Tangkap dan Deportasi Sebby Sambom!”-Nelson Ondi Desak PNG Bersikap Tegas

- Penulis

Senin, 20 Oktober 2025 - 07:58 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Papua – Wakil Ketua III DPRK Jayapura, Nelson Yohosua Ondi, menyatakan siap “pasang badan” menghadapi juru bicara TPNPB-OPM, Sebby Sambom, yang dinilainya kerap melontarkan pernyataan provokatif dan meresahkan masyarakat.

Menurut Nelson, pernyataan Sebby seperti ancaman penembakan terhadap pekerja proyek jalan Trans Nabire dapat menghambat pembangunan di Papua.

“Pernyataan seperti itu mengganggu program infrastruktur yang menjadi urat nadi perekonomian Papua,” ujar Nelson dalam keterangan di Jayapura, Papua, Rabu (15/10/2025).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Meski wilayah administrasi berbeda, Nelson menegaskan bahwa DPRK jalur Otonomi Khusus (Otsus) merupakan satu kesatuan bagi tujuh wilayah adat di Papua. Ia mengajak seluruh anggota DPRD Otsus di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota aktif mengawal pembangunan dan menjamin keamanan para pekerja.

Baca Juga :  Ciptakan lingkungan Harmonis, Kedepankan Nilai-Nilai Agama

“Anggota DPRK Otsus harus mampu berkomunikasi dengan semua pihak agar melihat pembangunan secara rasional. Infrastruktur dibangun demi kesejahteraan orang Papua,” tegasnya.

Nelson juga mengungkapkan rencana pembentukan Asosiasi DPRK Jalur Otsus se-Papua Raya. Melalui wadah tersebut, pihaknya akan menyurati Kedutaan Besar Papua Nugini (PNG) di Jakarta agar pemerintah PNG menindak Sebby Sambom.

“Kami akan minta PNG bersikap tegas. Bila perlu, tangkap dan deportasi Sebby agar bisa diproses hukum di Indonesia,” kata Nelson.

Ia menambahkan, hubungan baik antara Indonesia dan Papua Nugini tidak boleh diganggu oleh narasi provokatif.

Baca Juga :  Polda Papua Ajak Masyarakat Tertib Berlalu Lintas Lewat Dialog Interaktif

Nelson juga meminta Sebby berhenti mencari panggung dengan mengatasnamakan rakyat Papua.

“Setiap ada peristiwa, dia selalu klaim sebagai aksi OPM, tapi menyangkal dalam kasus lain,” ungkapnya.

Menutup pernyataannya, Nelson mengajak seluruh pihak menjaga Tanah Papua dari provokasi, serta menegaskan komitmennya mendukung kedaulatan dan keamanan nasional.

“Seluruh anggota DPRK Otsus harus mendukung Asta Cita Presiden Prabowo Subianto,” tutupnya.

Selain itu, Nelson juga menyatakan siap menentang para gubernur di kawasan Pasifik yang menyebarkan stereotipe negatif atau hoaks terkait kebijakan Pemerintah Indonesia terhadap Papua.(rd)

Berita Terkait

Sinergi TNI-Polri di Pos Jembatan Merah, Amankan Arus Mudik Lebaran di Jayapura
Jelang Arus Mudik Idul Fitri, Pengamanan Posko Angkutan Lebaran di Bandara Sentani Berjalan Kondusif
Alumni SIP Angkatan 50 Polda Papua Serahkan Bantuan Material Masjid dan Buka Puasa Bersama Santri Papua Madani
Pererat Silaturahmi di Bulan Ramadhan, Polda Papua Buka Puasa Bersama Insan Pers dan Komunitas Anak Muslim Wamena
Duta Humas Polda Papua Berbagi Takjil, Pererat Kedekatan Polri dengan Masyarakat di Bulan Ramadhan
Wujud Kepedulian Ramadan, Polda Papua Bagikan Ratusan Takjil kepada Pengguna Jalan
Polda Papua Gelar Gerakan Pangan Murah, Bantu Masyarakat Dapatkan Bahan Pokok Terjangkau
Satreskrim Polres Mamberamo Tengah Cek Harga Bahan Pokok di Pasar Kobakma
Berita ini 2 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 14 Maret 2026 - 17:06 WIB

Sinergi TNI-Polri di Pos Jembatan Merah, Amankan Arus Mudik Lebaran di Jayapura

Sabtu, 14 Maret 2026 - 06:25 WIB

Jelang Arus Mudik Idul Fitri, Pengamanan Posko Angkutan Lebaran di Bandara Sentani Berjalan Kondusif

Sabtu, 14 Maret 2026 - 06:25 WIB

Alumni SIP Angkatan 50 Polda Papua Serahkan Bantuan Material Masjid dan Buka Puasa Bersama Santri Papua Madani

Jumat, 13 Maret 2026 - 21:45 WIB

Pererat Silaturahmi di Bulan Ramadhan, Polda Papua Buka Puasa Bersama Insan Pers dan Komunitas Anak Muslim Wamena

Jumat, 13 Maret 2026 - 21:44 WIB

Duta Humas Polda Papua Berbagi Takjil, Pererat Kedekatan Polri dengan Masyarakat di Bulan Ramadhan

Berita Terbaru