Pdt. Yones Wonda Klarifikasi Pernyataan Viral Terkait TPN-OPM di Yahukimo

- Penulis

Selasa, 3 Februari 2026 - 14:10 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jayapura – Tokoh Agama Tanah Papua, Pdt. Dr. Yones Wonda, S.Th, memberikan klarifikasi terkait pernyataannya yang sempat viral di media sosial mengenai TPN-OPM di Kabupaten Yahukimo. Klarifikasi tersebut disampaikan untuk meluruskan berbagai tafsir yang berkembang dan dinilai tidak sesuai dengan maksud pernyataan yang sebenarnya.

Pendeta yang juga menjabat sebagai Sekretaris Umum Sinode Gereja Kingmi Masehi Papua itu menyampaikan, pada Senin (02/02), bahwa ada sejumlah hal penting yang perlu dijelaskan agar tidak terjadi kesalahpahaman di tengah masyarakat.

Menurut Pdt. Yones Wonda, pernyataan yang ia sampaikan sebelumnya tidak dimaksudkan untuk membenarkan tindakan kekerasan ataupun menyudutkan pihak tertentu, melainkan sebagai bentuk keprihatinan terhadap aksi-aksi kekerasan yang menyasar masyarakat sipil tidak bersenjata.

“Apa yang saya maksudkan adalah tindakan TPN-OPM yang membunuh masyarakat sipil seperti mantri, guru, tukang bangunan, hingga pendulang. Mereka adalah warga sipil yang tidak bersenjata dan tindakan tersebut tidak bisa disebut sebagai perjuangan kemerdekaan Papua,” jelasnya.

Baca Juga :  Jhon Kogoya Serukan Masyarakat Nabire Bijak Sikapi Isu Jelang HUT RI ke-81

Ia menegaskan bahwa tindakan kekerasan terhadap warga sipil tidak diakui oleh dunia internasional sebagai bentuk perjuangan, melainkan dikategorikan sebagai tindakan terorisme. Hal tersebut, kata dia, justru menimbulkan penderitaan baru bagi masyarakat luas, termasuk warga di wilayah perkotaan.

“Perbuatan seperti itu tidak diakui oleh dunia sebagai perjuangan, melainkan disebut sebagai tindakan teroris atau yang selama ini dikenal sebagai KKB. Akibatnya, masyarakat sipil kembali menjadi korban,” tuturnya.

Lebih lanjut, Pdt. Yones Wonda menyampaikan bahwa tindakan yang dilakukan TPN-OPM selama ini lebih banyak mengganggu aktivitas masyarakat dan hanya bertujuan mencari perhatian serta keuntungan pribadi, sehingga tidak dapat dibiarkan terus terjadi di Tanah Papua.

“TPN-OPM ini hanya mencari nama dan mencari makan dengan cara mengganggu aktivitas masyarakat sipil. Karena itu saya katakan, hal seperti ini tidak bisa dibiarkan terus berlangsung di tanah ini,” tegasnya.
Ia juga menekankan bahwa apabila benar-benar ingin memperjuangkan Papua Merdeka, maka perjuangan tersebut seharusnya dilakukan secara terbuka dan berhadapan dengan pihak yang sepadan.

Baca Juga :  Richard Ohee Ajak Masyarakat Dukung PSN dan Imbau Generasi Muda Menjaga Kondusivitas Papua

“Kalau memang benar memperjuangkan Papua Merdeka, maka lawanlah yang sepadan, yaitu TNI-Polri yang juga memiliki senjata. Lakukan itu secara terbuka di lapangan agar seluruh masyarakat dan dunia tahu bahwa kalian benar-benar memperjuangkan kemerdekaan Papua. Itulah maksud dari pernyataan saya,” tambahnya.

Di akhir klarifikasinya, Pdt. Yones Wonda mengimbau seluruh masyarakat agar lebih bijak dalam memahami pernyataan, himbauan, maupun informasi yang beredar di media sosial. Ia menekankan pentingnya tidak menggiring suatu pernyataan menjadi polemik baru yang justru menimbulkan perpecahan.

“Saya berharap setiap pendapat dan himbauan yang disampaikan dapat dipahami secara utuh dan tidak dipelintir. Apa yang saya sampaikan semata-mata demi kebaikan, kedamaian, dan masa depan Tanah Papua yang lebih aman dan bermartabat,” pungkasnya.(rd)

Berita Terkait

Jaga Persatuan, Tokoh Adat Saireri Ajak Masyarakat Hindari Tindakan Provokatif
Kepala Suku Besar Puncak Kecam Aksi Kriminal dan Imbau Warga Waspadai Musim Kemarau
Pemuda Intelektual Puncak Jaya Ajak Warga Tak Terprovokasi Situasi di Luar Daerah
Tokoh Adat Kamoro Imbau Masyarakat Mimika Tak Mudah Terprovokasi Isu
Kepala Suku Damal Ajak Semua Pihak Jaga Kamtibmas dan Redam Konflik
Tokoh Masyarakat Oksibil Dorong Persatuan untuk Wujudkan Pegunungan Bintang yang Aman
“kantor Komnas Ham Perwakilan Papua Diduga Menjadi Sasaran Lemparan Bom Molotov”
Sikapi Rencana Aksi Demo, Benhur Yaboisembut Serukan Kedamaian di Tanah Papua
Berita ini 5 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 17 September 2026 - 13:23 WIB

Jaga Persatuan, Tokoh Adat Saireri Ajak Masyarakat Hindari Tindakan Provokatif

Senin, 14 September 2026 - 09:17 WIB

Kepala Suku Besar Puncak Kecam Aksi Kriminal dan Imbau Warga Waspadai Musim Kemarau

Jumat, 11 September 2026 - 15:59 WIB

Tokoh Adat Kamoro Imbau Masyarakat Mimika Tak Mudah Terprovokasi Isu

Jumat, 11 September 2026 - 13:23 WIB

Kepala Suku Damal Ajak Semua Pihak Jaga Kamtibmas dan Redam Konflik

Kamis, 10 September 2026 - 21:00 WIB

Tokoh Masyarakat Oksibil Dorong Persatuan untuk Wujudkan Pegunungan Bintang yang Aman

Berita Terbaru