Papua – Pemerintah Provinsi Papua menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Makan Bergizi Gratis (MBG) Provinsi Papua bertempat di Hotel Horison Kotaraja, Rabu (26/11/2025).
Kegiatan ini dilaksanakan sebagai langkah strategis mendukung program prioritas nasional dalam percepatan penurunan stunting dan peningkatan kualitas gizi masyarakat, khususnya bagi ibu hamil, balita, dan pelajar di Bumi Cenderawasih.
Rakor tersebut dihadiri oleh Staf Ahli Bidang Pengembangan Masyarakat Adat dan Budaya, Matias Benoni Mano, S.Par., M.KP., yang mewakili Gubernur Papua, Auditor Kepolisian Madya TK. III Itwasda Polda Papua, Kombes Pol Sandi Sultan, S.I.K., M.H., Kepala Kantor UNICEF Tanah Papua Aminudin Muh. Ramdan, perwakilan Badan Gizi Nasional, unsur TNI-Polri, Kejaksaan, akademisi, serta perwakilan pemangku kepentingan daerah.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Dalam sambutan Badan Gizi Nasional yang diwakili oleh Kasubbag TU KPPG Jayapura, Erwin Livenston Stepanus Awom, SKM, M.KM., dijelaskan bahwa program MBG saat ini telah berjalan pada wilayah aglomerasi dan akan terus diperluas hingga wilayah 3T. Ia menekankan pentingnya peningkatan akuntabilitas pelaksanaan agar program benar-benar memberikan manfaat besar bagi anak-anak dan kelompok rentan di Papua.
Kepala Kantor UNICEF Tanah Papua, Aminudin Muh. Ramdan, menegaskan bahwa program MBG merupakan bagian dari program prioritas Presiden Republik Indonesia, bukan program UNICEF, namun institusinya hadir sebagai mitra yang membantu mendorong pemenuhan nutrisi dan keamanan pangan bagi anak. Ia juga menyoroti pentingnya dukungan semua sektor dalam menjamin sanitasi, pengawasan sekolah, serta rantai pasok pangan yang tepat sasaran.
Sementara itu, Gubernur Papua melalui Staf Ahli Bidang Pengembangan Masyarakat Adat dan Budaya, Matias Benoni Mano, menyampaikan bahwa prevalensi stunting di Papua masih memerlukan perhatian serius, meningkat dari 26,9% tahun 2022 menjadi 28,5% tahun 2023. Program MBG dipandang sebagai bagian dari investasi jangka panjang dalam pembangunan manusia Papua dan perwujudan visi Papua Sehat, Papua Cerdas, serta Papua Produktif.
“Keberhasilan program ini akan sangat bergantung pada koordinasi lintas sektor, kesiapan satuan pendidikan, standar keamanan pangan, serta dukungan masyarakat. Rakor ini menjadi momentum penting untuk mempertegas peran setiap pemangku kepentingan,” ungkapnya saat membuka kegiatan secara resmi.
Kombes Pol Sandi Sultan juga menegaskan komitmen kepolisian dalam menjaga good governance, keamanan distribusi pangan, serta pencegahan praktik pelanggaran yang berpotensi menghambat keberhasilan program.
“Kepolisian akan melakukan pengawasan dan penegakan hukum terhadap segala bentuk penyimpangan seperti penyalahgunaan distribusi bagi penerima manfaat maupun potensi tindakan koruptif. Kami siap bersinergi menjaga keberlanjutan program demi masa depan generasi Papua,” tegasnya.
Selain itu, personel Polda Papua juga memastikan keamanan selama pelaksanaan kegiatan, serta akan turut terlibat dalam dukungan pengamanan pendistribusian pangan bergizi ke wilayah-wilayah yang menjadi sasaran program.(rd)





























