Papua – Satuan Tugas Sapu Bersih (Satgas Saber) Pengawasan Harga Pangan Polda Papua melaksanakan supervisi rapat koordinasi dan inspeksi mendadak (sidak) harga bahan pangan di Kabupaten Jayawijaya, Provinsi Papua Pegunungan, Rabu (11/2/2026). Kegiatan ini dilakukan sebagai langkah antisipasi lonjakan harga pangan menjelang Hari Raya Imlek, Bulan Suci Ramadan, dan Hari Raya Idulfitri.
Kegiatan dipimpin langsung oleh Direktur Reserse Kriminal Khusus (Dirreskrimsus) Polda Papua selaku Kepala Satgas Daerah (Kasatgasda) Papua, didampingi Kasubdit I Indagsi Ditreskrimsus Polda Papua, serta melibatkan Badan Pangan Nasional (Bapanas) RI dan Provinsi Papua Pegunungan, Bulog Kabupaten Jayawijaya, Dinas Pangan, Dinas Perindustrian dan Perdagangan, serta unsur kepolisian setempat.
Rangkaian kegiatan diawali pada pukul 08.00 WIT dengan keberangkatan tim dari Bandara Sentani menuju Bandara Wamena. Setibanya di Wamena sekitar pukul 09.25 WIT, tim melanjutkan kegiatan supervisi dan rapat koordinasi di Polres Jayawijaya bersama instansi terkait dan para distributor bahan pangan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Dalam arahannya, Dirreskrimsus Polda Papua menegaskan bahwa Satgas Saber wajib melaksanakan tugas sesuai Surat Keputusan Bapanas Nomor 4 Tahun 2026, dengan fokus pada pengawasan 14 komoditas pangan strategis. Ia mengingatkan agar momentum hari besar keagamaan tidak dimanfaatkan oleh pelaku usaha untuk memainkan harga yang dapat merugikan masyarakat.
“Satgas harus melakukan komunikasi, koordinasi, dan kolaborasi secara intensif. Setiap kegiatan, baik rapat koordinasi maupun sidak lapangan, wajib dilaporkan setiap hari ke pusat,” tegasnya.
Ia juga menekankan pentingnya antisipasi dampak terputusnya jalur darat Jayapura–Wamena terhadap distribusi pangan, meskipun saat ini distribusi masih didominasi jalur udara. Seluruh distributor di wilayah Papua Pegunungan juga diminta untuk didata secara menyeluruh.
Badan Pangan Nasional menyatakan komitmennya untuk terus turun ke lapangan bersama Satgas guna memantau ketersediaan dan stabilitas harga pangan. Sementara itu, Bulog menyampaikan bahwa distribusi beras SPHP sementara diprioritaskan untuk bantuan pangan pemerintah dan akan dilanjutkan setelahnya, dengan rencana distribusi sekitar 100 ton, serta pasokan rutin sekitar 300 ton.
Pada pukul 12.00 WIT, tim Satgas Saber melaksanakan sidak di Pasar Putik Kelek, Kabupaten Jayawijaya. Dari hasil pemantauan di kios distributor dan pedagang pengecer, terpantau sejumlah harga kebutuhan pokok, antara lain cabai rawit dan cabai keriting Rp120.000 per kilogram, bawang merah Rp70.000 per kilogram, bawang putih Rp60.000 per kilogram, beras premium Rp25.000–Rp28.000 per kilogram, telur Rp90.000 per rak, serta minyak goreng kemasan Rp35.000–Rp40.000 per kilogram.
Selanjutnya, tim melakukan pengecekan gudang distributor Ropan Market. Tercatat stok beras premium dan medium sekitar 1.000 ton, minyak goreng sekitar 1.000 karton, dan gula sekitar 150 ton. Distributor menyampaikan bahwa harga jual berada di atas Harga Eceran Tertinggi (HET) karena tingginya biaya transportasi dari Jayapura dan Timika. Untuk minyak goreng subsidi Minyakita, hingga saat ini belum tersedia di Jayawijaya karena belum adanya distribusi dari Bulog.
Menanggapi hal tersebut, Dirreskrimsus Polda Papua mengimbau para pelaku usaha agar tidak mengambil keuntungan terlalu tinggi dan tidak memanfaatkan momentum hari besar keagamaan untuk menaikkan harga secara tidak wajar.
“Kami mengingatkan pelaku usaha agar tetap memperhatikan daya beli masyarakat dan tidak menjadikan momen ini sebagai alasan untuk menaikkan harga secara berlebihan,” tegasnya.
Kegiatan sidak berakhir pada pukul 12.44 WIT dan dilanjutkan dengan kepulangan tim ke Jayapura pada sore hari. Satgas Saber menegaskan akan terus melakukan pengawasan harga dan distribusi pangan guna menjaga stabilitas pasokan serta melindungi kepentingan masyarakat di Papua Pegunungan.(rd)




























