Panus Kogoya Dorong Pemerintah Aktif Upayakan Pembebasan 9 Perempuan yang Disandera

- Penulis

Rabu, 9 September 2026 - 17:08 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Timika, 08 September 2026 – Ketua Barisan Merah Putih Kabupaten Mimika, Panus Kogoya, mendorong pemerintah daerah untuk mengambil langkah aktif dalam upaya pencarian dan pembebasan sembilan perempuan masyarakat suku Amungme yang dilaporkan masih disandera oleh kelompok bersenjata di wilayah Distrik Jila, Kabupaten Mimika.

Panus menyampaikan bahwa persoalan tersebut perlu mendapat perhatian khusus dari pemerintah karena para korban merupakan masyarakat asli Kabupaten Mimika. Menurutnya, pemerintah perlu mengedepankan langkah persuasif dengan melibatkan tokoh masyarakat, pemerintah kampung maupun pemerintah daerah untuk membuka ruang komunikasi demi keselamatan dan pembebasan para korban.

“Kami berharap pemerintah mulai berperan aktif dan menentukan langkah-langkah selanjutnya dengan mengedepankan upaya persuasif melalui tokoh-tokoh masyarakat terkait, pemerintah kampung dan kabupaten untuk pembebasan sembilan orang tawanan,” ujar Panus Kogoya.

Baca Juga :  Hari Keempat Operasi Zebra Cartenz 2025, Polda Papua Perkuat Penertiban dan Edukasi Keselamatan Berlalu Lintas

Ia menilai keluarga korban saat ini berada dalam kondisi penuh kekhawatiran karena belum mendapatkan kepastian mengenai keberadaan dan kondisi anggota keluarga mereka. Panus juga menyatakan Barisan Merah Putih Kabupaten Mimika siap membantu upaya pemerintah dan tokoh masyarakat dalam mencari jalan keluar atas persoalan tersebut secara baik.

Selain persoalan penyanderaan, Panus turut menyoroti sejumlah kasus pembunuhan yang disebut menyasar masyarakat suku Tolikara dan Lani Jaya pascakejadian di Distrik Jila. Ia meminta agar para korban tidak dikaitkan dengan konflik antarkelompok dan menyerahkan sepenuhnya proses pengungkapan kasus kepada aparat kepolisian.

Baca Juga :  Max Ohee: Kamtibmas Papua Harga Mati! Tolak Aksi Provokatif Jelang 17 Agustus

“Kami meminta agar tiga korban tersebut tidak dilibatkan dalam konflik perang keluarga suku Damal. Ini murni pembunuhan dan kami menyerahkan sepenuhnya kepada aparat kepolisian agar dapat diusut tuntas serta pelakunya diproses,” katanya.

Panus menambahkan, pihaknya akan terus mendorong terciptanya situasi keamanan dan ketertiban masyarakat yang kondusif di Mimika. Ia juga berharap seluruh pihak mengutamakan keselamatan masyarakat serta menempuh langkah-langkah damai dalam menyelesaikan persoalan yang berkembang.(rd)

Berita Terkait

Pdt. Arie Mabel Serukan Persatuan dan Kedamaian di Kabupaten Jayawijaya
Tokoh Adat dan Masyarakat Keerom Tegas: Jaga Stabilitas, Tolak Provokator demi Percepatan Pembangunan
Tokoh Masyarakat Kampung Baburia Keerom Tegaskan Komitmen Jaga Kedamaian Papua: Tolak Adu Domba, Perkuat NKRI
Isak Tebai Ajak Masyarakat Dogiyai Jaga Keamanan dan Tolak Provokasi
Max Ohee Ajak Generasi Muda Papua Pahami Sejarah dan Jaga NKRI
Keluarga Korban Memohon Kepastian Nasib 9 Perempuan Jila yang Diculik OTK
Toname Mom Ajak Masyarakat Jaga Keamanan, Kedamaian dan Kelestarian Lingkungan
Kirenius: Keamanan dan Pembangunan Harus Berjalan Beriringan di Puncak Jaya
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 9 September 2026 - 17:09 WIB

Pdt. Arie Mabel Serukan Persatuan dan Kedamaian di Kabupaten Jayawijaya

Rabu, 9 September 2026 - 17:08 WIB

Panus Kogoya Dorong Pemerintah Aktif Upayakan Pembebasan 9 Perempuan yang Disandera

Selasa, 8 September 2026 - 17:47 WIB

Tokoh Adat dan Masyarakat Keerom Tegas: Jaga Stabilitas, Tolak Provokator demi Percepatan Pembangunan

Selasa, 8 September 2026 - 17:46 WIB

Tokoh Masyarakat Kampung Baburia Keerom Tegaskan Komitmen Jaga Kedamaian Papua: Tolak Adu Domba, Perkuat NKRI

Senin, 7 September 2026 - 06:11 WIB

Max Ohee Ajak Generasi Muda Papua Pahami Sejarah dan Jaga NKRI

Berita Terbaru