Ketua DPRD Mamberamo Tengah: Polri di Bawah Presiden Tonggak Penting Reformasi Nasional

- Penulis

Rabu, 28 Januari 2026 - 18:20 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Papua – Ketua DPR Kabupaten Mamberamo Tengah, Piter Togodly, S.IP., mengapresiasi keputusan strategis DPR RI yang menegaskan Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) tetap berada langsung di bawah kendali Presiden Republik Indonesia.

Keputusan tersebut dinilainya sebagai tonggak penting dalam perjalanan reformasi nasional, khususnya dalam memperkuat independensi dan profesionalisme institusi kepolisian.

Piter Togodly menyebut, penegasan status Polri tersebut merupakan pembaruan fundamental yang sejalan dengan amanat reformasi, yakni menjadikan kepolisian sebagai alat negara yang bekerja profesional dan bebas dari intervensi kepentingan sektoral kementerian.

Menurutnya, keputusan ini memberi kepastian hukum sekaligus mempertegas posisi Polri sebagai institusi yang bertanggung jawab langsung kepada kepala negara.

Apresiasi itu disampaikan Piter menyusul hasil Sidang Paripurna DPR RI di Jakarta, Senin (26/1/2026), di mana Komisi III DPR RI secara bulat mendukung kedudukan Polri yang berada langsung di bawah Presiden sesuai dengan semangat peraturan perundang-undangan.

“Salah satu kemajuan besar dalam reformasi nasional adalah keputusan bahwa Polri langsung berada di bawah Presiden. Ini merupakan pembaruan yang sangat signifikan bagi institusi kepolisian,” ujar Piter Togodly saat memberikan keterangan pers di Jayapura, Selasa (27/1/2026).

Baca Juga :  Semangat 10 November, Warga Papua Didorong Jaga Persatuan dan NKRI

Piter yang juga menjabat sebagai Sekretaris DPC Partai NasDem Mamberamo Tengah menilai, status tersebut membawa harapan baru bagi peningkatan kualitas keamanan dan pelayanan hukum di daerah, khususnya di wilayah Papua yang memiliki tantangan geografis dan sosial yang kompleks. Menurutnya, rantai komando yang lebih singkat akan mempercepat pengambilan keputusan, terutama dalam situasi darurat di daerah-daerah terpencil.

Ia menilai, penempatan Polri langsung di bawah Presiden merupakan langkah historis untuk memperkuat transparansi dan akuntabilitas institusi kepolisian. Dengan pengawasan langsung dari kepala negara, Polri diharapkan mampu bekerja lebih fokus pada kepentingan masyarakat dan penegakan hukum yang berkeadilan.

Lebih lanjut, Piter berharap Polri semakin konsisten mengimplementasikan konsep Presisi dalam setiap aspek pelayanan kepada masyarakat. Ia menekankan bahwa profesionalisme personel di lapangan harus tercermin melalui sikap prediktif, responsif, dan transparan sebagaimana komitmen yang telah dicanangkan.

Baca Juga :  Saatnya kita semua belajar Dewasa dalam Demokrasi

“Dengan keputusan ini, saya berharap Polri terus maju dan melayani masyarakat secara profesional sesuai dengan komitmen penegakan hukum,” tambahnya.

Selain aspek kelembagaan, Piter juga menyoroti pentingnya kedekatan personel kepolisian dengan masyarakat hingga ke tingkat distrik dan kampung. Menurutnya, kehadiran polisi yang humanis dan profesional akan menumbuhkan kepercayaan publik serta memperkuat sinergi antara aparat keamanan dan masyarakat dalam menjaga stabilitas keamanan, khususnya di wilayah pegunungan Papua.

Ia menilai, penegasan status Polri di bawah Presiden harus dijadikan momentum bagi institusi kepolisian untuk melakukan evaluasi internal secara berkelanjutan. Keputusan DPR RI pada awal tahun 2026 ini dipandang sebagai landasan hukum yang kuat untuk memperkokoh jati diri Polri sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat.

Dengan pengawasan langsung dari Presiden, Piter optimistis transparansi dan kualitas penegakan hukum di Indonesia akan semakin meningkat serta mampu menjawab harapan publik terhadap institusi Polri.(rd)

Berita Terkait

DPR Papua Dukung Pemekaran Papua Utara untuk Perkuat Pelayanan Masyarakat
Jokowi Nilai Pergantian Kapolri Sudah Waktunya, Sebut Suyudi Sosok yang Baik
Tanah Jawara Banten dan Dua Kapolri: Dari Kapolda, Menembus Puncak Polri
RESHUFFLE BESAR! Prabowo Rombak Kabinet Merah Putih, Suyudi Jadi Kapolri, Listyo Sigit Geser ke KSP
Usai Disetujui Aklamasi DPR, Suyudi: Mari Bergandengan Tangan Berikan Pelayanan Terbaik
Aklamasi Komisi III, Suyudi Ario Seto Melangkah Jadi Kapolri: Bawa Doktrin “Polisi Bersama Masyarakat”
Ismail Asso Bongkar Borok Pemerintahan Papua Pegunungan: Dugaan Hampir Semua Pejabat SK PJS, Monarki dan KKN
Ustadz Ismail Asso Tokoh Muslim Papua Desak Kejagung Usut Tuntas Dana Puluhan Miliar Kantor Gubernur Papua Pegunungan tengah Belum Dibangun
Berita ini 4 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 6 Oktober 2026 - 18:06 WIB

DPR Papua Dukung Pemekaran Papua Utara untuk Perkuat Pelayanan Masyarakat

Selasa, 6 Oktober 2026 - 18:05 WIB

Jokowi Nilai Pergantian Kapolri Sudah Waktunya, Sebut Suyudi Sosok yang Baik

Selasa, 6 Oktober 2026 - 18:04 WIB

Tanah Jawara Banten dan Dua Kapolri: Dari Kapolda, Menembus Puncak Polri

Selasa, 6 Oktober 2026 - 18:02 WIB

RESHUFFLE BESAR! Prabowo Rombak Kabinet Merah Putih, Suyudi Jadi Kapolri, Listyo Sigit Geser ke KSP

Selasa, 6 Oktober 2026 - 18:01 WIB

Aklamasi Komisi III, Suyudi Ario Seto Melangkah Jadi Kapolri: Bawa Doktrin “Polisi Bersama Masyarakat”

Berita Terbaru