Rektor Universitas Yapis Papua Tolak Wacana Polri di Bawah Kementerian: Harus Independen di Bawah Presiden

- Penulis

Kamis, 29 Januari 2026 - 16:53 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Papua – Rektor Universitas Yapis Papua, Dr. Ir. Didik Suryamihardja S. Mabui, S.T., M.T., IPM, menyampaikan pandangannya terkait isu yang berkembang di media dan masyarakat mengenai wacana penggabungan institusi Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) ke dalam birokrasi kementerian.

Dalam pernyataannya, Dr. Didik menegaskan ketidaksetujuannya terhadap wacana tersebut. Ia menilai bahwa sistem birokrasi kementerian tidak sejalan dengan karakter dan fungsi institusi Polri yang memiliki peran strategis dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.

Baca Juga :  Ka SPN Polda Papua Tegaskan Komitmen Pembentukan Mental dan Karakter Siswa Diktukba Polri

“Institusi Polri merupakan lembaga yang harus tetap independen dan berada langsung di bawah Presiden. Polri tidak boleh digabungkan dengan kementerian mana pun,” tegasnya.

Ia juga menyampaikan bahwa meskipun terdapat berbagai pendapat dari pakar hukum maupun pihak lainnya yang beredar di ruang publik, perbedaan pandangan tersebut patut dihargai. Namun menurutnya, prinsip utama yang harus dijaga adalah independensi Polri sebagai institusi penegak hukum.

Baca Juga :  Tangkap dan Deportasi Sebby Sambom!”-Nelson Ondi Desak PNG Bersikap Tegas

Lebih lanjut, Dr. Didik berharap agar Polri tetap berdiri sebagai institusi yang profesional, mandiri, dan bebas dari kepentingan birokrasi kementerian, sehingga mampu memberikan rasa aman, nyaman, dan terkendali kepada masyarakat sesuai dengan tugas dan fungsi Polri.

“Harapan kami, dengan Polri yang independen, masyarakat dapat merasakan keamanan dan ketertiban yang berkelanjutan,” tutupnya.(rd)

Berita Terkait

Ismail Asso Bongkar Borok Pemerintahan Papua Pegunungan: Dugaan Hampir Semua Pejabat SK PJS, Monarki dan KKN
Ustadz Ismail Asso Tokoh Muslim Papua Desak Kejagung Usut Tuntas Dana Puluhan Miliar Kantor Gubernur Papua Pegunungan tengah Belum Dibangun
Ustadz Ismail Asso dan Massa Papua Pegunungan tengah Geruduk Kejagung, Desak Gubernur John Tabo serta ketua MRP Agus Nikilik Diperiksa
Ismail Asso Serahkan Bukti Dugaan Korupsi Dana Otsus dan APBD Papua Pegunungan ke Bareskrim Polri
Demi OAP, Ismail Asso Desak Agus Kinilik Hubi Lepas Jabatan Ketua MRP Papua Pegunungan
Ismail Asso Tokoh Papua Pegunungan Laporkan Kelemahan Tata Kelola ke KPK, Minta Audit Dana Otsus Rp12 Triliun
Ramses Wally Resmi Bergabung dengan Golkar Papua, Siap Jalankan Penugasan Partai
Hari Ke-8 Pasca Ledakan Biak, Tim Gabungan Temukan 11 Serpihan Tubuh dan Lanjutkan Pencarian Korban
Berita ini 7 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 25 September 2026 - 16:30 WIB

Ismail Asso Bongkar Borok Pemerintahan Papua Pegunungan: Dugaan Hampir Semua Pejabat SK PJS, Monarki dan KKN

Kamis, 24 September 2026 - 11:38 WIB

Ustadz Ismail Asso Tokoh Muslim Papua Desak Kejagung Usut Tuntas Dana Puluhan Miliar Kantor Gubernur Papua Pegunungan tengah Belum Dibangun

Rabu, 23 September 2026 - 23:23 WIB

Ustadz Ismail Asso dan Massa Papua Pegunungan tengah Geruduk Kejagung, Desak Gubernur John Tabo serta ketua MRP Agus Nikilik Diperiksa

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 22:19 WIB

Ismail Asso Serahkan Bukti Dugaan Korupsi Dana Otsus dan APBD Papua Pegunungan ke Bareskrim Polri

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 22:18 WIB

Demi OAP, Ismail Asso Desak Agus Kinilik Hubi Lepas Jabatan Ketua MRP Papua Pegunungan

Berita Terbaru