Wamendagri Tegaskan Otsus Papua Beri Ruang Kuat bagi Orang Asli Papua

- Penulis

Jumat, 21 November 2025 - 17:39 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Papua – Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri), Ribka Haluk, kembali menegaskan bahwa kebijakan Otonomi Khusus (Otsus) bagi Papua dirancang secara tegas untuk memberikan ruang yang lebih kuat bagi Orang Asli Papua (OAP).

Menurut Ribka, Otsus tidak hanya berbicara soal kewenangan administratif, tetapi secara sadar difokuskan pada afirmasi, pelindungan, dan pemberdayaan masyarakat adat. Hal ini penting agar OAP bisa memiliki posisi nyata dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk atas tanah ulayat mereka.

Dalam acara Sosialisasi Pengadministrasian dan Pendaftaran Tanah Ulayat Provinsi Papua tahun 2025, Wamendagri menekankan bahwa hak ulayat (hak tanah adat) memiliki dasar konstitusional yang kuat. Pengakuan negara terhadap masyarakat hukum adat diatur dalam Undang-Undang dan diperkuat oleh UU Otsus.

Lebih jauh, Ribka juga menegaskan bahwa Otsus merupakan kebijakan afirmatif: tidak sekadar memberi wewenang khusus kepada pemerintah daerah di Papua, tetapi juga “menjamin keberpihakan” pada OAP untuk berperan dalam politik, pemerintahan, perekonomian, dan sosial budaya.

Salah satu bukti nyata dari komitmen ini, menurut Wamendagri, adalah keterlibatan OAP dalam proyek pembangunan strategis. Saat meninjau proyek Kawasan Pusat Pemerintahan (KPP) di Kota Sorong, Papua Barat Daya, Ribka mendesak agar putra-putri asli Papua dilibatkan aktif dalam pembangunan, dari perencanaan sampai penggunaan bahan lokal.

Baca Juga :  Pastikan Kesehatan Bersama Subsatgas Keladi Sagu Hadir Obati Anak Yang Sedang Sakit

Tak hanya itu, Ribka juga menyatakan bahwa penyaluran dana Otsus akan dipercepat dan diperbaiki tata kelolanya agar lebih transparan dan tepat sasaran. Dia menyoroti perlunya peningkatan kapasitas aparatur daerah dalam mengelola dana serta memperkuat akuntabilitas agar manfaat dana Otsus dapat dirasakan langsung oleh masyarakat Papua, khususnya OAP.

Dalam momentum tersebut, Wamendagri juga menekankan bahwa sinergi antar lembaga (pusat, daerah, hingga lembaga adat) sangat penting. Semua stakeholder yang menangani Otsus, menurutnya, perlu bergerak bersama untuk mempercepat pembangunan infrastruktur, meningkatkan kualitas layanan dasar, dan membangun kapasitas SDM lokal di Papua.(rd)

Berita Terkait

Pemuda Papua Ajak Warga Jaga Kamtibmas Jelang Perayaan Masuknya Injil
Aktivis HAM Theo Hesegem Sesalkan Kondisi Keamanan di Yahukimo dan Wilayah Konflik Papua
Tokoh Masyarakat Ajak Warga Kabupaten Puncak Jaga Fasilitas Umum
Eks Panglima TPN OPM Serukan Perdamaian di Kabupaten Keerom
Pengamanan Ketat Posko Induk, Polisi Cek Langsung Stok Pangan dan Sembako Korban Kebakaran
Bhabinkamtibmas Kelurahan Mararena Gencar Sambang Warga, Perkuat Kamtibmas Kondusif
Januaris Iba Ajak Pejabat di Papua Jalankan Amanah Berlandaskan Nilai Agama
Tokoh Gereja di Papua Ajak Masyarakat Jaga Kedamaian, Luruskan Pernyataan Terkait Yahukimo
Berita ini 3 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 5 Februari 2026 - 19:53 WIB

Pemuda Papua Ajak Warga Jaga Kamtibmas Jelang Perayaan Masuknya Injil

Kamis, 5 Februari 2026 - 19:52 WIB

Aktivis HAM Theo Hesegem Sesalkan Kondisi Keamanan di Yahukimo dan Wilayah Konflik Papua

Kamis, 5 Februari 2026 - 19:51 WIB

Tokoh Masyarakat Ajak Warga Kabupaten Puncak Jaga Fasilitas Umum

Rabu, 4 Februari 2026 - 20:17 WIB

Eks Panglima TPN OPM Serukan Perdamaian di Kabupaten Keerom

Rabu, 4 Februari 2026 - 06:57 WIB

Pengamanan Ketat Posko Induk, Polisi Cek Langsung Stok Pangan dan Sembako Korban Kebakaran

Berita Terbaru