Dialog Interaktif “Mari Torang Dukung Pendidikan dan Kesehatan Bersama Operasi Rastra Samara Kasih (Rasaka) Cartenz 2025” Tegaskan Komitmen Nyata untuk Papua

- Penulis

Kamis, 29 Mei 2025 - 05:11 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Papua – Komitmen untuk terus meningkatkan kualitas hidup masyarakat Papua melalui pendekatan humanis kembali ditegaskan dalam acara dialog interaktif bertajuk “Mari Torang Dukung Pendidikan dan Kesehatan Bersama Operasi Rastra Samara Kasih (Rasaka) Cartenz 2025.” Acara ini menghadirkan sejumlah narasumber penting, di antaranya Kombes Pol dr. Bambang Pitoyo Nugroho, Sp.S., M.H. (WakaOps Rasaka Cartenz 2025 Polda Papua), Abner Krey (Akademisi Papua), dan Max Johan Dwemanser (Tokoh Masyarakat Papua), dengan dipandu oleh Ricardo Kaisiri sebagai pembawa acara, Rabu (28/05/2025).

Operasi Rasaka Cartenz 2025 merupakan inisiatif terpadu yang mengusung tiga program utama, yakni: Program Si Ipar (Polisi Pi Ajar), Program Keladi Sagu (Kesehatan Lambang Diri Sehat Guna), dan Program Koteka (Komunikasi Tokoh Elit Kamtibmas). Ketiganya menyasar peningkatan kesehatan, pendidikan, serta peran tokoh intelektual Papua.

Dalam pernyataannya, Kombes Bambang Pitoyo Nugroho menjelaskan bahwa Operasi Rasaka Cartenz adalah refleksi nyata kehadiran negara yang lebih lembut dan menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.

“Melalui Program Si Ipar, kami hadirkan pendidikan langsung ke kampung-kampung; dengan Keladi Sagu, kami membawa layanan kesehatan menyentuh titik-titik terpencil; dan lewat Koteka, kami ajak tokoh masyarakat berpikir dan bertindak bersama untuk Papua. Semua ini demi satu tujuan: meningkatkan kualitas hidup masyarakat Papua dalam cara yang manusiawi dan bermartabat,” tegasnya.

Baca Juga :  Ciptakan Kamseltibcarlantas, Srikandi Pinang Biru Ditlantas Polda Papua Gencar Laksanakan Patroli dan Imbauan

Kombes Bambang juga menekankan bahwa Program Keladi Sagu (Kesehatan Lambang Diri Sehat Guna) bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya kesehatan dan kebersihan di Papua.

“Melalui Program Keladi Sagu, kami melakukan edukasi kesehatan, pelayanan pengobatan gratis, serta sosialisasi pola hidup bersih dan sehat. Kami berharap program ini dapat meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat, terutama di daerah yang sulit dijangkau oleh fasilitas medis,” jelasnya.

Sebagai seorang akademisi, Abner Krey menekankan pentingnya pendidikan dalam menciptakan Papua yang lebih mandiri. Menurutnya, Program Si Ipar yang dijalankan melalui Rasaka Cartenz menjawab kebutuhan mendasar dalam bidang pendidikan.

“Program Si Ipar bukan sekadar mengajar baca tulis, tapi membangun fondasi berpikir generasi muda Papua. Akses yang selama ini terbatas kini mulai terbuka. Kami juga perlu kurikulum yang kontekstual dengan kearifan lokal agar lebih relevan dan mengakar,” ujar Abner.

Baca Juga :  Kapolda Papua Barat Hadiri Penyambutan Pangdam XVIII/Kasuari

Ia berharap bahwa dukungan masyarakat terhadap pendidikan akan terus tumbuh dan menjadikan pendidikan sebagai kekuatan perubahan sosial yang positif.

Sementara itu, Max Johan Dwemanser, sebagai tokoh masyarakat Papua, menyambut baik Program Koteka yang menempatkan tokoh intelektual lokal sebagai motor penggerak pembangunan sosial.

“Program Koteka memberi ruang pada tokoh masyarakat untuk memimpin, membimbing, dan menginspirasi. Orang Papua harus lihat bahwa perubahan bisa datang dari mereka sendiri. Itulah kenapa kami dorong partisipasi tokoh kampung dalam dialog dan pengambilan keputusan,” ungkap Max Johan.

Ia menekankan bahwa pemberdayaan tokoh-tokoh lokal harus menjadi bagian utama dari strategi pembangunan berkelanjutan di Papua.

Dengan pendekatan yang terukur dan program-program spesifik seperti Si Ipar, Keladi Sagu, dan Koteka, Operasi Rasaka Cartenz 2025 tidak hanya menjadi solusi jangka pendek, tetapi juga langkah strategis jangka panjang dalam pembangunan berbasis masyarakat.

“Mari torang dukung sama-sama, karena Papua yang sehat, cerdas, dan berdaya itu tanggung jawab kita semua,” pungkas Ricardo Kaisiri menutup dialog dengan penuh semangat.(rd)

Berita Terkait

Wakapolda Papua Hadiri Musrenbang RKPD 2027, Dorong Sinergi Pembangunan Daerah
Hari Ke-3 CAT Psikologi Seleksi Bintara Polri T.A. 2026, Polda Papua Tegaskan Proses Rekrutmen Bersih dan Transparan 
Malam Penuh Kebersamaan, Polda Papua Antar Tugas Karo Ops dengan Penuh Kesan
Hari Kedua CAT Psikologi Bintara Polri 2026, Polda Papua Tegaskan Seleksi Transparan dan Profesional
Apresiasi Pengabdian, Polda Papua Gelar Pelepasan Karo Ops dalam Nuansa Kekeluargaan
Pimpin Apel Pagi, Karo Ops Tekankan Soliditas dan Dedikasi Personel
Polda Papua Gelar Sidang Kelulusan PKA, Tegaskan Prinsip Transparansi dan Akuntabilitas
Polda Papua Pastikan Seleksi Bintara 2026 Transparan, 771 Peserta Ikuti CAT Psikologi
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 30 April 2026 - 17:17 WIB

Wakapolda Papua Hadiri Musrenbang RKPD 2027, Dorong Sinergi Pembangunan Daerah

Rabu, 29 April 2026 - 18:58 WIB

Hari Ke-3 CAT Psikologi Seleksi Bintara Polri T.A. 2026, Polda Papua Tegaskan Proses Rekrutmen Bersih dan Transparan 

Rabu, 29 April 2026 - 09:21 WIB

Malam Penuh Kebersamaan, Polda Papua Antar Tugas Karo Ops dengan Penuh Kesan

Rabu, 29 April 2026 - 09:20 WIB

Hari Kedua CAT Psikologi Bintara Polri 2026, Polda Papua Tegaskan Seleksi Transparan dan Profesional

Selasa, 28 April 2026 - 17:48 WIB

Apresiasi Pengabdian, Polda Papua Gelar Pelepasan Karo Ops dalam Nuansa Kekeluargaan

Berita Terbaru

Daerah

Ketua LMA Lanny Jaya Serukan Kedamaian dan Persatuan

Kamis, 30 Apr 2026 - 21:39 WIB