Kepala Suku Besar Puncak Tegaskan Larangan Segala Aksi Kekerasan dan Perusakan Fasilitas Umum

- Penulis

Senin, 13 April 2026 - 19:57 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kabupaten Puncak – Kepala Suku Besar Kabupaten Puncak, Abelom Kogoya, menyampaikan himbauan tegas kepada seluruh masyarakat serta kelompok bersenjata (KKB) agar tidak lagi melakukan tindakan yang merugikan masyarakat, khususnya aksi kekerasan dan perusakan fasilitas umum di wilayah Puncak.

Dalam pernyataannya di Kampung Kimak, Distrik Ilaga, Senin (13/04/2026), Abelom Kogoya menegaskan bahwa situasi keamanan di Kabupaten Puncak harus dijaga bersama demi keberlangsungan kehidupan masyarakat. Ia secara khusus menyoroti tindakan KKB yang selama ini kerap melakukan aksi pembakaran bangunan dan kekerasan terhadap warga, termasuk tenaga pendidik dan tenaga kesehatan.

“Kami minta dengan tegas kepada KKB agar tidak lagi membunuh masyarakat secara sembarangan, terlebih kepada guru dan tenaga kesehatan yang datang untuk membantu masyarakat. Mereka hadir untuk membangun, bukan untuk disakiti,” tegasnya.

Baca Juga :  Ketua Gereja Baptis Papua Wilayah Pirime Serukan Umat Jaga Keamanan dan Tolak Gangguan Kelompok dari Luar

Lebih lanjut, Abelom Kogoya juga mengkritisi keras aksi pembakaran fasilitas umum yang dinilai sangat merugikan masyarakat sendiri. Menurutnya, bangunan seperti sekolah, puskesmas, dan fasilitas pemerintah lainnya dibangun untuk kepentingan masyarakat Kabupaten Puncak, bukan untuk dihancurkan.

“Bangunan yang ada itu untuk masyarakat Puncak. Kalau dibakar, yang rugi kita sendiri. Anak-anak tidak bisa sekolah, masyarakat tidak bisa berobat. Ini tindakan KKB yang sangat merugikan dan tidak berpihak kepada rakyat,” ujarnya.

Ia juga menekankan bahwa pembangunan yang saat ini berjalan di Kabupaten Puncak merupakan upaya untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Oleh karena itu, segala bentuk gangguan, terutama dari KKB, harus dihentikan.

Baca Juga :  Tokoh Intelektual Puncak Jaya Ajak Masyarakat Jaga Persatuan Pasca Konflik Pilkada

Selain itu, Abelom Kogoya mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga keamanan wilayah serta mendukung aparat TNI-Polri dalam menciptakan situasi yang aman dan kondusif. Ia menilai, kolaborasi antara masyarakat dan aparat sangat penting agar aktivitas sosial dan ekonomi dapat berjalan dengan baik.

Himbauan ini disampaikan sebagai bentuk kepedulian tokoh adat terhadap kondisi keamanan di Kabupaten Puncak yang belakangan terganggu oleh aksi-aksi KKB, seperti pembakaran bangunan dan teror terhadap masyarakat. Diharapkan, dengan adanya seruan tegas dari Kepala Suku Besar, tidak ada lagi aksi kekerasan maupun perusakan yang dilakukan oleh KKB, sehingga masyarakat dapat hidup dengan aman dan damai.(RD)

Berita Terkait

Tokoh Masyarakat Arso Timur Serukan Persatuan dan Stabilitas Keamanan
Hindari Provokasi, Max Ohee Minta Masyarakat Papua Jaga Kedamaian
Tokoh Kamoro di Mimika Imbau Warga Tidak Terlibat Aksi 7 April
Tokoh Gereja Imbau Masyarakat Papua Tidak Terlibat Aksi Demo Tanpa Izin
Tokoh Pemuda Papua Ajak Sampaikan Aspirasi Secara Damai dan Jaga Kamtibmas
Hari ke-3 Operasi Ketupat Cartenz 2026, Polda Papua Gelar Patroli Sore di Sejumlah Titik di Kota Jayapura
Tokoh Muda Nabire Sebut Pernyataan Aibon Kogoya Keliru dan Provokatif Bagi Masyarakat OAP
Jaga Stabilitas Keamanan Daerah, Warga Tolikara Diminta Bentengi diri Dari Provokasi KNPB
Berita ini 1 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 13 April 2026 - 19:57 WIB

Kepala Suku Besar Puncak Tegaskan Larangan Segala Aksi Kekerasan dan Perusakan Fasilitas Umum

Sabtu, 11 April 2026 - 15:39 WIB

Tokoh Masyarakat Arso Timur Serukan Persatuan dan Stabilitas Keamanan

Jumat, 10 April 2026 - 04:14 WIB

Hindari Provokasi, Max Ohee Minta Masyarakat Papua Jaga Kedamaian

Senin, 6 April 2026 - 21:39 WIB

Tokoh Kamoro di Mimika Imbau Warga Tidak Terlibat Aksi 7 April

Senin, 6 April 2026 - 14:37 WIB

Tokoh Gereja Imbau Masyarakat Papua Tidak Terlibat Aksi Demo Tanpa Izin

Berita Terbaru