LDII Papua Tegaskan Pentingnya Jaga Stabilitas Jelang Putusan PSU Gubernur Papua

- Penulis

Jumat, 29 Agustus 2025 - 20:10 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Papua – Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Provinsi Papua menyerukan kepada seluruh elemen masyarakat untuk menjaga kondusivitas dan menghormati proses demokrasi Pemungutan Suara Ulang (PSU) Gubernur Papua. Masyarakat diminta tidak terprovokasi oleh isu yang berpotensi memicu perpecahan.

Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) LDII Papua, H. Sugiyono, SE., M.Si menegaskan bahwa semua pihak harus tunduk dan menghormati keputusan Komisi Pemilihan Umum (KPU) sebagai lembaga resmi penyelenggara pemilu.

“Jangan ada yang bermain api dengan menyebarkan provokasi, ujaran kebencian, maupun narasi intoleran. Semua itu hanya akan memecah belah persatuan dan membahayakan Papua,” tegas Sugiyono.

Baca Juga :  Apel Gelar Pasukan Operasi “Aitumieri Kuri 2025”, Polres Teluk Wondama Siap Amankan Perayaan Satu Abad Nubuatan Dominee I.S. Kijne

Ia mengingatkan bahwa tahapan sengketa hasil PSU yang saat ini berlangsung di Mahkamah Konstitusi harus disikapi dengan kepala dingin. Masyarakat diminta tidak mudah terpancing dan diminta bijak menggunakan media sosial.

“Stop menyebar konten saling serang antarpendukung. Media sosial harus digunakan untuk membangun, bukan memecah. Ini adalah proses demokrasi yang sah dan harus kita hormati,” ujarnya.

Sugiyono menegaskan, situasi aman dan damai adalah syarat mutlak agar masyarakat bisa beraktivitas secara normal. Menurutnya, keamanan adalah pondasi untuk menjaga keberlangsungan hidup sosial dan ekonomi.

Baca Juga :  Korban Pencurian Motor Ucapkan Terima Kasih kepada Polres Merauke

“Kalau Papua aman, kita bisa bekerja dengan baik, anak-anak bisa sekolah, roda ekonomi berputar. Tapi kalau situasi tidak kondusif, semuanya akan terganggu,” katanya dengan nada serius.

Ia juga menutup pernyataan dengan mengajak seluruh masyarakat Papua untuk bersabar mengikuti dinamika proses hukum PSU, sembari terus menjunjung tinggi semangat hidup rukun dan saling menghargai.

“Apapun hasilnya nanti, mari kita terima dengan lapang dada. Jangan korbankan kedamaian Papua hanya karena perbedaan pilihan,” tutupnya.(rd)

Berita Terkait

Ramses Wally Resmi Bergabung dengan Golkar Papua, Siap Jalankan Penugasan Partai
Hari Ke-8 Pasca Ledakan Biak, Tim Gabungan Temukan 11 Serpihan Tubuh dan Lanjutkan Pencarian Korban
Tim Gabungan Sampaikan Perkembangan Penanganan Ledakan Diduga Bom Peninggalan Perang Dunia II di Biak Numfor
Polres Jayapura Lakukan Pengamanan dan Sterilisasi Lokasi Penemuan Benda Diduga Bom di Distrik Waibu
Yanni Dorong PPIR Siapkan Generasi Pemimpin Papua Menuju 2029
Tim Gabungan Sterilkan Lokasi Ledakan Biak, Puluhan Potongan Tubuh Kembali Ditemukan
Komitmen Perangi Narkoba Sat Resnarkoba Polresta Musnahkan Barang Bukti Narkotika
Pulihkan Keceriaan Anak-Anak Pengungsi, Polwan Polres Biak Numfor Gelar Trauma Healing
Berita ini 1 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 8 Juni 2026 - 21:45 WIB

Ramses Wally Resmi Bergabung dengan Golkar Papua, Siap Jalankan Penugasan Partai

Senin, 8 Juni 2026 - 04:40 WIB

Hari Ke-8 Pasca Ledakan Biak, Tim Gabungan Temukan 11 Serpihan Tubuh dan Lanjutkan Pencarian Korban

Minggu, 7 Juni 2026 - 04:39 WIB

Tim Gabungan Sampaikan Perkembangan Penanganan Ledakan Diduga Bom Peninggalan Perang Dunia II di Biak Numfor

Minggu, 7 Juni 2026 - 04:38 WIB

Polres Jayapura Lakukan Pengamanan dan Sterilisasi Lokasi Penemuan Benda Diduga Bom di Distrik Waibu

Minggu, 7 Juni 2026 - 04:37 WIB

Yanni Dorong PPIR Siapkan Generasi Pemimpin Papua Menuju 2029

Berita Terbaru