Rajut Kembali Persaudaraan, Konflik Wouma–Kurima dan Lanny Jaya Berakhir Damai Melalui Prosesi Patah Panah

- Penulis

Sabtu, 23 Mei 2026 - 20:06 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Papua – Suasana haru dan penuh kekeluargaan mewarnai prosesi perdamaian adat “Patah Panah” antara masyarakat Wouma–Kurima dan Lanny Jaya yang berlangsung di Mapolres Jayawijaya, Sabtu (23/05).

Kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh Wakil Menteri Dalam Negeri RI Dr. Ribka Haluk, S.Sos., M.M., Gubernur Papua Pegunungan Dr. (HC) Jhon Tabo, S.E., M.BA., Kapolda Papua Irjen Pol. Patrige R. Renwarin, S.H., M.Si., Pangdam XVII/Cenderawasih Mayjen TNI Febriel Buyung Sikumbang, S.H., M.M., para bupati, tokoh adat, tokoh agama, serta masyarakat dari kedua belah pihak.

Prosesi adat “Patah Panah” menjadi simbol berakhirnya pertikaian dan lahirnya komitmen bersama untuk menjaga kedamaian di Tanah Papua, khususnya di Kabupaten Jayawijaya.

Ketua LMA Jayawijaya Herman Doga dalam sambutannya mengajak seluruh masyarakat untuk menghentikan perang saudara dan kembali memegang nilai-nilai kasih serta persaudaraan.

“Konflik ini adalah perang saudara. Kita semua berharap pertikaian ini dihentikan agar masyarakat adat tetap hidup dalam damai dan takut akan Tuhan,” ujarnya.

Hal senada juga disampaikan Ketua LMA Lanny Jaya Tias U. Kogoya yang berharap seluruh masyarakat dapat kembali ke rumah masing-masing dan tidak lagi terlibat dalam konflik.

Baca Juga :  Ditreskrimum Polda Papua Barat Gelar Bakti Religi Sambut Hari Bhayangkara ke-79

“Kami ingin setelah proses adat ini selesai, masyarakat kembali dengan aman dan Kota Wamena kembali damai,” katanya.

Dalam prosesi tersebut, perwakilan kedua kelompok melaksanakan adat patah panah sebagai tanda penghentian pertikaian. Momen itu kemudian dilanjutkan dengan penandatanganan surat perdamaian dan kesepakatan bersama yang berisi komitmen untuk menghentikan aksi kekerasan, menjaga persaudaraan, serta menyelesaikan persoalan melalui mekanisme hukum dan adat yang berlaku.

Kapolda Papua Irjen Pol. Patrige R. Renwarin menyampaikan rasa syukur atas terlaksananya perdamaian tersebut dan mengajak seluruh masyarakat untuk menjaga komitmen damai yang telah disepakati bersama.

“Kami hadir untuk menyaksikan perdamaian yang sesungguhnya. Puji Tuhan semua berjalan dengan baik. Mari kita sama-sama menjaga kedamaian ini agar tidak ada lagi korban dan masyarakat dapat kembali hidup tenang,” ujar Kapolda Papua.

Kapolda juga menyampaikan belasungkawa kepada seluruh keluarga korban serta menegaskan bahwa Polri bersama pemerintah daerah akan terus hadir menjaga keamanan dan mendukung proses pemulihan pasca konflik.

Baca Juga :  SDM Polda Papua Barat Buka Perekrutan Bintara Brimob, Jangan Percaya Pihak yang Janjikan Kelulusan

Sementara itu, Gubernur Papua Pegunungan Dr. (HC) Jhon Tabo menegaskan bahwa penyelesaian konflik melalui jalur adat merupakan bentuk penghormatan terhadap budaya Papua yang harus terus dijaga.

“Kita tidak ingin lagi ada perang yang merugikan masyarakat sendiri. Mari kita jaga Papua Pegunungan tetap aman, damai, dan penuh persaudaraan,” ungkapnya.

Wakil Menteri Dalam Negeri Dr. Ribka Haluk juga memberikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah membuka hati untuk berdamai demi masa depan Papua yang lebih baik.

“Saya berharap seluruh masyarakat terus menjaga keamanan dan menyelesaikan setiap persoalan dengan melibatkan tokoh adat, tokoh agama, dan pemerintah sehingga pembangunan dapat berjalan dengan baik,” tuturnya.

Sebagai bentuk kepedulian dan perhatian kepada masyarakat terdampak konflik, Kapolda Papua turut menyerahkan tali asih kepada perwakilan masyarakat Wouma–Kurima dan Lanny Jaya.

Kegiatan kemudian ditutup dengan doa bersama yang dipimpin Pdt. Ari Mabel, sebagai harapan agar kedamaian yang telah terbangun dapat terus terjaga dan menjadi awal baru bagi masyarakat di Papua Pegunungan.(FR)

Berita Terkait

Kapolda Papua Buka Pelatihan Sertifikasi Tembak Reaksi IPSC Dingo Cartenz Shooting Club
Polda Papua Gelar Anev Operasi Rasaka Cartenz 2026 Minggu ke-10, Fokus Perkuat Outcome dan Stabilitas Kamtibmas
Bid Tik Polda Papua Sosialisasikan Super App Polri Dan Layanan 110 Presisi Di Sekolah-Sekolah Kota Jayapura
Kapolda Papua Pimpin Upacara Peringatan Ke-118 Hari Kebangkitan Nasional
Utusan Polda Papua Raih Peringkat Dua Nasional pada Seleksi Pendidikan Kepemimpinan Administrator Polri T.A. 2026
Polda Papua dan Uncen Perkuat Pendekatan Humanis dalam Penanganan Konflik Tanah Ulayat
Polda Papua Laksanakan CAT Akademik Penerimaan Bintara Kompetensi Khusus Polri T.A. 2026
Polda Papua Perkuat Kompetensi Penyidik dan Personel Labfor Melalui Pelatihan Digital Forensik
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 23 Mei 2026 - 20:06 WIB

Rajut Kembali Persaudaraan, Konflik Wouma–Kurima dan Lanny Jaya Berakhir Damai Melalui Prosesi Patah Panah

Sabtu, 23 Mei 2026 - 11:29 WIB

Kapolda Papua Buka Pelatihan Sertifikasi Tembak Reaksi IPSC Dingo Cartenz Shooting Club

Kamis, 21 Mei 2026 - 13:19 WIB

Polda Papua Gelar Anev Operasi Rasaka Cartenz 2026 Minggu ke-10, Fokus Perkuat Outcome dan Stabilitas Kamtibmas

Rabu, 20 Mei 2026 - 18:15 WIB

Bid Tik Polda Papua Sosialisasikan Super App Polri Dan Layanan 110 Presisi Di Sekolah-Sekolah Kota Jayapura

Rabu, 20 Mei 2026 - 11:58 WIB

Kapolda Papua Pimpin Upacara Peringatan Ke-118 Hari Kebangkitan Nasional

Berita Terbaru