Kasatgas Humas Operasi Rasaka Cartenz Bahas Soal Tujuan Program Si-Ipar

- Penulis

Jumat, 25 April 2025 - 12:46 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Papua – Program Si-Ipar atau (Polisi Pergi Mengajar) yang dilakukan Polda Papua dalam Operasi Rasaka Cartenz 2025 merupakan bentuk kepedulian Polri dalam membangun para Generasi Muda Papua agar dapat memahami tentang Sejarah, aturan dan wawasan kebangsaan di Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Hal tersebut diupayakan Polri dengan memberikan beberapa Materi dasar kepada Anak-anak di 8 Daerah Operasi tersebut. Tujuan utama Program Si-par di khususkan bagi anak anak yang putus sekolah agar mereka mendapatkan pendidikan seperti baca tulis serta pengenalan yang diberikan di antaranya seperti pengenalan tentang nilai-nilai Pancasila, wawasan kebangsaan, Nama-nama pahlawan Nasional, Presiden Republik Indonesia, Gubernur di Papua hingga Sejarah-sejarahnya.

Baca Juga :  Satgas Si-Ipar Polres Yalimo Bersama Anak-anak Belajar Operasi Hitung Bersusun di Pedalaman Papua

Disamping itu, mengenalkan kepada Generasi Muda Papua tentang menjaga Ketertiban umum dan memahami aturan-aturan yang berlaku juga. Kasatgas Humas Operasi Rasaka Cartenz 2025 Kompol Nurjanah, S.Sos., M.M pada releasenya menyampaikan bahwa Program tersebut dibuat agar dapat membantu Pemerintah dalam membangun Pendidikan yang lebih menyeluruh hingga di pedalaman Papua.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Selain itu, Polri hadir sebagai Pengajar bukan bertujuan untuk menjadi Guru. Akan tetapi, Polri hadir untuk memberikan pemahaman-pemahan dasar yang mungkin belum pernah diterima oleh Para Generasi Muda karena tidak bisa bersekolah,” ucapnya.

Ia juga menerangkan, bila kehadiran Polri menjadi Pengajar hanya untuk dapat menyetuh para Generasi untuk memotivasi para Generasi Muda agar mau menggapai Ilmu melalui bangku Pendidikan.

Baca Juga :  “Kasih Sayang Polisi untuk Pendidikan Papua: Belajar Membaca dan Menulis Bersama Anak-anak Yalimo”

Ditambahkan Nurjanah, bahwa Program ini juga dilaksanakan di Sekolah-sekolah dengan bersinergi dengan para Guru yang ada. Para Personel di Lapangan tersebut memberikan Pemahaman tentang aturan-aturan yang harus dipatuhi dan tidak boleh dilanggar. Seperti, membawa kendaraan R2, membuat keributan (Tawuran) dll.

Nurjanah berharap dengan adanya Program yang dilaksanakan oleh Polri ini, kiranya Masyarakat setempat dapat memberikan dukungan positif agar Program tersebut dapat membantu Papua unggul dalam SDM yang Maju demi Indonesia Emas.(rd)

Berita Terkait

Merajut Damai dari Hati, Pendekatan Humanis Anggota Polri Bangkitkan Semangat Pemuda Papua
Tokoh Pemuda Papua Nilai Pendekatan Humanis Satgas Damai Cartenz Efektif Jaga Stabilitas
Klinik Pratama Polres Merauke Raih Tiga Penghargaan dari BPJS Kesehatan
Tak Rela Daerahnya Diganggu, Ermin Wenda: Lanny Jaya Sudah Kondusif, Kelompok Luar Diminta Hentikan Provokasi
Lingkar Studi Papua Dorong Literasi Kritis Kaum Muda di Nabire
Pemuda Papua Ajak Warga Jaga Kamtibmas Jelang Perayaan Masuknya Injil
Aktivis HAM Theo Hesegem Sesalkan Kondisi Keamanan di Yahukimo dan Wilayah Konflik Papua
Tokoh Masyarakat Ajak Warga Kabupaten Puncak Jaga Fasilitas Umum
Berita ini 4 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 8 Februari 2026 - 18:19 WIB

Merajut Damai dari Hati, Pendekatan Humanis Anggota Polri Bangkitkan Semangat Pemuda Papua

Sabtu, 7 Februari 2026 - 17:57 WIB

Tokoh Pemuda Papua Nilai Pendekatan Humanis Satgas Damai Cartenz Efektif Jaga Stabilitas

Jumat, 6 Februari 2026 - 20:16 WIB

Klinik Pratama Polres Merauke Raih Tiga Penghargaan dari BPJS Kesehatan

Jumat, 6 Februari 2026 - 20:15 WIB

Tak Rela Daerahnya Diganggu, Ermin Wenda: Lanny Jaya Sudah Kondusif, Kelompok Luar Diminta Hentikan Provokasi

Jumat, 6 Februari 2026 - 20:14 WIB

Lingkar Studi Papua Dorong Literasi Kritis Kaum Muda di Nabire

Berita Terbaru