Tokoh Masyarakat Ilaga Imbau Warga Tidak Terprovokasi Pasca Insiden di Tembagapura

- Penulis

Senin, 9 Maret 2026 - 14:19 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilaga – Tokoh masyarakat dari wilayah Distrik Ilaga, Toname Mom, kembali mengimbau masyarakat agar tetap menjaga ketenangan dan tidak terprovokasi oleh berbagai isu yang berkembang terkait insiden yang terjadi di kawasan Tembagapura, Kabupaten Mimika.

Imbauan tersebut disampaikan Toname Mom pada Senin (9/3/2026), menindaklanjuti video pernyataan yang sebelumnya ia rekam pada 4 Maret 2026 di Kampung Kimak, Distrik Ilaga. Video tersebut direkam di hadapan masyarakat Damal dan membahas terkait meninggalnya salah satu warga bernama Ehanus Mom alias Demianus Yolemal yang terjadi di kawasan Distrik Tembagapura pada 2 Maret 2026.

Dalam pernyataannya, Toname Mom yang merupakan kakak kandung dari almarhum Ehanus Mom menegaskan kepada masyarakat, khususnya keluarga besar suku Damal di Kabupaten Puncak, agar tidak membawa persoalan yang terjadi di wilayah Mimika ke daerah lain serta tidak terpengaruh oleh berbagai informasi yang beredar.

“Saya menyampaikan kepada seluruh keluarga yang ada di sini agar jangan membawa permasalahan dari Timika ke wilayah Puncak. Kita tidak boleh terprovokasi oleh pembicaraan dari pihak lain,” ujarnya.

Baca Juga :  Kepala Suku Besar Paniai Ajak Masyarakat Dukung Kepolisian Jaga Keamanan Daerah

Ia juga menjelaskan bahwa dirinya telah berkomunikasi langsung dengan keluarga yang berada di Mimika untuk mengetahui kronologi kejadian tersebut. Berdasarkan informasi yang ia terima, insiden yang menimpa adiknya terjadi saat situasi penindakan berlangsung di lokasi tersebut.

“Saya sudah menelepon keluarga di Timika dan menanyakan secara baik-baik. Dari penjelasan yang saya terima, adik kami saat itu dalam keadaan mabuk dan berlari sehingga terkena peluru,” kata Toname Mom.

Meski kehilangan anggota keluarga, Toname Mom menyampaikan bahwa pihak keluarga berusaha menerima kejadian tersebut dengan lapang dada dan tidak ingin peristiwa tersebut menimbulkan konflik baru di tengah masyarakat.

Ia juga meminta agar video pernyataannya disebarluaskan kepada masyarakat luas agar semua pihak memahami situasi yang sebenarnya dan tidak terpengaruh oleh isu-isu yang dapat memicu ketegangan.

Baca Juga :  Tokoh Pemuda Adat Saireri Ajak Masyarakat Nabire Tidak Terprovokasi dan Dukung Penegakan Hukum

“Video ini saya buat supaya semua keluarga dan masyarakat tahu dengan baik, agar kita semua tidak terprovokasi oleh bahasa-bahasa dari luar,” tambahnya.

Lebih lanjut, Toname Mom menyampaikan bahwa keluarga tidak mempersoalkan apabila almarhum dimakamkan di wilayah Mimika karena sebagian keluarga juga berada di daerah tersebut. Berdasarkan informasi yang diperoleh, jenazah almarhum telah dimakamkan pada 3 Maret 2026 di wilayah SP 3 Mimika setelah sebelumnya diserahkan kepada pihak keluarga di rumah duka Distrik Kwamki Narama, Kabupaten Mimika.

Ke depan, Toname Mom menyatakan akan terus menyampaikan imbauan kepada masyarakat, khususnya keluarga besar di wilayah Kabupaten Puncak, agar tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu dari luar daerah serta tetap menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat.

Ia juga mengajak masyarakat untuk mendukung upaya aparat keamanan dalam menjaga stabilitas serta menegakkan hukum agar kejadian serupa tidak kembali terjadi di kemudian hari.(rd)

Berita Terkait

Hari ke-3 Operasi Ketupat Cartenz 2026, Polda Papua Gelar Patroli Sore di Sejumlah Titik di Kota Jayapura
Tokoh Muda Nabire Sebut Pernyataan Aibon Kogoya Keliru dan Provokatif Bagi Masyarakat OAP
Jaga Stabilitas Keamanan Daerah, Warga Tolikara Diminta Bentengi diri Dari Provokasi KNPB
Kepala Suku Moni di Paniai Ajak Masyarakat Jaga Keamanan Jelang Perayaan Paskah
Aktivitas Warga Kembali Normal, Kepala Suku Yalimek Apresiasi Stabilitas Keamanan di Yahukimo
Tokoh Masyarakat Tembagapura Ajak Warga Tetap Tenang Pasca Insiden di Kali Kabur
Tokoh Intelektual Puncak Jaya Ajak Masyarakat Jaga Persatuan Pasca Konflik Pilkada
Tokoh Gereja Pegunungan Bintang Ajak Jemaat Jaga Kedamaian di Oksibil
Berita ini 4 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 16 Maret 2026 - 05:43 WIB

Hari ke-3 Operasi Ketupat Cartenz 2026, Polda Papua Gelar Patroli Sore di Sejumlah Titik di Kota Jayapura

Jumat, 13 Maret 2026 - 17:11 WIB

Tokoh Muda Nabire Sebut Pernyataan Aibon Kogoya Keliru dan Provokatif Bagi Masyarakat OAP

Jumat, 13 Maret 2026 - 17:10 WIB

Jaga Stabilitas Keamanan Daerah, Warga Tolikara Diminta Bentengi diri Dari Provokasi KNPB

Selasa, 10 Maret 2026 - 15:22 WIB

Kepala Suku Moni di Paniai Ajak Masyarakat Jaga Keamanan Jelang Perayaan Paskah

Senin, 9 Maret 2026 - 19:29 WIB

Aktivitas Warga Kembali Normal, Kepala Suku Yalimek Apresiasi Stabilitas Keamanan di Yahukimo

Berita Terbaru