Herman Yoku: Dari Kombatan KKB hingga Kembali Mengabdi kepada NKRI

- Penulis

Sabtu, 29 November 2025 - 20:42 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Papua – Perjalanan hidup seseorang sering kali penuh liku dan pergulatan batin yang mendalam. Begitu pula dengan Herman Yoku, seorang mantan kombatan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) yang kini memilih jalan berbeda. Setelah bertahun-tahun berada dalam kelompok yang menentang negara, Herman akhirnya mengakui Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan kini bertekad mengabdikan dirinya untuk perdamaian serta pembangunan di Papua.

Awal Perjalanan: Jalan yang Dipilih

Herman Yoku lahir dan tumbuh di sebuah kampung terpencil di pedalaman Papua. Sejak muda, ia melihat banyak ketimpangan sosial dan keterbatasan dalam akses pendidikan serta ekonomi di lingkungannya. Ketidakpuasan ini membuatnya tertarik pada pergerakan kelompok bersenjata yang menawarkan perubahan dengan cara yang ia yakini saat itu sebagai satu-satunya jalan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Beberapa tahun bergabung dengan KKB, Herman mengalami berbagai peristiwa yang membentuk pemikirannya. Ia melihat langsung konflik berkepanjangan yang justru membawa kesengsaraan bagi masyarakat Papua, termasuk bagi keluarganya sendiri.

Momen Titik Balik

Kesadaran mulai muncul ketika Herman menyaksikan bahwa kelompok yang selama ini ia perjuangkan tidak sepenuhnya membawa kebaikan bagi rakyat Papua. Alih-alih menciptakan kesejahteraan, ia melihat masyarakat justru semakin terhimpit dalam ketakutan, pembangunan terhambat, dan kehidupan sehari-hari dipenuhi dengan ketidakpastian.

Baca Juga :  Personel Pos Polisi Passue Kunjungi Warga Terdampak Banjir di Kampung Bifo

Puncak perubahan terjadi ketika Herman bertemu dengan tokoh-tokoh masyarakat dan aparat keamanan yang mendekatinya dengan pendekatan humanis. Ia diajak berdialog, diberikan pemahaman baru tentang konsep pembangunan dan kesejahteraan yang dapat diraih tanpa harus mengangkat senjata. Salah satu pertemuan yang mengubah hidupnya adalah dengan tokoh gereja dan aparat kepolisian yang menawarkan jalur rekonsiliasi serta kehidupan baru bagi dirinya dan keluarganya.

Setelah melalui berbagai pertimbangan, Herman akhirnya mengambil keputusan besar: menyerahkan diri, mengakui NKRI, dan berkomitmen untuk membangun Papua dengan cara damai.

Kembali ke Pangkuan Ibu Pertiwi

Keputusan Herman untuk kembali ke NKRI disambut baik oleh pemerintah dan aparat keamanan. Dalam proses rehabilitasi, ia diberikan kesempatan untuk mengembangkan keterampilan baru. Dengan dukungan dari program deradikalisasi dan pemberdayaan ekonomi, ia kini terlibat dalam berbagai kegiatan sosial, termasuk membantu mantan kombatan lainnya untuk kembali ke masyarakat.

Saat ini, Herman aktif dalam program ekonomi kreatif di Papua, khususnya dalam bidang pertanian dan usaha mikro. Ia juga menjadi bagian dari upaya perdamaian dengan memberikan testimoni dan berbicara di berbagai forum tentang pentingnya rekonsiliasi dan pembangunan.

Baca Juga :  Tokoh Muslim Papua Thaha Al-Hamid: Posisi Polri di Bawah Presiden Sudah Final, Jangan Diutak-atik Lagi

“Saya menyadari bahwa senjata bukan solusi. Justru dengan bekerja sama, kita bisa membangun Papua lebih baik, memberikan masa depan yang lebih cerah bagi anak-anak kita,” ujar Herman dalam salah satu wawancara.

Dari Perlawanan ke Pengabdian

Kini, Herman Yoku menjadi simbol perubahan dan harapan bagi banyak orang. Perjalanannya membuktikan bahwa setiap orang memiliki kesempatan kedua untuk memperbaiki hidup dan berkontribusi bagi masyarakat. Dari seorang kombatan yang dulu menentang negara, kini ia adalah seorang warga negara yang berkomitmen untuk menjaga kedamaian dan membangun tanah kelahirannya.

Papua membutuhkan lebih banyak orang seperti Herman, yang berani keluar dari lingkaran konflik dan memilih jalur rekonsiliasi. Dengan adanya dukungan dari berbagai pihak, diharapkan semakin banyak mantan kombatan yang mau mengikuti jejaknya: kembali ke pangkuan NKRI dan berkontribusi bagi kemajuan Papua.(rd)

Berita Terkait

Satgas Pangan Polda Papua Pantau Harga Bahan Pokok Jelang Ramadhan, Ditreskrimsus Pastikan Stok Aman dan Harga Stabil
Menang Praperadilan Kasus Tambang Emas Andi Muh. Irhong Naeing dan WNA, Ditreskrimsus Polda Papua Tegaskan Profesionalisme Penyidikan
Dialog Interaktif “Polisi Menyapa”, Polda Papua Tekankan Keselamatan Lalu Lintas sebagai Isu Kesehatan Publik
Dorong Percepatan Pembangunan Desa, Kasdam Merdeka Turun Langsung Tinjau Progres Koperasi Merah Putih di Kauditan II
Seleksi SIPSS 2026, Polda Papua Laksanakan Uji Kesamaptaan Jasmani
Doa dan Penghormatan Terakhir Iringi Pemakaman Ayahanda Kapolda Papua Tengah
Uskup Timika Soroti Luka Sosial dan Tantangan Pendidikan di Tanah Papua
Momen Pelantikan Pengurus Cabang, Sinergi Kodim 1310/Bitung dan FKPPI Bangun Komunikasi Yang Baik Dengan Elemen Masyarakat
Berita ini 1 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 5 Februari 2026 - 17:07 WIB

Satgas Pangan Polda Papua Pantau Harga Bahan Pokok Jelang Ramadhan, Ditreskrimsus Pastikan Stok Aman dan Harga Stabil

Kamis, 5 Februari 2026 - 12:21 WIB

Dialog Interaktif “Polisi Menyapa”, Polda Papua Tekankan Keselamatan Lalu Lintas sebagai Isu Kesehatan Publik

Selasa, 3 Februari 2026 - 13:37 WIB

Dorong Percepatan Pembangunan Desa, Kasdam Merdeka Turun Langsung Tinjau Progres Koperasi Merah Putih di Kauditan II

Senin, 2 Februari 2026 - 10:12 WIB

Seleksi SIPSS 2026, Polda Papua Laksanakan Uji Kesamaptaan Jasmani

Minggu, 1 Februari 2026 - 09:42 WIB

Doa dan Penghormatan Terakhir Iringi Pemakaman Ayahanda Kapolda Papua Tengah

Berita Terbaru