hubungan persaudaraan kedua kelompok. Patah panah dimaknai sebagai penghentian segala bentuk peperangan, sementara tukar babi melambangkan rekonsiliasi serta penguatan kembali ikatan kekeluargaan. Dalam momentum yang sakral dan penuh makna itu, pesan persatuan “Kita Semua adalah Satu Keluarga” mengemukakan sebagai komitmen bersama untuk membangun kehidupan damai dan harmonis di Kwamki Narama.

Baca Juga :  HKJSM Ajak Masyarakat Papua Tetap Tenang dan Rukun

Selain ritual adat, perdamaian diperkuat melalui penandatanganan kesepakatan damai oleh perwakilan kelompok Dang dan Newegalen. Penandatanganan tersebut disaksikan langsung Pemerintah Kabupaten Mimika dan Pemerintah Kabupaten Puncak sebagai bentuk legitimasi serta pengawasan terhadap implementasi kesepakatan.

Prosesi perdamaian dipimpin Bupati Mimika Johannes Rettob didampingi Wakil Bupati Mimika Emanuel Kemong, Wakil Bupati Puncak Naftali Akawal, serta Pj Sekda Kabupaten Puncak Nenu Tabuni. Masyarakat dari kedua kubu turut hadir menyaksikan rangkaian kegiatan hingga selesai.

Bupati Johannes Rettob menegaskan bahwa perdamaian ini harus dijaga bersama dan menjadi contoh bagi wilayah lain di Tanah Papua untuk selalu mengedepankan kehidupan yang damai dan kekeluargaan. Penegasan serupa disampaikan Pj Sekda Puncak, Nenu Tabuni, yang menekankan bahwa kesepakatan damai bersifat final, mengikat, dan tidak boleh lagi membuka ruang bagi konflik baru.

Baca Juga :  TPID Kota Jayapura Lakukan Sidak Bahan Pokok Jelang Ramadan dan Idulfitri 2026

Meski sempat diwarnai dinamika saat warga meminta pihak yang terlibat langsung hadir menandatangani kesepakatan secara pribadi, seluruh rangkaian prosesi perdamaian akhirnya berjalan tertib, aman, dan kondusif. Kesepakatan tersebut sekaligus menjadi penutup konflik antar kelompok Dang dan Newegalen serta menjadi titik awal pemulihan kehidupan sosial masyarakat di Distrik Kwamki Narama.(rd)

Berita Terkait

Ramses Wally Resmi Bergabung dengan Golkar Papua, Siap Jalankan Penugasan Partai
Hari Ke-8 Pasca Ledakan Biak, Tim Gabungan Temukan 11 Serpihan Tubuh dan Lanjutkan Pencarian Korban
Tim Gabungan Sampaikan Perkembangan Penanganan Ledakan Diduga Bom Peninggalan Perang Dunia II di Biak Numfor
Polres Jayapura Lakukan Pengamanan dan Sterilisasi Lokasi Penemuan Benda Diduga Bom di Distrik Waibu
Yanni Dorong PPIR Siapkan Generasi Pemimpin Papua Menuju 2029
Tim Gabungan Sterilkan Lokasi Ledakan Biak, Puluhan Potongan Tubuh Kembali Ditemukan
Komitmen Perangi Narkoba Sat Resnarkoba Polresta Musnahkan Barang Bukti Narkotika
Pulihkan Keceriaan Anak-Anak Pengungsi, Polwan Polres Biak Numfor Gelar Trauma Healing
Berita ini 4 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 8 Juni 2026 - 21:45 WIB

Ramses Wally Resmi Bergabung dengan Golkar Papua, Siap Jalankan Penugasan Partai

Minggu, 7 Juni 2026 - 04:39 WIB

Tim Gabungan Sampaikan Perkembangan Penanganan Ledakan Diduga Bom Peninggalan Perang Dunia II di Biak Numfor

Minggu, 7 Juni 2026 - 04:38 WIB

Polres Jayapura Lakukan Pengamanan dan Sterilisasi Lokasi Penemuan Benda Diduga Bom di Distrik Waibu

Minggu, 7 Juni 2026 - 04:37 WIB

Yanni Dorong PPIR Siapkan Generasi Pemimpin Papua Menuju 2029

Sabtu, 6 Juni 2026 - 15:55 WIB

Tim Gabungan Sterilkan Lokasi Ledakan Biak, Puluhan Potongan Tubuh Kembali Ditemukan

Berita Terbaru