Makna Burung Cenderawasih dan Aksi Rusuh di Boven Digoel

- Penulis

Rabu, 22 Oktober 2025 - 20:52 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Papua – Aksi demonstrasi damai di Kabupaten Boven Digoel pada Rabu, 22 Oktober 2025, berubah ricuh. Massa yang awalnya menuntut keadilan atas pembakaran atribut burung cenderawasih simbol kebanggaan orang asli Papua (OAP), justru terlibat dalam pengerusakan fasilitas umum, penjarahan kios, dan penganiayaan terhadap aparat keamanan.

Ironi pun muncul. Burung cenderawasih selama ini dikenal sebagai *“burung surga,”* lambang keindahan, kedamaian, dan harmoni antara manusia dan alam. Suaranya lembut, geraknya Anggun, sebuah metafora bagi kehidupan yang tenteram di tanah Papua. Namun, makna surgawi itu seakan pudar ketika dijadikan simbol dalam aksi yang berujung kekerasan.

Baca Juga :  Program MBG Tahap III Resmi Tersalurkan di SD Negeri 85 Wasay, Kepala Sekolah Sampaikan Apresiasi kepada Polda Papua Barat

Pertanyaannya: di mana relevansi antara simbol burung cenderawasih dan tindakan brutal di jalanan? Apakah nilai luhur yang diwariskan leluhur Papua kini hanya tinggal slogan tanpa makna yang dihayati?

Di antara asap yang mengepul dari kios yang dijarah dan teriakan massa yang memecah udara, tersisa tanya besar: bagaimana mungkin simbol kedamaian dipakai dalam tindakan yang justru melukai kedamaian itu sendiri?

Baca Juga :  Ketua LMA Puncak Jaya Ajak Masyarakat Jaga Keamanan yang Kondusif

Burung cenderawasih tak pernah berteriak marah. ia menari lembut di cahaya pagi, mengajarkan ketenangan. Namun di Boven Digoel hari ini, nama dan maknanya dibenturkan dengan kenyataan pahit: manusia bisa kehilangan arah ketika simbol luhur dijadikan tameng amarah.(rd)

Berita Terkait

Ismail Asso Serahkan Bukti Dugaan Korupsi Dana Otsus dan APBD Papua Pegunungan ke Bareskrim Polri
Demi OAP, Ismail Asso Desak Agus Kinilik Hubi Lepas Jabatan Ketua MRP Papua Pegunungan
Ismail Asso Tokoh Papua Pegunungan Laporkan Kelemahan Tata Kelola ke KPK, Minta Audit Dana Otsus Rp12 Triliun
Ramses Wally Resmi Bergabung dengan Golkar Papua, Siap Jalankan Penugasan Partai
Hari Ke-8 Pasca Ledakan Biak, Tim Gabungan Temukan 11 Serpihan Tubuh dan Lanjutkan Pencarian Korban
Tim Gabungan Sampaikan Perkembangan Penanganan Ledakan Diduga Bom Peninggalan Perang Dunia II di Biak Numfor
Polres Jayapura Lakukan Pengamanan dan Sterilisasi Lokasi Penemuan Benda Diduga Bom di Distrik Waibu
Yanni Dorong PPIR Siapkan Generasi Pemimpin Papua Menuju 2029
Berita ini 4 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 22:19 WIB

Ismail Asso Serahkan Bukti Dugaan Korupsi Dana Otsus dan APBD Papua Pegunungan ke Bareskrim Polri

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 22:18 WIB

Demi OAP, Ismail Asso Desak Agus Kinilik Hubi Lepas Jabatan Ketua MRP Papua Pegunungan

Jumat, 7 Agustus 2026 - 13:35 WIB

Ismail Asso Tokoh Papua Pegunungan Laporkan Kelemahan Tata Kelola ke KPK, Minta Audit Dana Otsus Rp12 Triliun

Senin, 8 Juni 2026 - 21:45 WIB

Ramses Wally Resmi Bergabung dengan Golkar Papua, Siap Jalankan Penugasan Partai

Senin, 8 Juni 2026 - 04:40 WIB

Hari Ke-8 Pasca Ledakan Biak, Tim Gabungan Temukan 11 Serpihan Tubuh dan Lanjutkan Pencarian Korban

Berita Terbaru