Papua – Dalam rangka menekan angka penyalahgunaan Narkotika di wilayah hukumnya, Satuan Reserse Narkoba (Sat Resnarkoba) Polres Keerom melaksanakan kegiatan himbauan dan pembinaan terhadap para pengguna Narkotika jenis ganja di Polsek Skanto, Distrik Skanto, Kabupaten Keerom, Minggu (09/11/2025).
Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Kasat Resnarkoba Polres Keerom AKP Guntur A. Napitupulu, S.Tr.K., S.I.K., didampingi Kapolsek Skanto AKP Welem Mustamu serta Wakil Ketua II DPRD Kabupaten Keerom Tedi Suseno, S.H., M.H.. Hadir pula Wakapolsek Skanto IPDA A. Wondiwoy, personel Sat Resnarkoba, dan perwakilan tokoh pendidikan seperti Rita Nurlianah (MAN Keerom) dan Nur Inayati (Sekolah Nurul Huda Kampung Jaifuri).
Sebanyak 32 orang warga yang diduga pernah menyalahgunakan ganja hadir bersama orang tua atau wali masing-masing. Dalam kegiatan tersebut, para peserta mendapatkan pemahaman mengenai bahaya narkotika, sanksi hukum yang mengancam, serta pentingnya dukungan keluarga dalam proses pemulihan dan pencegahan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Tokoh masyarakat Distrik Skanto yang turut hadir memberikan apresiasi atas langkah humanis Polres Keerom. Mereka menilai kegiatan pembinaan ini sebagai langkah efektif untuk menyadarkan masyarakat, terutama kalangan muda, agar menjauhi narkoba. Para tokoh juga menyatakan komitmennya untuk membantu Polres dalam pengawasan sosial di lingkungan masing-masing.
Dari hasil pembinaan dan wawancara dengan peserta, tim Satresnarkoba Polres Keerom bersama Polsek Skanto berhasil memperoleh informasi penting terkait jalur peredaran ganja yang diduga masuk melalui wilayah perbatasan Arso dan Skanto. Sejumlah nama yang diduga sebagai pemasok telah dikantongi petugas dan akan dilakukan pendalaman serta penyelidikan lebih lanjut.
Kapolsek Skanto AKP Welem Mustamu juga menegaskan bahwa pihaknya akan terus melakukan patroli dan pendekatan ke kampung-kampung rawan, serta menggandeng tokoh agama dan adat dalam upaya pencegahan berbasis masyarakat.
Sementara itu, Kapolres Keerom AKBP Astoto Budi Rahmantyo, S.H., S.I.K., M.H., melalui Kasat Resnarkoba AKP Guntur A. Napitupulu, S.Tr.K., S.I.K., menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari arahan Kapolres Keerom dalam menekan angka penyalahgunaan narkotika melalui pendekatan yang edukatif dan humanis.
“Kami tidak hanya fokus pada penindakan, tetapi juga pada pencegahan dan pembinaan. Tujuannya agar masyarakat sadar dan mau berubah tanpa harus berhadapan dengan hukum,” ujar AKP Guntur.
Ia menambahkan, Polres Keerom akan terus melibatkan tokoh masyarakat, tokoh agama, dan pihak sekolah dalam gerakan bersama melawan narkoba.
“Peran keluarga dan lingkungan sangat penting. Kami harap orang tua aktif mengawasi anak-anaknya dan segera melapor jika ada indikasi penyalahgunaan,” tambahnya.
Menutup kegiatan, AKP Guntur menyampaikan pesan moral kepada para peserta:
“Narkoba tidak hanya merusak diri sendiri, tetapi juga masa depan bangsa. Mari kita wujudkan Keerom yang bersih dari narkoba dengan semangat kebersamaan dan kepedulian.”
Dengan kegiatan pembinaan ini, Polres Keerom menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan Polri yang humanis dan responsif, serta mendukung terwujudnya Kabupaten Keerom yang bebas dari penyalahgunaan Narkotika.(rd)





























