Polda Papua Gelar Diskusi Bersama Bksda, Tokoh Adat, Dan Akademisi Bahas Isu

Pembakaran Burung Cendrawasih no

- Penulis

Rabu, 29 Oktober 2025 - 06:27 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Papua – Kepolisian Daerah (Polda) Papua menggelar pertemuan dan diskusi bersama Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Provinsi Papua, tokoh adat, serta akademisi Universitas Cenderawasih (Uncen) dalam rangka membahas dinamika pemberitaan dan reaksi publik terkait peristiwa pembakaran burung Cenderawasih di Kabupaten Boven Digoel, yang sempat menjadi perhatian masyarakat luas, Selasa (28/10/2025).

Kegiatan yang berlangsung di Aula Vicon Lantai 2 Polda Papua, Abepura, Jayapura, dipimpin langsung oleh Kapolda Papua Irjen Pol. Patrige R. Renwarin, S.H., M.Si., serta dihadiri oleh Kepala BKSDA Papua Jhony Santoso, Irwasda Polda Papua Kombes Pol. Jermias Rontini, S.I.K., M.Si., Kabid Humas Kombes Pol. Cahyo Sukarnito, S.I.K., M.K.P., Kabid Kum Kombes Pol. Dedy Sumarsono, S.I.K., M.H., Kapolresta Jayapura Kota Kombes Pol. Fredrickus W. A. Maclarimboen, S.I.K., M.H., CPHR, perwakilan DPR Papua Adam Arisoi, serta Dosen Antropologi Uncen Prof. Dr. Fredik Sokoy, S.Sos., M.Si.

Dalam arahannya, Kapolda Papua Irjen Pol. Patrige R. Renwarin menegaskan pentingnya menangani isu pembakaran burung Cenderawasih secara komprehensif dan lintas sektor, dengan mempertimbangkan aspek hukum, sosial, budaya, dan komunikasi publik.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kita perlu melihat permasalahan ini secara utuh, tidak hanya dari sisi hukum, tetapi juga dari sisi nilai-nilai budaya dan persepsi publik. Penanganan komunikasi yang tepat akan membantu mencegah salah tafsir dan menjaga ketertiban di masyarakat,” tegas Kapolda.

Baca Juga :  Uji Kesamaptaan Jasmani dan Bela Diri Seleksi SIP Angkatan ke-55 dan 56 T.A. 2026 Polda Papua Resmi Dimulai

Kapolda juga meminta agar Bidang Humas Polda Papua melakukan analisis mendalam terhadap pemberitaan dan opini publik di media sosial, guna menyusun langkah-langkah komunikasi yang terarah dan menekan sentimen negatif yang berkembang.

Dalam pemaparannya, Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol. Cahyo Sukarnito, S.I.K., M.K.P. menyampaikan hasil analisis pemberitaan dan aktivitas media sosial terkait isu tersebut.

Dari hasil monitoring sejak 21 hingga 27 Oktober 2025, tercatat 111 postingan dengan lebih dari 4,3 juta tayangan, serta lebih dari 274 ribu interaksi publik.

“Puncak perhatian publik terjadi pada 22 Oktober, namun berhasil ditekan setelah dilakukan koordinasi dengan jajaran Polres dan akun lokal terpercaya untuk memposting konten netral dan edukatif. Langkah ini efektif meredam sentimen negatif di masyarakat,” ungkapnya.

Perwakilan Lembaga Masyarakat Adat (LMA) Port Numbay menyampaikan bahwa burung Cenderawasih memiliki makna budaya dan spiritual mendalam bagi masyarakat Papua, sehingga tindakan pembakaran terhadap satwa tersebut dianggap menyinggung nilai adat.

“Cenderawasih adalah simbol kehormatan dan identitas masyarakat Papua. Kami berharap pemerintah dan aparat dapat membuat peraturan daerah khusus yang melindungi satwa ini serta memberikan edukasi ke masyarakat,” ujar perwakilan LMA Port Numbay.

Baca Juga :  Gubernur Papua Ajak Masyarakat Jaga Tatanan Adat dan Budaya Pasca Insiden Pemusnahan Mahkota Cenderawasih

Sementara itu, Prof. Dr. Fredik Sokoy dari Uncen menambahkan bahwa persoalan utama bukan hanya pada tindakan hukum, tetapi juga pada aspek komunikasi publik dan pemahaman budaya.

“Cenderawasih bukan sekadar hewan endemik, tetapi lambang spiritual dan identitas orang Papua. Oleh karena itu, setiap tindakan yang berkaitan dengan satwa ini perlu disertai pendekatan budaya yang arif dan transparan,” jelasnya.

Kepala BKSDA Papua, Jhony Santoso, mengakui adanya kekurangan koordinasi dan komunikasi di lapangan yang menyebabkan munculnya kesalahpahaman publik.

“Kami tidak bermaksud menyinggung pihak mana pun. Semua proses dilakukan sesuai aturan, namun memang perlu evaluasi agar ke depan setiap langkah disertai sosialisasi yang lebih baik,” tuturnya.

Menutup diskusi, Kapolda Papua menekankan pentingnya sinergi lintas lembaga antara Polri, pemerintah daerah, BKSDA, akademisi, dan tokoh adat dalam merumuskan langkah-langkah penanganan isu yang berimbang antara penegakan hukum dan penghormatan budaya.

“Mari kita jadikan momentum ini untuk membangun pemahaman bersama dan memperkuat koordinasi agar setiap kebijakan dan tindakan yang diambil mencerminkan rasa hormat terhadap budaya Papua sekaligus menjamin kepastian hukum,” tutup Kapolda Papua.(rd)

Berita Terkait

Wakapolda Papua Barat Tinjau Pulau Mansinam Jelang HUT Pekabaran Injil [PI]
Menang Praperadilan Kasus Tambang Emas Andi Muh. Irhong Naeing dan WNA, Ditreskrimsus Polda Papua Tegaskan Profesionalisme
Polda Papua Barta Himbau Masyarakat Jaga Kamtibmas Selama Perayaan HUT PI KE-171
Perkuat Sinergitas Guna Implementasi KUHP dan KUHAP Baru, Polda Papua Gelar Coffee Morning Criminal Justice System
Wakapolda Papua Barat Laksanakan Pertemuan Bersama Rektor Perguruan Tinggi di Manokwari
Apel Pagi SPN Polda Papua, Ka SPN Tekankan Peran Strategis Polsek dalam Pelayanan Masyarakat
Hari Kedua Operasi Keselamatan Cartenz 2026, Ditlantas Polda Papua Kedepankan Edukasi dan Keselamatan Pengendara
Asistensi Coretax dan Sertifikat Digital, Polda Papua Perkuat Tertib Administrasi Perpajakan
Berita ini 51 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 4 Februari 2026 - 20:41 WIB

Wakapolda Papua Barat Tinjau Pulau Mansinam Jelang HUT Pekabaran Injil [PI]

Rabu, 4 Februari 2026 - 18:49 WIB

Menang Praperadilan Kasus Tambang Emas Andi Muh. Irhong Naeing dan WNA, Ditreskrimsus Polda Papua Tegaskan Profesionalisme

Rabu, 4 Februari 2026 - 18:41 WIB

Polda Papua Barta Himbau Masyarakat Jaga Kamtibmas Selama Perayaan HUT PI KE-171

Rabu, 4 Februari 2026 - 16:07 WIB

Perkuat Sinergitas Guna Implementasi KUHP dan KUHAP Baru, Polda Papua Gelar Coffee Morning Criminal Justice System

Selasa, 3 Februari 2026 - 20:46 WIB

Wakapolda Papua Barat Laksanakan Pertemuan Bersama Rektor Perguruan Tinggi di Manokwari

Berita Terbaru