Semangat 10 November, Warga Papua Didorong Jaga Persatuan dan NKRI

- Penulis

Senin, 10 November 2025 - 11:49 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Papua – Bangsa Indonesia setiap tahun memperingati Hari Pahlawan pada tanggal 10 November sebagai momen bersejarah untuk mengenang jasa para pahlawan yang telah gugur dalam perjuangan melawan penjajah.

Dalam momentum tersebut, Anggota DPRK Waropen Kaleb V.B Woisiri, yang dikenal berjiwa muda, menegaskan bahwa peringatan Hari Pahlawan tidak seharusnya hanya menjadi kegiatan seremonial, melainkan harus dimaknai lebih dalam sebagai bentuk penghargaan terhadap perjuangan para pahlawan.

Kaleb menjelaskan, Hari Pahlawan sejatinya merupakan saat untuk mengenang Pertempuran Surabaya 10 November 1945, ketika rakyat Indonesia yang dipimpin oleh Bung Tomo dan para pejuang mempertahankan kemerdekaan dari pasukan Inggris dan Belanda (AFNEI & NICA) yang saat itu belum mengakui Proklamasi Kemerdekaan Indonesia 17 Agustus 1945.

> “Bukan hanya seremonial saja, namun harus kita maknai dengan dalam bagaimana para pejuang telah gugur untuk bangsa Indonesia dan untuk kita semua,” tegas Kaleb.

 

Ia menambahkan, melalui momentum 10 November yang dimaknai sebagai Refleksi Psikologi Bangsa Indonesia, generasi muda diharapkan mampu menumbuhkan kembali semangat cinta tanah air, persatuan, dan tanggung jawab sebagai warga negara. Nilai-nilai tersebut penting untuk memperkuat solidaritas nasional dan mencegah disintegrasi bangsa.

Baca Juga :  Hari Kelima Program Pemulihan Profesi PNPP Polda Papua, Personel Dibekali

> “Tanamkan jiwa nasionalisme di diri kita masing-masing, terutama anak-anak muda. Teruslah berkarya dengan baik tanpa merusak jiwa dengan hal-hal buruk,” pesan Kaleb.

 

Selain itu, tokoh Papua juga menyerukan bahwa Hari Pahlawan harus diingat sebagai bagian dari sejarah perjuangan bangsa, di mana pahlawan nasional asal Papua turut berperan penting dalam mengusir penjajah dan mempertahankan Papua sebagai bagian dari Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

“Sekarang, kita di Papua sudah tidak dijajah lagi. Kita bebas dan hidup dalam bingkai NKRI,” tutupnya.(rd)

Berita Terkait

Satgas Pangan Polda Papua Pantau Harga Bahan Pokok Jelang Ramadhan, Ditreskrimsus Pastikan Stok Aman dan Harga Stabil
Menang Praperadilan Kasus Tambang Emas Andi Muh. Irhong Naeing dan WNA, Ditreskrimsus Polda Papua Tegaskan Profesionalisme Penyidikan
Dialog Interaktif “Polisi Menyapa”, Polda Papua Tekankan Keselamatan Lalu Lintas sebagai Isu Kesehatan Publik
Dorong Percepatan Pembangunan Desa, Kasdam Merdeka Turun Langsung Tinjau Progres Koperasi Merah Putih di Kauditan II
Seleksi SIPSS 2026, Polda Papua Laksanakan Uji Kesamaptaan Jasmani
Doa dan Penghormatan Terakhir Iringi Pemakaman Ayahanda Kapolda Papua Tengah
Uskup Timika Soroti Luka Sosial dan Tantangan Pendidikan di Tanah Papua
Momen Pelantikan Pengurus Cabang, Sinergi Kodim 1310/Bitung dan FKPPI Bangun Komunikasi Yang Baik Dengan Elemen Masyarakat
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 5 Februari 2026 - 17:07 WIB

Satgas Pangan Polda Papua Pantau Harga Bahan Pokok Jelang Ramadhan, Ditreskrimsus Pastikan Stok Aman dan Harga Stabil

Kamis, 5 Februari 2026 - 16:51 WIB

Menang Praperadilan Kasus Tambang Emas Andi Muh. Irhong Naeing dan WNA, Ditreskrimsus Polda Papua Tegaskan Profesionalisme Penyidikan

Kamis, 5 Februari 2026 - 12:21 WIB

Dialog Interaktif “Polisi Menyapa”, Polda Papua Tekankan Keselamatan Lalu Lintas sebagai Isu Kesehatan Publik

Selasa, 3 Februari 2026 - 13:37 WIB

Dorong Percepatan Pembangunan Desa, Kasdam Merdeka Turun Langsung Tinjau Progres Koperasi Merah Putih di Kauditan II

Senin, 2 Februari 2026 - 10:12 WIB

Seleksi SIPSS 2026, Polda Papua Laksanakan Uji Kesamaptaan Jasmani

Berita Terbaru