Keluarga Korban Memohon Kepastian Nasib 9 Perempuan Jila yang Diculik OTK

- Penulis

Kamis, 3 September 2026 - 21:17 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Timika – Ketegangan dan kecemasan melanda keluarga dari sembilan perempuan yang dilaporkan disandera oleh Orang Tidak Dikenal (OTK) dalam insiden berdarah di Distrik Jila, Kabupaten Mimika, pada 17 Agustus 2026 lalu. Insiden tersebut juga menewaskan satu orang korban jiwa. Pada Selasa (2/9/2026), pihak keluarga secara resmi menyampaikan pernyataan sikap di Timika, mendesak adanya kepastian mengenai nasib para sandera.

Dalam pernyataannya, keluarga korban menegaskan bahwa fokus utama mereka hanyalah keselamatan dan kepulangan anggota keluarga mereka, terpisah dari dinamika konflik atau aksi lain yang mungkin terjadi di wilayah Jila.

“Amolongo Nimaome Saipa, salam sejahtera untuk kita semua. Kami sebagai keluarga korban dan sandera dari Jila ingin menyampaikan hal ini. Yang kami bicarakan tidak berkaitan dengan aksi-aksi lain di Jila. Kami hanya khusus berbicara tentang anak-anak kami yang dibawa,” bunyi pernyataan tersebut.

Baca Juga :  Tokoh Kerukunan Makassar-Bugis di Dogiyai Tegaskan Larangan Main Hakim Sendiri dan Ajak Warga Dukung Aparat

Keluarga korban menyerukan agar pihak yang menahan sembilan perempuan tersebut segera memberikan informasi mengenai kondisi dan lokasi keberadaan mereka saat ini. Mereka berharap ada jalur komunikasi yang terbuka demi menghindari eskalasi kekerasan lebih lanjut.

“Kami keluarga minta pelaku dapat memberikan informasi kepastian, anak-anak itu sekarang di mana?” tanya pihak keluarga dengan nada memohon.

Lebih jauh, keluarga menetapkan batas waktu harapan mereka. Mereka mendesak agar para sandera dipulangkan dalam waktu dekat, paling lambat dalam dua bulan ke depan. “Kami minta agar dalam waktu dekat pulangkan anak-anak kami sebelum dua bulan ke depan,” tegas perwakilan keluarga.

Baca Juga :  Tokoh Masyarakat Ilaga Imbau Warga Tidak Terprovokasi Pasca Insiden di Tembagapura

Di tengah tekanan emosional yang tinggi, keluarga korban tetap mengedepankan jalan damai. Mereka meminta siapa pun yang mengetahui keberadaan para sandera untuk meneruskan pesan ini kepada pihak penahan, di mana pun mereka berada. Tujuannya adalah agar persoalan ini dapat diselesaikan tanpa menimbulkan korban baru atau konflik berkepanjangan.

Pernyataan sikap tersebut ditutup dengan doa tulus dari keluarga korban. “Tuhan memberkati selalu,” ucap mereka, seraya berharap seluruh pihak dapat bekerja sama agar para sandera segera mendapat perlindungan dan kembali ke pelukan keluarga.(rd)

Berita Terkait

Toname Mom Ajak Masyarakat Jaga Keamanan, Kedamaian dan Kelestarian Lingkungan
Kirenius: Keamanan dan Pembangunan Harus Berjalan Beriringan di Puncak Jaya
Max Ohee Ajak Generasi Muda Papua Pahami Sejarah dan Jaga NKRI
Jhon Kogoya Serukan Masyarakat Nabire Bijak Sikapi Isu Jelang HUT RI ke-81
Laskar Merah Putih Provinsi Papua Ajak Masyarakat Tak Terprovokasi Dengan Rencana Aksi Tanggal 15 Agustus di Kota Jayapura
Tokoh Pemuda Ilaga Utara Imbau Warga Puncak Hormati Hari Kemerdekaan RI
Derek Alom Dorong Para Tokoh Bersatu Jaga Keamanan Jelang HUT RI Ke-81
Jelang 17 Agustus, Tokoh Pemuda Amungme Ajak Warga Mimika Jaga Kamtibmas
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 3 September 2026 - 21:17 WIB

Keluarga Korban Memohon Kepastian Nasib 9 Perempuan Jila yang Diculik OTK

Senin, 24 Agustus 2026 - 16:31 WIB

Toname Mom Ajak Masyarakat Jaga Keamanan, Kedamaian dan Kelestarian Lingkungan

Senin, 24 Agustus 2026 - 16:30 WIB

Kirenius: Keamanan dan Pembangunan Harus Berjalan Beriringan di Puncak Jaya

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 16:21 WIB

Max Ohee Ajak Generasi Muda Papua Pahami Sejarah dan Jaga NKRI

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 19:59 WIB

Jhon Kogoya Serukan Masyarakat Nabire Bijak Sikapi Isu Jelang HUT RI ke-81

Berita Terbaru