DPR Papua Tengah Rampungkan Perdasi Konflik Sosial

- Penulis

Sabtu, 22 November 2025 - 17:12 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Papua – Pembahasan Peraturan Daerah Provinsi (Perdasi) tentang penanganan konflik sosial yang digelar oleh DPR Papua Tengah telah rampung. Kegiatan tersebut berlangsung di Hotel Mahavira Nabire, Jalan Ampera No. 88, Kelurahan Karang Mulia, Kabupaten Nabire, dan melibatkan Kabag Ops Polda Papua Tengah beserta jajaran, KPPOD sebagai konsultan, tokoh masyarakat, tokoh adat, perempuan, pemuda, lintas OKP, serta masyarakat umum.

Anggota DPR Papua Tengah, Anis Labene, menegaskan bahwa keberadaan Perdasi ini sangat penting untuk segera diterapkan di wilayah Papua Tengah. Ia menyebutkan bahwa konflik sosial, khususnya perang suku akibat perselingkuhan dan pemicu lainnya, masih kerap terjadi hingga saat ini.

Baca Juga :  Tanggap Cepat Samapta Polda Papua Atasi Pohon Tumbang di Belakang RS Bhayangkara

Menurut Anis, dampak lanjutan dari perang suku sering kali berujung pada tuntutan pembayaran kepala yang dibebankan kepada pemerintah melalui APBD. Ia menekankan bahwa kebiasaan tersebut tidak boleh lagi terjadi.

“Setelah ada Perda ini, APBD tidak boleh lagi digunakan untuk bayar kepala,” tegasnya, Sabtu (22/11/2025).

Baca Juga :  Arius Tabuni, Mantan Komandan OPM, Resmi Kembali ke NKRI dan Ajak Rekan Seperjuangan Wujudkan Papua Damai

Anis menambahkan, setiap pihak yang menyebabkan konflik atau melakukan pembunuhan harus diproses hukum sesuai aturan yang berlaku. Ia meminta agar penyelesaian konflik tidak lagi menyeret banyak pihak hingga memicu perang suku, yang pada akhirnya menekan pemerintah daerah untuk mengucurkan anggaran.

“Kebiasaan seperti itu harus dihentikan di tanah Papua Tengah. Semua sudah diatur dalam Perdasi ini,” pungkasnya.(rd)

Berita Terkait

Ismail Asso Bongkar Borok Pemerintahan Papua Pegunungan: Dugaan Hampir Semua Pejabat SK PJS, Monarki dan KKN
Ustadz Ismail Asso Tokoh Muslim Papua Desak Kejagung Usut Tuntas Dana Puluhan Miliar Kantor Gubernur Papua Pegunungan tengah Belum Dibangun
Ustadz Ismail Asso dan Massa Papua Pegunungan tengah Geruduk Kejagung, Desak Gubernur John Tabo serta ketua MRP Agus Nikilik Diperiksa
Ismail Asso Serahkan Bukti Dugaan Korupsi Dana Otsus dan APBD Papua Pegunungan ke Bareskrim Polri
Demi OAP, Ismail Asso Desak Agus Kinilik Hubi Lepas Jabatan Ketua MRP Papua Pegunungan
Ismail Asso Tokoh Papua Pegunungan Laporkan Kelemahan Tata Kelola ke KPK, Minta Audit Dana Otsus Rp12 Triliun
Ramses Wally Resmi Bergabung dengan Golkar Papua, Siap Jalankan Penugasan Partai
Hari Ke-8 Pasca Ledakan Biak, Tim Gabungan Temukan 11 Serpihan Tubuh dan Lanjutkan Pencarian Korban
Berita ini 5 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 25 September 2026 - 16:30 WIB

Ismail Asso Bongkar Borok Pemerintahan Papua Pegunungan: Dugaan Hampir Semua Pejabat SK PJS, Monarki dan KKN

Kamis, 24 September 2026 - 11:38 WIB

Ustadz Ismail Asso Tokoh Muslim Papua Desak Kejagung Usut Tuntas Dana Puluhan Miliar Kantor Gubernur Papua Pegunungan tengah Belum Dibangun

Rabu, 23 September 2026 - 23:23 WIB

Ustadz Ismail Asso dan Massa Papua Pegunungan tengah Geruduk Kejagung, Desak Gubernur John Tabo serta ketua MRP Agus Nikilik Diperiksa

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 22:19 WIB

Ismail Asso Serahkan Bukti Dugaan Korupsi Dana Otsus dan APBD Papua Pegunungan ke Bareskrim Polri

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 22:18 WIB

Demi OAP, Ismail Asso Desak Agus Kinilik Hubi Lepas Jabatan Ketua MRP Papua Pegunungan

Berita Terbaru