Eks KKB Puncak Kembali ke NKRI

- Penulis

Minggu, 25 Januari 2026 - 22:28 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Papua – Tiga mantan anggota Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Kelompok Kalenak Murib yang sebelumnya terlibat aksi gangguan keamanan berupa penembakan saat pembagian Bantuan Langsung Tunai (BLT) di Kantor Distrik Sinak pada 2025, secara resmi menyatakan ikrar setia kembali ke pangkuan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Ikrar setia tersebut dilaksanakan dalam Acara Ikrar NKRI yang berlangsung di Distrik Agandugume, Kabupaten Puncak, Provinsi Papua Tengah, Rabu (21/1). Prosesi ini disaksikan langsung oleh aparat keamanan serta tokoh masyarakat setempat.

Dalam pernyataan ikrarnya, ketiga eks anggota KKB menyatakan komitmen penuh untuk setia kepada NKRI, menolak segala bentuk gerakan separatis, serta siap mendukung upaya menciptakan keamanan, ketertiban, dan percepatan pembangunan di wilayah Papua, khususnya Distrik Agandugume.

Salah satu perwakilan eks KKB, Kataw Kulua, menegaskan bahwa keputusan kembali ke NKRI diambil berdasarkan kesadaran pribadi tanpa adanya paksaan dari pihak mana pun. Ia mengakui bahwa jalan kekerasan dan perpecahan tidak membawa manfaat bagi masyarakat.

“Kesadaran ini muncul dari hati nurani kami sendiri. Kekerasan tidak membawa kesejahteraan, justru menyengsarakan masyarakat dan menghambat kemajuan Papua,” ujarnya.

Kepala Distrik Agandugume, dalam pernyataannya, menyambut baik ikrar setia tersebut dan berharap para eks anggota KKB dapat konsisten dengan komitmen yang telah diucapkan. Ia menegaskan pentingnya peran semua pihak dalam menjaga perdamaian dan keamanan wilayah.

“Kami berharap ikrar ini tidak hanya menjadi seremonial, tetapi benar-benar dijalankan dalam kehidupan sehari-hari. Pemerintah distrik membuka ruang pembinaan agar mereka dapat kembali hidup bermasyarakat secara normal dan produktif,” kata Kepala Distrik Agandugume.

Baca Juga :  Subsatgas si-ipar polres jayapura ajak anak-anak dan mama-mama belajar di kompleks bahtera hebron, doyo baru

Ia juga mengimbau masyarakat agar tidak mudah terpengaruh oleh ajakan atau provokasi kelompok KKB serta segera melaporkan kepada aparat keamanan apabila mengetahui keberadaan simpatisan atau anggota kelompok bersenjata tersebut.

Apresiasi turut disampaikan oleh tokoh masyarakat Distrik Agandugume, Meinus Tabuni. Ia berharap ikrar setia ini menjadi contoh dan pemantik kesadaran bagi pihak-pihak lain yang masih terlibat dalam gerakan separatis.

“Kami berharap langkah ini membawa perubahan positif, sehingga Papua menjadi wilayah yang aman, damai, dan sejahtera. Dengan keamanan yang terjaga, masyarakat dapat beraktivitas tanpa rasa takut dan trauma,” ujarnya.(rd)

Berita Terkait

Merajut Damai dari Hati, Pendekatan Humanis Anggota Polri Bangkitkan Semangat Pemuda Papua
Tokoh Pemuda Papua Nilai Pendekatan Humanis Satgas Damai Cartenz Efektif Jaga Stabilitas
Klinik Pratama Polres Merauke Raih Tiga Penghargaan dari BPJS Kesehatan
Tak Rela Daerahnya Diganggu, Ermin Wenda: Lanny Jaya Sudah Kondusif, Kelompok Luar Diminta Hentikan Provokasi
Lingkar Studi Papua Dorong Literasi Kritis Kaum Muda di Nabire
Pemuda Papua Ajak Warga Jaga Kamtibmas Jelang Perayaan Masuknya Injil
Aktivis HAM Theo Hesegem Sesalkan Kondisi Keamanan di Yahukimo dan Wilayah Konflik Papua
Tokoh Masyarakat Ajak Warga Kabupaten Puncak Jaga Fasilitas Umum
Berita ini 3 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 8 Februari 2026 - 18:19 WIB

Merajut Damai dari Hati, Pendekatan Humanis Anggota Polri Bangkitkan Semangat Pemuda Papua

Sabtu, 7 Februari 2026 - 17:57 WIB

Tokoh Pemuda Papua Nilai Pendekatan Humanis Satgas Damai Cartenz Efektif Jaga Stabilitas

Jumat, 6 Februari 2026 - 20:16 WIB

Klinik Pratama Polres Merauke Raih Tiga Penghargaan dari BPJS Kesehatan

Jumat, 6 Februari 2026 - 20:15 WIB

Tak Rela Daerahnya Diganggu, Ermin Wenda: Lanny Jaya Sudah Kondusif, Kelompok Luar Diminta Hentikan Provokasi

Jumat, 6 Februari 2026 - 20:14 WIB

Lingkar Studi Papua Dorong Literasi Kritis Kaum Muda di Nabire

Berita Terbaru