Panglima Perang Yahukimo Kutuk Aksi Pembunuhan Warga Sipil, Minta Masyarakat Waspada

- Penulis

Minggu, 2 November 2025 - 16:47 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Papua – Panglima perang Yahukimo sekaligus tokoh adat setempat, Musa Heluka, mengecam keras aksi pembunuhan terhadap warga sipil yang terjadi di wilayah Yahukimo. Ia menyampaikan keprihatinan mendalam atas serangkaian kekerasan yang terjadi sepanjang Oktober 2025, yang menewaskan tiga warga dan melukai dua lainnya.

Dalam pernyataannya, Musa Heluka menegaskan bahwa tindakan kekerasan yang menargetkan masyarakat sipil merupakan aksi kriminal yang dilakukan oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) dan tidak bisa dibenarkan dalam kondisi apa pun. Ia juga mengutuk keras tindakan KKB yang telah menebar teror dan menimbulkan ketakutan di tengah masyarakat.

Baca Juga :  Lakukan Pengecekan Lahan Padi Dan Jagung, Bhabinkamtibmas Aktif Dukung Ketahanan Pangan

“Kami sangat menyesalkan perbuatan keji ini. Warga sipil tidak boleh dijadikan korban. Ini bukan cara orang Yahukimo menjaga kehormatan dan harga diri,” tegasnya di Dekai, Jumat (1/11/2025).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ia menyerukan kepada seluruh masyarakat di wilayah Dekai dan sekitarnya agar tetap waspada serta tidak mudah terprovokasi oleh pihak-pihak yang berusaha memecah belah kedamaian di tanah Yahukimo. “Kita harus saling menjaga, jangan terpengaruh isu atau ajakan yang bisa memperkeruh keadaan. Yahukimo harus tetap aman,” tambahnya.

Baca Juga :  Belajar Membaca dan Menulis Bersama Satgas Si-Ipar, Anak-anak Yalimo Penuh Semangat

Aksi kekerasan yang disebut-sebut dilakukan oleh KKB dan simpatisannya itu menimbulkan keresahan di tengah masyarakat. Aparat keamanan bersama tokoh adat kini terus berkoordinasi untuk menjaga situasi agar tetap kondusif.

Musa Heluka berharap seluruh pihak, termasuk aparat pemerintah dan penegak hukum, dapat bekerja sama dalam menegakkan keadilan serta melindungi warga dari ancaman kekerasan. “Kami ingin damai. Tidak ada alasan untuk menumpahkan darah sesama anak Papua,” ujarnya menutup pernyataannya.(rd)

Berita Terkait

Merajut Damai dari Hati, Pendekatan Humanis Anggota Polri Bangkitkan Semangat Pemuda Papua
Tokoh Pemuda Papua Nilai Pendekatan Humanis Satgas Damai Cartenz Efektif Jaga Stabilitas
Klinik Pratama Polres Merauke Raih Tiga Penghargaan dari BPJS Kesehatan
Tak Rela Daerahnya Diganggu, Ermin Wenda: Lanny Jaya Sudah Kondusif, Kelompok Luar Diminta Hentikan Provokasi
Lingkar Studi Papua Dorong Literasi Kritis Kaum Muda di Nabire
Pemuda Papua Ajak Warga Jaga Kamtibmas Jelang Perayaan Masuknya Injil
Aktivis HAM Theo Hesegem Sesalkan Kondisi Keamanan di Yahukimo dan Wilayah Konflik Papua
Tokoh Masyarakat Ajak Warga Kabupaten Puncak Jaga Fasilitas Umum
Berita ini 4 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 8 Februari 2026 - 18:19 WIB

Merajut Damai dari Hati, Pendekatan Humanis Anggota Polri Bangkitkan Semangat Pemuda Papua

Sabtu, 7 Februari 2026 - 17:57 WIB

Tokoh Pemuda Papua Nilai Pendekatan Humanis Satgas Damai Cartenz Efektif Jaga Stabilitas

Jumat, 6 Februari 2026 - 20:16 WIB

Klinik Pratama Polres Merauke Raih Tiga Penghargaan dari BPJS Kesehatan

Jumat, 6 Februari 2026 - 20:15 WIB

Tak Rela Daerahnya Diganggu, Ermin Wenda: Lanny Jaya Sudah Kondusif, Kelompok Luar Diminta Hentikan Provokasi

Jumat, 6 Februari 2026 - 20:14 WIB

Lingkar Studi Papua Dorong Literasi Kritis Kaum Muda di Nabire

Berita Terbaru