Menanti Putusan MK, Warga Papua Diminta Waspada Isu SARA

- Penulis

Rabu, 27 Agustus 2025 - 15:21 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Papua – Pemungutan Suara Ulang (PSU) Pemilihan Gubernur Papua telah selesai dilaksanakan dengan partisipasi masyarakat yang tinggi. Kini, proses demokrasi berlanjut ke tahap berikutnya: sengketa hasil pemilu yang sedang diproses oleh Mahkamah Konstitusi (MK) di Jakarta.

Marinus Yaung selaku Aktivis Papua dikesempatannya mengatakan, meski hasil resmi belum diputuskan, masyarakat diimbau untuk tetap menjaga kedamaian, merawat kerukunan, dan tidak terprovokasi oleh isu-isu yang dapat memecah belah persatuan, terutama yang menyentuh isu agama atau suku.

“Kita sudah selesai memilih, sekarang mari kita dewasa menyikapi hasilnya. Bagi yang tidak puas, sudah ada jalur hukum. Tidak perlu ribut di jalanan atau di media sosial,” ucap marinus.

Baca Juga :  Ciptakan Keamanan Tetap Kondusif, Sat Binmas Polres Sarmi Ajak Warga Aktifkan Kembali Regu Siskamling

Ia menegaskan bahwa suasana damai harus tetap dijaga, apa pun hasil yang akan diputuskan MK nanti. “Berbeda pilihan politik itu wajar. Tapi jangan sampai merusak ikatan toleransi yang selama ini menjadi kekuatan masyarakat Papua,” tambahnya.

Selain itu, dirinya juga mengingatkan bahwa suasana pasca-PSU rawan digunakan oleh pihak-pihak tidak bertanggung jawab untuk memprovokasi masyarakat dengan isu SARA. Ia mengajak seluruh umat beragama untuk menjaga komunikasi yang sehat dan menahan diri dari narasi kebencian.

Baca Juga :  Melalui Door to Door System, Bhabinkamtibmas Kampung Uri Ajak Warga Binaan Jaga Sitkamtibmas

“Kita ini bersaudara. Jangan karena beda calon, lalu hubungan antarumat rusak. Agama mana pun pasti mengajarkan damai,” ujar aktivis Papua, Marinus Yaung.

Marinus menyebut bahwa momen ini menjadi ujian kedewasaan berdemokrasi masyarakat Papua. “Pemilu boleh panas, tapi setelah itu kita harus kembali sejuk. Demokrasi akan kuat kalau rakyatnya bijak,” pungkasnya.

Dengan toleransi dan saling menghormati, masyarakat Papua diharapkan bisa melewati masa pasca PSU ini dengan damai hingga keputusan final dari Mahkamah Konstitusi diumumkan.(rd)

Berita Terkait

Transparan dan Akuntabel, Seleksi Bintara Polri 2026 di Papua: 97 Peserta Ikuti CAT Psikologi Hari Terakhir
Satlantas Mamberamo Tengah Edukasi Pengendara, Pelanggaran Masih Ditemukan
Tokoh Agama Papua Ajak Masyarakat Jaga Persatuan dan Tolak Provokasi Jelang 1 Mei
Ketua LMA Lanny Jaya Serukan Kedamaian dan Persatuan
Tokoh Adat dan Pemkot Jayapura Imbau Warga Hindari Anarkisme, Wali Kota Tekankan Pentingnya Jaga Kondusifitas
Tokoh Pemuda Papua Ajak Generasi Muda Pahami Sejarah dan Bangun Masa Depan
Dialog Polisi Menyapa di LPP RRI Jayapura Soroti Ancaman Radikalisme Anak di Era Digital
Polsek Jagebob Salurkan Bantuan Pupuk dan Dampingi Pemupukan Jagung di Kampung Mimi Baru 
Berita ini 1 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 1 Mei 2026 - 08:15 WIB

Transparan dan Akuntabel, Seleksi Bintara Polri 2026 di Papua: 97 Peserta Ikuti CAT Psikologi Hari Terakhir

Jumat, 1 Mei 2026 - 08:14 WIB

Satlantas Mamberamo Tengah Edukasi Pengendara, Pelanggaran Masih Ditemukan

Kamis, 30 April 2026 - 21:55 WIB

Tokoh Agama Papua Ajak Masyarakat Jaga Persatuan dan Tolak Provokasi Jelang 1 Mei

Kamis, 30 April 2026 - 21:39 WIB

Ketua LMA Lanny Jaya Serukan Kedamaian dan Persatuan

Kamis, 30 April 2026 - 21:30 WIB

Tokoh Pemuda Papua Ajak Generasi Muda Pahami Sejarah dan Bangun Masa Depan

Berita Terbaru

Daerah

Ketua LMA Lanny Jaya Serukan Kedamaian dan Persatuan

Kamis, 30 Apr 2026 - 21:39 WIB